
Setelah menyelesaikan urusannya di dalam kamar mandi, Rey keluar dari kamar mandi dan berlagak seperti tidak ada yang terjadi.
"Ehem! Els, kamu masih mau jalan-jalan?" Tanya Rey sambil berdehem.
"Hah? Eh, aku k-keluar sendiri aja deh kak.." ucap Elsa yang masih salah tingkah.
"No! Aku tidak akan membiarkanmu keluar sendirian!"
"Kenapa kak? Aku juga ga jauh kok, cuma ke lantai dekat sini aja."
"Tidak Els!"
"Ya kenapa kak!?"
"Karena banyak BULEpotan di sana! Aku tidak ingin kamu menjadi pusat perhatian mereka!" batin Rey.
"Takut ada razia orang jelek! Nanti kamu di tangkep gimana?" ucap Rey asal.
"Apa! Jelek kak Rey bilang? Enak aja, aku ini ga jelek-jelek amat tau!" ketus Elsa tidak terima.
"Ya kamu memang tidak jelek! Bahkan kamu adalah wanita tercantik yang pernah aku lihat!" batin Rey sambil menatap wajah Elsa yang sedang menatap tajam ke arahnya.
"Ah sial! Kenapa aku jadi gila begini!" gumam Rey sambil mengacak-acak rambutnya.
Elsa yang melihat tingkah Rey hanya bisa menatapnya dengan tatapan aneh.
"Kak Rey kenapa sih!?" Tanya Elsa.
"Ah ga papa kok, ayo pokoknya aku harus ikut!" tegas Rey yang sudah mengambil jaketnya dan berjalan ke luar rumah.
"Kak Rey tunggu!" teriak Elsa yang berlari mengikuti Rey.
Mereka berdua pun berjalan-jalan di sebuah pantai yang berada di dekat resort mereka.
Pemandangan yang indah hingga membuat keduanya merasa tenang dan nyaman berada di sana.
"Di sini enak ya kak! Aku betah banget di sinj." ucap Elsa.
"Iya enak!" jawab Rey yang memberanikan diri untuk menggenggam tangan Elsa.
Elsa terkejut karena tangannya di genggam oleh Rey, dia langsung menoleh ke arah Rey.
"Kak! Kenapa pegang-pegang?" Tanya Elsa sambil berusaha melepaskan genggaman tangannya.
"Diamlah, kamu ini istriku! Aku ingin menunjukkannya kepada semua laki-laki yan sedang menatapmu kalau aku adalah suamimu!" tegas Rey.
__ADS_1
Seketika wajah Elsa memerah, jantungnya berdebar kencang saat mendengar Rey mengatakan hal seperti itu.
"Apaan sih kak malu-maluin aja!" ucap Elsa malu-malu.
"Els, bisakah kita berhenti sebentar? Aku ingin mengatakan sesuatu." ucap Rey.
Elsa segera menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Rey. Mereka berdua sekarang sedang saling menatap satu sama lain.
"Ada apa kak?" Tanya Elsa.
Tiba-tiba Rey berlutut dengan satu kaki di hadapan Elsa dan membuat Elsa terkejut melihatnya.
"K-kak Rey, kamu ngapain?" Tanya Elsa.
"Els, aku tau selama ini aku sudah membuatmu lama menunggu, aku selalu bersikap buruk padamu, dan terlalu cepat untukmu memaafkanku sekarang.
Tapi aku hanya ingin memberitahu kamu kalau aku,, sepertinya aku sudah mulai menyukaimu Elsa!
Maaf karena aku tidak membawa cincin tapi lain kali aku akan memberikan kamu cincin terindah! Mau kan terima perasaanku?" ucap Rey.
Mendengar pernyataan cinta dari laki-laki yang sangat dia idamkan sejak dulu membuat hati Elsa luluh, dia ingin memaafkan tapi dia juga ingin mengajarkan kepada Rey bagaimana rasanya menunggu seseorang.
"Kak Rey.."
"Jangan di jawab sekarang! Aku tau kamu pasti akan menolakku karena terlalu cepat aku menyatakan perasaanku." ucap Rey.
"Pfftt,, lebih baik Kan Rey sekarang berdiri dulu aja deh, malu di liat orang tuh!" ucap Elsa.
"Katanya aku ga boleh jawab sekarang, gimana sih kak.."
"Em,, boleh deh jawab sekarang coba! Tapi tunggu, tunggu aku pergi jauh dulu." ucap Rey yang langsung berlari begitu saja menjauhi Elsa.
"Ayo Els! Sekarang jawablah!" teriak Rey dengan penuh kekuatan.
Elsa hanya menatap aneh ke arah Rey, dia juga sangat malu karena banyak sekali orang yang melihat mereka berdua, tertutama Rey yang berteriak sangat kencang.
"Duh kak Rey apaan sih malu-maluin aja deh!" gumam Elsa sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Elsa segera berlari menyusul Rey, namun saat mengetahui hal itu, Rey malah semakin berlari menjauh dan tidak ingin di dekati oleh Elsa.
"Jangan mendekat! Jawab dulu!" teriak Rey.
"Duh serius deh dia bikin malu aja ih!" gumam Elsa kembali.
Akhirnya Elsa menarik nafas panjang untuk menetralkan jantungnya yang berdebar kencang.
"Iya kak! Sudahlah ayo kita pulang saja!" teriak Elsa.
"Hah?! Kamu ngomong apa?"
__ADS_1
"Aku bilang iya!!!" teriak Elsa kembali.
Mendengar ucapan Elsa membuat Rey tersenyum lebar lalu berlari mendekati Elsa dan memeluknya dengan erat.
Mereka berdua benar-benar membuat semua orang yang berada di sana melihat aneh ke arah mereka.
Mungkin di pikiran semua orang, Elsa dan Rey benar-benar orang yang sudah gila.
"Terimakasih Elsa! Terimakasih karena sudah mengatakan iya!" ucap Rey dengan senang.
"Seneng? Seneng ga?"
"Seneng lahh!! Akhirnya aku tidak harus bolak-balik kamar mandi lagi!"
"Hah? Maksudnya?" Tanya Elsa yang tidak mengerti.
"Ah sudahlah, pokoknya aku seneng banget!"
"Cih! Padahal aku menunggumu lama sekali, tapi aku terlalu baik menerima kamu sekarang!" ketus Elsa.
"Hehe, aku akan berjuang untuk membuatmu yakin kalau sekarang aku benar-benar menyukaimu dan mencintaimu!" tegas Rey.
"Baguslah!"
"Sekarang ayo kita pulang ke resort." ajak Rey.
Elsa hanya menatap sinis ke arah Rey dan mengikutinya dari belakang karena tangannya terus saja di genggam oleh Rey.
Namun seketika Elsa tersenyum melihat kebahagiaan di wajah Rey, selama ini yang dia lihat hanyalah wajah Rey yang sedang memarahinya, dan sekarang Elsa melihat wajah Rey yang tersenyum karena dirinya.
"Aku harap ini adalah awal yang baik untuk kita berdua." batin Elsa.
"Els, kamu mau apa? Mau makan apa? Kita beli dulu aja yuk." ucap Rey.
"Apaan sih kak, jangan berlebihan gitu aku malah jadi canggung tau!"
"Kenapa? Aku kan lagi berusaha membuat kamu percaya."
"Bukan buat aku percaya, kak Rey nyuruh aku makan karena mau menyiksaku di kamar kan!?" ketus Elsa penuh curiga.
Rey terkejut mendengar ucapan Elsa, dia tidak menyangka kalau Elsa akan berbicara seperti itu.
"Els, siapa yang ngajarin kamu ngomong kayak gitu?" Tanya Rey.
"Kak Key! Dia bilang kalo kak Rey sudah mengajakku makan apa saja yang aku inginkan, pasti setelahnya kak Rey akan menyiksaku di dalam kamar!"
"Yaampun Key benar-benar! Dia mengajarkan hal yang tidak-tidak kepada istriku!" gumam Rey sambil memukul keningnya sendiri.
"Kenapa kak Rey? Kak Rey seperti orang yang sedang ketahuan basah! Jadi beneran kak Rey mau nyiksa aku ya!?"
__ADS_1
"Eh? Engga kok Els, jangan percaya omongan Key dia itu bohong! Aku ini mau bersenang-senang denganmu, kamu pasti akan ketagihan kalau sudah merasakan." ucap Rey dengan senyum liciknya.
"Kenapa aku merasakan hawa yang tidak mengenakkan ya?" batin Elsa.