
"Jika kita pulang ke Indonesia, apa yang mau kamu lakukan?" Tanya Rey saat keduanya sudah berbaring di atas tempat tidur siap untuk tidur.
"Aku mau kembali ke perusahaan, memasukkan anak-anak ke sekolah terbaik di sana." ucap Elsa.
"Jika kita sama-sama bekerja, lalu anak-anak bagaimana? Bukankah kita sepakat untuk tidak membiarkan anak-anak di asuh baby sitter?"
"Aku sudah menghubungi orang tua kita untuk masalah ini, mereka mau membantu kita mengurus anak-anak." jelas Elsa.
"Benarkah? Tentu saja mereka akan sangat senang mengasuh cucu-cucunya." jawab Rey.
"Lalu bagaimana dengan Dika?" Tanya Rey kembali.
"Bagaimana lagi, aku ingin sekali membawanya, tapi kak Sandy dan dokter Levin tidak mengijinkannya."
"Aku akan berbicara kepada mereka, semoga bujukanku bisa membuat hati mereka luluh." ucap Rey.
"Benarkah?" Tanya Elsa dengan bersemangat.
Lalu seketika Elsa ingat kalau dirinya sedang marah kepada Rey dan kembali membalikkan badannya memunggungi Rey.
Rey tersenyum melihat tingkah istrinya itu, dia langsung memeluk tubuh Elsa dari belakang dengan erat.
"Jangan marah lagi ya sayang,, aku sudah menyetujui kepindahan kita, aku juga akan membujuk Sandy untuk mengijinkan Dika ikut dengan kami." ucap Rey.
__ADS_1
Elsa tersenyum tipis mendengar bujukan dari suaminya itu, namun saat Elsa mau membalikkan badannya, tiba-tiba saja ketiga anak mereka membuka pintu kamar mereka tanpa mengetuk lebih dulu.
Melihat ketiga anaknya masuk ke dalam kamar, Rey dan Elsa segera duduk dan seketika suasana di antara mereka berdua menjadi canggung.
"Kamu ga kunci pintu Elsa?" Tanya Rey.
"Hehe, lupa kayaknya." Elsa hanya memamerkan gigi putihnya lalu turun dari tempat tidur menghampiri anak-anaknya.
"Tiga pangeran mama kok belum tidur?" Tanya Elsa.
"Mau tidur sama papa dan mama.." ucap Dika.
"Dika udah Gilang kasih tau!" sambung Gilang.
"Gilang sayang, kenapa kamu bilang duluan? Kan mama bilang kita kasih tau bareng-bareng.." ucap Elsa.
"Maaf mama.." ucap Gilang.
"Sudah tidak apa-apa, karena Dika sudah tau sekarang semuanya naik ke tempat tidur dan papa akan menjelaskan semuanya." ucap Rey.
Dengan segera ketiga anak itu Naik ke tempat tidur dan berbaring dengan rapih di atas tempat tidur.
Elsa yang melihat hal itu hanya tersenyum lalu ikut naik ke atas tempat tidur bersama yang lain.
__ADS_1
Mereka berlima berpelukan dengan bahagia, sesekali Rey dan Elsa menggoda anak-anak hingga ketiganya tertawa bersama.
"Papa, mama.. Nanti berarti Dika ga bisa tidur lagi sama papa dan mama?" Tanya Dika hingga membuat semuanya terdiam mendengarnya.
"Sayang, Kenapa kamu bilang gitu?" Tanya Elsa.
"Kan Dika ga ikut papa dan mama.. Hikss,, hiksss, kenapa papa dan mama ga bawa Dika aja hikss.." Dika mulai berbicara sambil menangis.
Elsa menatap Dika dengan tatapan sedih, dia segera memeluk tubuh Dika dengan erat sambil mengelus punggungnya.
"Sayang,, papa Rey akan berusaha membujuk papa Sandy dan uncle Levin agar mereka mengijinkan kamu ikut kami." ucap Elsa.
"Benarkah?" Tanya Dika sambil menatap Rey seperti sedang meminta jawaban.
Rey menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepada Dika, Rey tau betul kalau Dika sangat ingin ikut dengan mereka ke Indonesia.
"Sudah, sekarang jangan sedih lagi ya sayang.. Mama ga suka melihat anak-anak mama menangis.." ucap Elsa.
"Iya mama benar! Ayo sekarang kalian tidur yang rapih ya." sambung Rey.
Ketiga anak laki-laki itu segera berkumpul di tengah tempat tidur, sedangkan Elsa dan Rey berada di pinggir kanan dan kiri.
Untung saja tempat tidur mereka adalah tempat tidur king size, jadi mereka berlima pun tidak merasa kesempitan tidur bersama di satu tempat tidur.
__ADS_1