
Yuhuu,, untuk kakak-kakak yang penasaran sama fisualnya babang Jejep nih.
Tipe-tipe laki idaman banget ga tuh si babang Jejep.
Seumuran sama Elsa ya, tapi kalo urusan kerjaan nomer satu banget dia tuh! Baru kerja tapi udah di percaya buat jadi tangan kanannya Rey walaupun rada gesrekš¤
***
Malam pun tiba, Jef yang sudah siap segera pergi ke kamar atasannya untuk mengingatkannya tentang makan malam bersama client penting.
"Kalau aku ketuk apa aku akan di marahi?" gumam Jef saat berada di depan pintu kamar Rey.
"Ah bodo amat dari pada telat makan malam malah makin di marahin!" gumam Jef yang akhirnya memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar Rey.
Namun belum saja Jef mengetuk pintu kamarnya, Rey sudah lebih dulu membuka pintu kamarnya dan hampir saja wajahnya di ketuk oleh Jef.
"T-tuan.."
"Jef, kamu mau memukul wajahku!?" Tanya Rey dengan tatapan tajam.
"T-tidak tuan, mana mungkin saya berani! Saya hanya ingin mengetuk pintu kamar tuan dan mengingatkan tentang acara makan malam." ucap Jef.
"Aku juga ingat tau! Mana mungkin aku lupa, aku sedang menunggu istriku!" ucap Rey.
Elsa keluar dari dalam kamar mandi dengan pakaian serba hitam namun tetap menggambarkan keanggunan untuk Elsa.
"Sayang, kamu kenapa pakai baju seperti itu?" Tanya Rey.
"Kenapa emangnya?"
"Lihatlah pundakmu kelihatan, perutmu juga kelihatan! Kamu kayak orang India aja perutnya keliatan!" ketus Rey.
"Kak Rey ga tau fashion nih! Ini tuh fashion tau! Udah ga usah protes mulu." ucap Elsa.
"Tapi sayang..." rengek Rey.
"Jef, bagaimana penampilanku?" Tanya Elsa kepada Jef.
"Sempurna nyonya!" tegas Jef.
"Lihat kan? Jef bilang sempurna kok, jadi semua baik-baik saja." ucap Elsa dengan senyum manisnya.
__ADS_1
Sedangkan Rey menatap tajam ke arah Jef yang tidak mendukung ucapannya.
"Kau mau mati? Sebenarnya siapa yang menggajimu!?" ketus Rey.
"Maaf tuan, tapi lebih baik bermusuhan dengan anda daripada harus bermusuhan dengan wanita." ucap Jef.
Rey hanya bisa menghela nafas panjang mendengar ucapan asistennya itu.
"Baiklah ayo kita berangkat! Jangan membuat client penting kita menunggu lama!" ucap Rey yang langsung berjalan.
Rey, Elsa dan Jef segera menuju restaurant yang sudah di pesan untuk pertemuan mereka.
"Di mana mereka Jef?" Tanya Rey.
"Entahlah tuan, silahkan duduk dulu tuan dan nyonya, saya akan memesankan makanan dan minuman untuk kalian." ucap Jef.
"Tidak perlu Jef, biar kita pesan setelah client kita datang saja." ucap Elsa.
"Baiklah nyonya."
Rey dan Elsa benar-benar di buat menunggu lama oleh client mereka, sedangkan mereka berdua sudah siap-siap sejak tadi agar tidak terlambat.
"Aku benar-benar kesal! Apa mereka tidak punya aturan? Bagaimana bisa tidak tepat waktu seperti ini?!" gumam Rey dengan kesal.
Rey memutuskan untuk keluar restaurant untuk menghirup udara segar agar dia tidak terbawa emosi, sedangkan Elsa langsung mengikuti suaminya itu.
"Aku mau nyamperin suamiku, kamu tunggu di sini ya Jef." ucap Elsa yang di balas anggukan oleh Jef.
Elsa mencari-cari keberadaan suaminya hingga dia hampir menabrak seseorang.
"Maaf nyonya!" ucap laki-laki itu menggunakan bahasa Indonesia.
Elsa yang awalnya hanya melihat sekilas ke arah laki-laki itu hanya mengangguk meminta maaf lalu berlalu begitu saja, sampai akhirnya Elsa menghentikan langkahnya saat menyadari sesuatu.
"Kak Sandy!!?" panggil Elsa hingga membuat laki-laki itu menghentikan langkahnya dan menoleh ke arahnya.
"Elsa? Kamu di sini ngapain?" Tanya Sandy yang terlihat biasa saja seperti tidak pernah ada masalah apapun.
"K-kenapa kak Sandy ada di sini? Kak Sandy kenapa bisa keluar dari penjara?" Tanya Elsa yang mulai gemetar dan berdebar bukan karena gugup melihat Sandy, namun karena takut membayangkan kejadian yang lalu.
"Ah, aku sudah keluar beberapa bulan yang lalu, terus papa mengasingkanku kemari untuk memperbaiki diri." jelas Sandy.
"Els, aku benar-benar meminta maaf kepadamu karena aku pernah mencoba untuk mencelakaimu." ucap Sandy sambil berjalan mendekat dan ingin meraih tanggan Elsa.
Namun dengan sigap, Rey mencengkram kuat tangan Sandy dan menepisnya dengan kencang.
__ADS_1
"Kurang ajar kamu Sandy!!" teriak Rey.
"Rey?" Tanya Sandy yang kebingungan saat melihat Rey di sana.
"Berani sekali kamu menampakkan diri di hadapanku dan hadapan istriku!"
Sandy terkejut mendengar ucapan Rey, dia tidak tau kalau Rey dan Elsa sudah menikah.
"Jadi kalian berdua sedang berbulan madu di sini?" Tanya Sandy namun tidak di jawab apapun oleh keduanya.
"Tentu saja kalian sedang berbulan madu, kalian sudah menjadi suami istri bukan? Bodohnya aku.." ucap Sandy sambil tersenyum menertawakan kebodohannya sendiri.
"Kalau begitu semoga kalian berdua langgeng dan berbahagialah." ucap Sandy dengan tulus.
"Ah iya! Aku tidak tau kalau kamu masih ingat dengan tempat yang ingin kita kunjungi bersama Els." lanjut Sandy sambil tersenyum ke arah Elsa.
Rey geram dengan ucapan Sandy, dia tidak terima jika kalimat seperti itu keluar dari mulut laki-laki seperti Sandy.
"Dasar laki-laki sialan!" ucap Rey yang ingin menyusul Sandy yan sedang berjalan menjauh namun dengan segera Elsa menahannya.
"Sudah cukup kak Rey, dia tidak akan melakukan apapun kepadaku lagi." ucap Elsa yang masih ketakutan.
Rey yang menyadari hal itu segera memeluk tubuh Elsa dengan erat dan membantunya untuk lebih tenang.
"Apa dia melakukan sesuatu kepadamu tadi? Kenapa kamu berada di sini? Harusnya kamu masih duduk di meja." ucap Rey.
"Aku tadi mau mencarimu, tapi malah tidak sengaja bertemu dengannya, maaf.." ucap Elsa.
"Kenapa kamu minta maaf? Kamu tidak salah sama sekali sayang! Sudahlah ayo kita kembali, kita batalkan pertemuan ini karena aku sudah lelah menunggu." ucap Rey.
Elsa hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti Rey berjalan kembali ke meja mereka.
"Tuan, nyonya, client kita sudah datang!" ucap Jef sambil menunjuk ke arah kedua orang yang sedang duduk di kursinya masing-masing.
Rey menatap kesal ke arah Jef, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Elsa untuk memastikan.
"Apa tidak masalah?" Tanya Rey.
"Hm, tidak masalah kak Rey, ayo duduk." balas Elsa dengan senyumnya.
Dengan segera Elsa dan Rey duduk di tempat mereka dan memulai pembicaraan bisnis mereka.
Mereka semua berbicara dengan baik-baik saja, client tersebut juga sudah meminta maaf karena ada kendala saat menuju ke tempat itu.
Rey memaklumi mereka dan melanjutkan pembicaraan kerja sama mereka, sedangkan Elsa juga mampu untuk beradaptasi dengan istri dari client suaminya itu.
__ADS_1
Walaupun wanita itu lebih tua dari Elsa, namun Elsa bisa membuat wanita itu nyaman berbicara dengannya tanpa mengurangi rasa sopan santunnya.