ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 122


__ADS_3

“Bagaimana?” tanya Jef kepada istrinya Sarah yang baru keluar dari kamar mandi.


“Negatif, maafkan aku Jef..” ucap Sarah dengan lemah sambil menunjukkan alat tes kehamilan kepada Jef.


Jef hanya tersenyum melihat alat tersebut lalu dia memeluk tubuh istrinya untuk menenangkannya.


“Tidak apa sayang, ini bukan salahmu jadi jangan meminta maaf.” Ucap Jef.


Ya! Sudah hampir tiga tahun lamanya mereka menikah namun belum ada tanda-tanda kehamilan dari Sarah. Sarah benar-benar sedih menerima kenyataan itu, namun Jef selalu menyemangatinya dan selalu menemaninya untuk berobat ke rumah sakit.


“Anak-anak sudah berusia 6 tahun sekarang, dan aku masih belum ada tanda-tanda kehamilan.” Ucap Sarah.


“Sayang, jangan bicara seperti itu lagi ya.. Allah ga tidur, dia pasti akan menjawab doa-doa kita suat saat nanti.” Ucap Jef.


“Terimakasih karena sudah mau menemaniku terus Jef..” ucap Sarah.


Sarah benar-benar bersyukur karena memiliki suami seperti Jef, dia selalu setia menemaninya. Sarah bahkan pernah menyuruh Jef untuk menikah lagi, namun Jef segera menolak mentah-mentah dan tetap mau menemani Sarah sampai kapanpun.


“Kamu ga kerja?” tanya Sarah.


“Kerja dong, ayo kita berangkat!” ajak Jef.


Karena sejak kembali ke Indonesia, Elsa menyuruh Sarah menjadi sekretarisnya karena Nala sudah menjadi asisten pribadinya. Sedangkan Jef tetap bekerja menjadi asisten pribadi Rey walaupun Rey sudah memberitahu Jef tentang keberadaan orang tua kandungnya.


Jef dan Sarah segera berangkat menuju ke perusahaan, Jef lebih dulu mengantar Sarah ke perusahaan Elsa barulah dia pergi ke perusahaan Rey.


“Pagi tuan..” sapa Jef saat dirinya membuka pintu ruangan Rey.


“Pagi Jef, masuklah aku ingin berbicara sesuatu kepadamu.” Ucap Rey.

__ADS_1


“Tuan,jadwal anda..” ucapan Jef terpotong karena Rey langsung mengangkat tangannya sebagai tanda Jef untuk berhenti.


“Aku bilang aku ingin berbicara denganmu.” Ucap Rey.


“Baik tuan..” balas Jef.


“Jef, kamu benar-benar tidak ingin bertemu dengan orang tua kandungmu?" Tanya Rey kepada Jef.


"Tuan, aku sudah bilang kalau aku tidak mau membahas tentang hal ini."


"Jef, aku tau kamu seperti ini karena mereka adalah musuhku bukan? Tapi aku tidak mau kamu seperti ini.."


"Kamu harus bisa membedakan antara pekerjaan dan urusan pribadi, mereka tidak membuangmu, mereka kehilanganmu jadi aku yakin kalau mereka sangat ingin bertemu denganmu." jelas Rey.


"Tidak tuan, aku memang tidak ingin bertemu dengan mereka."


"Baiklah kalau memang kamu tidak mau menemuinya, tapi aku harap suatu hari nanti kamu mau menemui mereka." ucap Rey.


Rey hanya bisa menghela nafas panjang, dia memang takut jika Jef akan memihak kepada orang tuanya, tapi dia juga tidak ingin memisahkan Jef dengan orang tua kandungnya.


Rey mengambil hp yang ada di saku celananya dan menghubungi Elsa.


"Halo sayang,, apa kamu sudah sampai di perusahaan?" Tanya Rey saat Elsa mengangkat telfonnya.


"Sudah, baru saja sampai jadi belum sempat mengabarimu."


"Apa kamu sedang sibuk?" Tanya Rey kepada Elsa.


"Tidak, masih ada waktu untuk meeting dengan client.. Ada apa sayang?" Tanya Elsa.

__ADS_1


"Aku mau memberimu misi."


"Misi? Ada bonusnya ga?" Tanya Elsa menggoda sang suami.


"Kamu mau bonus apa sih sayang? Semuanya buat kamu deh.."


"Hahaha, engga sayang aku boong kok.. Ada apa? Kamu mau ngasih aku misi apa?" Tanya Elsa.


"Misi untuk menyatukan sebuah keluarga."


"Wow,, baiknya suamiku ini.."


"Aku serius sayang, aku mau kamu menyuruh Sarah membantu Jef bertemu dengan orang tua kandungnya." jelas Rey.


"Hemm,, bukankah mereka musuh bisnismu?" Tanya Elsa dengan ragu.


"Iya memang, tapi bukan berarti aku harus memisahkan mereka bukan? Mereka juga pasti sangat merindukan Jef."


"Hmm, baiklah aku akan membicarakannya dengan Sarah saat makan siang nanti." ucap Elsa.


"Terimakasih sayangku,,, nanti malam kita kencan yuk! Anak-anak kita antar ke rumah mama Rose saja." ucap Rey.


"Siap bos!!" tegas Elsa lalu tertawa sebelum akhirnya mematikan telfonnya.


***


ELSA POV


'Jodoh tidak akan kemana' Pepatah itu memang benar adanya, sampai hari ini aku tidak pernah menyangka akan menikah dengan laki-laki yang sudah lama aku sukai secara sepihak.

__ADS_1


Bahkan aku sudah memiliki anak-anak yang sangat menggemaskan dari pernikahan ini.. Aku bahagia, aku harap selamanya akan selalu seperti ini.


__ADS_2