
Hari pernikahan pun tiba, hari ini adalah hari pernikahan Rey dan Elsa yang sangat di nantikan oleh para pembaca,, eh? Para keluarga maksud author hihihi...
Acara pernikahan di lakukan di hotel bintang lima milik Kenan, dia sudah mengosongkan seluruh kamar yang ada di hotelnya untuk para tamu undangan yang berasal dari luar kota dan luar negeri.
Elsa yang sedang berada di kamar khusus sedang menatap dirinya di dalam cermin.
"Akhirnya, hari ini datang juga! Aku menikah dengan laki-laki yang sangat aku sukai sejak SMA, jujur saja bahkan sampai hari ini aku tetap menyukainya dan akan terus begitu seterusnya!"
"Tapi aku tidak mau menjadi wanita yang bodoh lagi! Aku tidak mau mencintai sebelah tangan! Aku yang menyukainya seperti orang gila sedangkan dia acuh tak acuh padaku!"
Elsa terus saja membatin di dalam hatinya, perasaannya saat ini campur aduk, dia senang tapi dia juga takut, dia ingin tersenyum bahagia di hari pernikahannya, tapi rasanya berat sekali.
Ceklek... pintu kamarnya terbuka, Elsa segera menoleh ke arah pintu dan melihat mamanya yang masuk ke dalam kamar.
"Hai anak mama, kamu cantik sekali sayang.." puji Rose.
"Hai ma, jangan terlalu memujiku." balas Elsa.
"Mama tidak terlalu memujimu sayang, mama bicara apa adanya, papamu akan menangis melihat kecantikanmu ini."
Elsa hanya tersenyum mendengar ucapan mamanya, sedangkan Rose duduk di pinggir tempat tidur tepat di belakang Elsa.
"Ada apa ma?" Tanya Elsa yang melihat wajah mamanya dari pantulan kaca.
"Sayang, apa kamu bahagia dengan pernikahan ini?" Tanya Rose.
"Kenapa mama tanya begitu? Bahagia atau tidak, kita akan mengetahuinya saat sudah menjalankannya."
"Mama merasa bersalah karena sudah menjodohkanmu dengan Rey secara tiba-tiba, tapi itu mama lakukan karena Rey adalah laki-laki yang baik, dia mampu melindungimu walaupun dia tidak menyukaimu." ucap Rose.
"Lagipula kamu sangat menyukai Rey saat SMA, jadi mama fikir kamu akan sangat bahagia dengan keputusan mama."
"Mama jangan merasa bersalah, Elsa tau kalau papa dan mama menginginkan yang terbaik untuk Elsa."
"Apa kamu masih menyukainya?" Tanya Rose.
"A-aku..."
"Jangan ragu Elsa, beritahu mama apa kamu masih menyukainya? Apa perasaanmu padanya masih sama seperti dulu?"
"Aku masih menyukainya ma, sangat menyukainya! Tapi aku ga mau jadi orang bodoh lagi karena terlalu mencintainya." ucap Elsa sambil menundukkan kepalanya.
Rose tersenyum mendengar jawaban dari putrinya, dia memegang dagu Elsa dan membuat Elsa melihat ke arahnya.
"Kalau begitu sembunyikanlah! Sembunyikan perasaanmu kepada Rey, biarkan dia membuktikan perasaannya padamu lebih dulu baru kamu keluarkan semua perasaan yang ada di hatimu." ucap Rose.
"Hm, Elsa paham ma! Elsa juga menginginkan hal itu, tapi bagaimana caranya?" ucap Elsa yang kembali menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Selama ini bukannya kamu sudah menyembunyikannya dengan baik?"
"Itu karena selama ini Elsa berusaha untuk tidak bertatapan dengannya ma, tapi kalau kita menikah dan tinggal bersama, bagaimana caranya aku menghidar darinya?"
"Jangan di hindari sayang, kamu harus menghadapinya, jadilah istri yang baik, istri yang mengurus semua keperluannya agar dia bisa melihat ketulusanmu dan pintu hatinya akan terbuka lebar untukmu."
Mendengar ucapan mamanya membuat Elsa melihat ke arah mamanya dengan ekspresi yang sedikit ragu.
"Mama tau akan sulit, tapi mama yakin kamu bisa!" tegas Rose.
Elsa tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan yakin.
"Mama tau kamu bisa sayang, rasa sakit yang di berikan oleh laki-laki brengsek itu saja bisa kamu tahan sampai segitunya! Mama yakin kali ini kamu akan mendapatkan cinta yang tulus dan kebahagiaan!" batin Rose sambil tersenyum.
"Kalau begitu mama turun dulu, jika waktunya nanti mama akan menjemputmu." ucap Rose sambil mengelus pipi anaknya dengan lembut
"Terimakasih mama.."
Rose berjalan keluar dari kamar Elsa, setelah dia menutup pintu kamarnya, Rose menoleh ke arah samping.
"Apa kamu sudah dengar? Anakmu benar-benar menyukai Rey, hanya saja kali ini dia sedang berusaha untuk membuat Rey menyukainya." ucap Rose.
Ryan yang berada di sana hanya bisa mengangguk dan meneteskan air matanya.
"Kamu menangis? Karena hal itu?" Tanya Rose.
"Stt, jangan berisik nanti Elsa dengar! Aku hanya takut saja kalau dia tidak bahagia karena selama ini aku hanya melihatnya dan Rey bertengkar!" ucap Ryan.
"Hm kamu benar sayang! Kalau begitu ayo kita sambut para tamu di bawah." ajak Ryan yang di balas anggukan olehem Rose.
Akhirnya Ryan dan Rose turun ke lobby untuk menyambut tamu undangan mereka.
Tidak lama kemudian, Rania masuk ke dalam kamar Elsa.
"Rania?" ucap Elsa yang tersenyum melihat kedatangan sahabatnya.
"Hai Els, kamu baik-baik saja?" Tanya Rania.
"Aku baik-baik saja Rania."
"Tentu saja baik-baik, karena sebentar lagi kamu akan menyandang status sebagai nyonya Rey!" goda Rania.
"Ran.. Kamu menggodaku terus sih!" ketus Elsa.
"Hehe, maaf maaf Els!"
"Selamat ya Els, kamu akhirnya mau menikah dengan laki-laki yang kamu sukai dan menggunakan gaun yang indah! Aku sangat iri padamu.."
__ADS_1
"Iri? Kenapa harus iri padaku? Suamimu sekarang sangat menyayangimu, kamu memiliki anak-anak yang cerdas dan tampan, hidupmu sudah sempurna Ran.."
"Aku tau hal itu! Tapi aku iri karena dulu aku tidak melakukan pernikahan seperti ini! Pernikahanku di lakukan dengan sederhana dan menandatangani sebuah kontrak pernikahan juga!"
"Jangan sedih! Tidak ada orang yang sempurna di dunia ini, aku dan kamu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing." ucap Elsa.
"Aish! Kenapa jadi kamu yang menghiburku! Padahal aku datang kemari agar kamu tidak gugup dan mengantuk!" ucap Rania.
Elsa tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu.
Tidak lama kemudian, Rose kembali ke kamar Elsa dan memanggilnya untuk turun ke bawah karena semuanya sudah menunggu kedatangannya.
***
Di sisi lain, Karina yang sudah berada di depan hotel merasa sangat ragu ingin masuk ke dalam karena hatinya terasa sakit sekali.
Selama ini, hubungannya dan Rey baik-baik saja, dan Karina berharap jika hubungan mereka akan terus maju hingga ke tahap yang lebih jauh lagi, namun kenyataannya...
"Nona Karina? Sedang apa di sini? kenapa tidak masuk?" Tanya Nala yang kebetulan sedang berada di luar.
Karina yang mendengar suara Nala langsung terkejut dan menoleh ke arahnya.
"K-kamu? Kenapa kamu berada di sini?" Tanya Karina.
"Tentu saja aku di sini, memangnya kenapa?"
"Kamu tidak merasa sakit hati melihat Rey menikah dengan wanita lain?" Tanya Karina.
"Apa kamu sakit hati melihat atasanmu menikah? Jangan-jangan kamu menyukainya?" pertanyaan Hani membuat Karina terkejut.
"T-tidak!"
"Kalau begitu masuklah! Aku hanya ingin memperingatkanmu, jangan mengganggu adikku! Jika kamu berani menggoda Rey dan membuat adikku terluka, aku tidak akan tinggal diam!" ucap Nala.
Nala mengucapkan kata-kata dengan sangat santai namun bisa membuat Karina terpaku di buatnya.
"A-adik katamu?" Tanya Nala.
"Hm, Elsa adalah adikku! Jika kamu berani melakukan sesuatu kepadanya seujung jari saja, aku akan membuatmu menyesal!" Bisik Nala.
"Cih! Belagu sekali kamu! Aku adalah Karina! Aku tidak akan pernah kalah dengan siapapun!"
"Benarkah? Aku adalah Nala, aku juga tidak pernah kalah kepada siapapun, terlebih lagi aku sudah pernah merasakan pahitnya kehidupan di luar sana nona Karina!"
Tegas Nala yang langsung berjalan masuk ke dalam hotel meninggalkan Karina di sana sendirian.
***
__ADS_1
Huaa,, maafkan Author karena kemarin ga update karena kesibukan di kehidupan nyata hikss..
Oh iya, jangan lupa mampir ke novel author yang judulnya MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI yaa kakak-kakak semua 💙💙