
"T-tuan Jef!?" ucap Sarah yang terkejut saat melihat Jef di hadapannya.
Jef tersenyum ke arah Sarah, lalu dia melihat nampan yang sedang di bawa oleh Sarah.
"Lanjutkan pekerjaanmu, aku akan menunggumu di meja pojok sana." ucap Jef sambil menunjuk ke arah pojok restaurant.
Sarah hanya mengangguk pelan lalu kembali membawa nampan yang dia pegang ke meja pelanggan.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Sarah langsung berjalan ke arah Jef sambil membawa segelas air untuknya.
"Minumlah." ucap Sarah sambil memberikan gelas yang dia bawa tadi.
"Terimakasih, duduklah ada hal yang ingin aku bicarakan." ucap Jef.
Sarah hanya menatap Jef dengan tatapan aneh lalu duduk di hadapannya.
"Ada apa tuan?" Tanya Sarah.
"Jef Sarah! Jef!" tegas Jef.
"Maaf aku masih belum terbiasa Jef."
"Oke, aku ingin mengajakmu ke tempat nyonya Elsa."
"Nyonya Elsa? Kemana?"
"Ke negara B."
"Apa!? T-tidak, kenapa aku harus kesana Jef?"
"Aku mohon padamu Sarah, nyonya Elsa sedang berada di masa terberat dalam hidupnya." jelas Jef.
"Masa terberat? Apa maksudmu?"
"Nyonya Elsa sedang mengandung..." kata-kata Jef terpotong.
"Bagus dong! Lalu kenapa kamu mengatakan kalau itu fase terberat?" ketus Sarah.
"Jangan potong ucapan orang lain! Dengarkan dulu sampai selesai." tegur Jef.
"Maaf, baiklah aku dengarkan."
__ADS_1
"Tapi nyonya Elsa mengalami kanker rahim! Dokter menyarankan untuk menggugurkan kandungannya, tapi nyonya Elsa tidak mau." jelas Jef.
Sarah yang mendengar hal itu sangat terkejut, dia turut prihatin mendengar kabar tentang keadaan Elsa. Walaupun mereka baru sekali bertemu tetapi Sarah yakin kalau Elsa adalah orang yang sangat baik, tapi kenapa orang sebaik Elsa mendapat ujian seberat itu? Pikirnya.
"Pasti nyonya Elsa sedih sekali.. Lalu apa yang bisa aku lakukan untuk nyonya Elsa?" Tanya Sarah.
"Kamu bisa ikut denganku, dia membutuhkan teman Sarah, nyonya Elsa akan bosan jika ditemani dengan tuan Rey saja." jelas Jef.
"Bukankah nyonya Elsa pasti punya banyak teman? Kenapa tidak mereka saja yang menemaninya?"
"Apa kamu fikir mengandung dalam keadaan memiliki kanker rahim itu tidak menyakitkan? Nyonya Elsa tidak ingin keluarganya tau kalau dia sedang menahan rasa sakit." jelas Jef.
"Itulah kenapa tuan Rey menyuruhku untuk mengajakmu kesana dan menemani nyonya Elsa, tuan Rey akan membayar gajimu dua kali lipat gajimu di sini." lanjutnya.
"Tidak perlu, tuan Rey membayarku sesuai gajiku di sini saja sudah lebih dari cukup! Kalau begitu ayo kita berangkat sekarang!" tegas Sarah.
"Baiklah, tidak perlu mengambil bajumu karena tuan Rey sudah menyiapkan semua keperluanmu di sana." ucap Jef.
"Apa!? Kenapa mereka semua baik sekali.." gumam Sarah yang masih bisa di dengar oleh Jef yang hanya tersenyum mendengar ucapannya.
"Memang mereka berdua sangat baik, ini belum apa-apa bagi mereka." batin Jef.
Jef dan Sarah pergi menemui manager restaurant untuk mengatakan kalau Sarah mulai hari ini tidak akan bekerja lagi di restaurant tersebut, bahkan Jef membayar biaya kompensasi untuknya.
"Berhentilah meminta maaf Sarah!" ketus Jef.
"Aku tidak enak, aku benar-benar tidak tau kalau akan ada biaya kompensasi." ucap Sarah dengan nada bersalah.
"Apa kamu ini benar-benar tidak tau? Kalau bekerja dengan menandatangani kontrak, pasti akan ada kompensasi jika keluar sebelum kontrak habis." jelas Jef.
"Ah jadi begitu..."
"Sudahlah ayo sekarang kita berangkat."
Akhirnya Jef dan Sarah langsung menuju bandara dan menaiki jet pribadi Rey yang sudah di siapkan untuk mereka agar cepat sampai ke negara B.
Sarah yang baru pertama kali menaiki bahkan melihat jet pribadi itu benar-benar di buat menganga, mulutnya tidak berhenti terbuka hingga lalatpun bisa masuk ke dalam mulutnya.
"Jangan menganga begitu! Nanti keselek lalat!" ucap Jef yang membuat Sarah tersadar dan langsung menutup mulutnya.
"Kita beneran naik ini Jef?" Tanya Sarah sebelum melangkah masuk ke dalam jet pribadi Rey.
__ADS_1
"Tentu saja! Kenapa? Tuan Rey sengaja menyiapkan jet pribadinya untuk kita agar cepat sampai." jelas Jef.
"Ini milik tuan Rey? Bukan menyewa gitu?"
"Bukan, ini adalah milik tuan Rey jadi ayo cepat masuk dan jangan membuat nyonya Elsa menunggu."
Sarah menganggukkan kepalanya dan mengikuti Jef memasuki jet pribadi Rey. Saat jet mulai lepas landas, Sarah benar-benar terkejut bahkan dia tidak bisa bernafas karena merasa takut.
Jef yang melihat hal itu langsung menghampiri Sarah dan duduk di sebelahnya. Jef memegang pipi Sarah dan membiarkan Sarah menatap wajahnya.
"Tenanglah, tarik nafas perlahan lalu hembuskan. Ada aku di sini, jadi kamu tidak perlu takut lagi." ucap Jef dengan lembut.
Saat melihat kedua mata Jef, Sarah benar-benar tenang, dia bahkan sudah bisa bernafas dengan teratur dan mengatasi rasa takutnya.
"Maaf, ini adalah pertama kalinya aku naik pesawat dan aku juga sedikit takut ketinggian." jelas Sarah.
"Hm, tidak masalah.. Semua orang punya rasa takutnya masing-masing, sekarang kamu pejamkan matamu dan berusahalah untuk tertidur. Aku akan membangungkanmu setelah kita sampai nanti." ucap Rey yang di balas anggukan oleh Sarah.
Keduanya akhirnya sampai di negara B setelah beberapa jam melakukan perjalanan. Jef langsung menyuruh Sarah masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan dan langsung mengendarainya sampai ke rumah megah yang di beli Rey.
"Wah... Jangan bilang ini juga rumah tuan Rey dan nyonya Elsa?" Tanya Sarah.
Karena tidak ada apa jawaban dari Jef, Sarah segera menoleh ke arah Jef lalu membuka kedua matanya dengan lebar.
"Yaampun, mereka berdua memang sekaya apa Jef? Sepertinya tidak ada yang tidak mereka bisa dapatkan." ucap Sarah.
"Hm, bisa di bilang begitu! Jika di satukan dengan kekayaan seluruh keluarga mereka, keluarga mereka adalah keluarga terkaya nomer satu di dunia mungkin." ucap Jef dengan santainya.
Sedangkan Sarah hanya bisa membuka mulutnya sambil menggelengkan kepalanya karena mengagumi kekayaan keluarga Rey dan Elsa.
"Banyak sekali orang yang hidupnya hanya cukup tapi gayanya selangit, sedangkan ini kekayaannya berlebih tapi gayanya sederhana." ucap Sarah.
"Sudahlah, jangan mengangumi mereka terus! Ayo kita masuk ke dalam, mereka berdua pasti sudah menunggu kita." ajak Jef.
Jef menuntun Sarah untuk keluar dari mobil dan mengajaknya masuk ke dalam rumah megah tersebut.
"Selamat datang Sarah... Terimakasih karena sudah mau datang kemari, aku akan mengganti semua gajimu berkali-kali lipat." ucap Rey.
"Tidak usah tuan, anda cukup membayar gaji saya sesuai yang saya dapatkan di restaurant saja." ucap Sarah.
"Tidak bisa begitu! Anggap saja ini adalah balasan saya karena kamu sudah mau membantu kami dan mau menemani Elsa selama di sini. Saya tidak menerima penolakan karena itu adalah rasa terimakasih saya kepadamu." ucap Rey.
__ADS_1
Akhirnya dengan terpaksa Sarah menerima tawaran Rey dan sangat berterimakasih kepadanya karena sudah berbaik hati kepadanya.