
Pagi hari pun tiba, sinar matahari pagi masuk ke dalam kamar Elsa dan Rey melalui celah-celah tirai yang menutupi jendela super besar di hadapannya.
Elsa membuka kedua matanya karena merasa sinar matahari itu sangat menyilaukan dan membuatnya terbangun.
Setelah makan malam bersama client mereka, Rey dan Elsa pulang ke resort mereka untuk beristirahat.
Lebih tepatnya berperang! Karena selama di Hawaii, Rey benar-benar tidak melepaskan Elsa sama sekali.
"Huh, menyebalkan! Kenapa kak Rey ga pernah capek sih!" ketus Elsa sambil menatap Rey yang tertidur pulas.
"Awas saja kalau sudah kembali ke Indonesia aku akan balas dendam!" ketus Elsa.
Elsa memutuskan untuk turun dari tempat tidurnya dan ingin berendam air hangat agar tubuhnya yang pegal bisa terasa lebih enak.
"Haaahh,, enaknya berendam air hangat begini.." ucap Elsa dengan lega.
Lalu tiba-tiba dia tersenyum mengingat semua yang dia lakukan bersama Rey selama ini, dia tidak menyangka kalau dirinya akan semakin dekat dengan Rey secepat ini.
"Padahal aku belum memberinya pelajaran, tapi aku sudah luluh dengannya begitu saja." gumam Elsa.
"Berarti perjanjian pernikahan setahun kita sudah tidak berlaku lagi bukan?" lanjut Elsa yang tiba-tiba memikirkan perjanjian yang pernah dia buat dengan Rey.
Elsa terus saja menghela nafas panjang karena memikirkan tentang perjanjian yang pernah dia buat bersama Rey, Elsa takut jika suatu saat nanti Rey akan meninggalkannya karena perjanjian itu.
"Terserah lah! Masalah perjanjian akan aku bicarakan nanti, sekarang aku sangat lapar.." gumam Elsa yang segera keluar dari bathup dan memakai pakaiannya.
Elsa melihat ke dapur resort tersebut namun tidak ada apapun yang bisa dia masak, Elsa merasa sangat kesal karena hal itu.
Tok,,tok,,tok..
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Elsa dan Rey.
Elsa menoleh ke arah Rey yang masih tertidur, lalu akhirnya membukakan pintu kamarnya untuk orang yang sedang mengetuk pintu kamarnya.
"Jef? Ada apa pagi-pagi kemari?" Tanya Elsa yang terkejut saat melihat Jef sedang menunggu di depan pintu.
"Maaf mengganggu nyonya, saya ingin bertanya apa yang anda inginkan untuk sarapan pagi ini?" Tanya Jef.
"Aku, hmm.. Bagaimana kalau kamu membeli bahan-bahannya saja lalu masak di sini, karena hanya di kamar ini yang memiliki dapur pribadi." ucap Elsa.
"Baiklah nyonya, saya akan segera kembali, anda ingin makan apa?"
"Apa saja, aku dan kak Rey tidak memiliki alergi apapun jadi kamu bisa membeli bahan apapun, kamu juga lebih baik sarapan di sini saja bersama kami." ucap Elsa.
"Baik nyonya, kalau begitu saya permisi!" ucap Jef yang seger pergi untuk membeli bahan makanan yang akan mereka makan untuk sarapan.
__ADS_1
Setelah melihat Jef pergi, Elsa segera kembali masuk ke dalam kamarnya.
"Cih! Setelah menyiksaku semalaman dia dengan enaknya tertidur nyenyak!" ketus Elsa sambil menatap tajam ke arah Rey yang sedang tertidur.
Setelah menunggu beberapa menit di balkon, akhirnya ada yang mengetuk pintu kamar Elsa kembali.
Dengan segera Elsa membuka pintu kamarnya karena dia juga sudah sangat lapar sekali.
"Jef! Bagaimana? Kamu sudah membeli bahan makanan?" Tanya Elsa.
"Sudah nyonya."
"Sini, aku akan memasak dulu! Lebih baik kamu masuk dan tunggulah di dalam, atau kalah kamu tidak nyaman, kamu juga bisa menunggu di kamarmu." ucap Elsa.
"Nyonya, lebih baik anda yang menunggu! Saya yang akan memasak untuk anda dan tuan Rey."
"Hah? Kamu bisa masak?" Tanya Elsa yang meragukan kemampuan Jef.
"Jangan meragukan saya nyonya, orang dari kampung masakannya lebih hebat dari koki terkenal." ucap Jef.
"Ah, benarkah? Aku baru tau, lagipula apa bedanya orang kampung sama orang kota?" Tanya Elsa
Jef berjalan menuju dapur pribadi yang ada di kamar Rey dan Elsa, dia menyiapkan semua keperluan untuk memasak sambil mendengarkan ucapan Elsa.
Mendengar penjelasan dari Jef membuat Elsa menganggukkan kepalanya, dia merasa benar juga apa yang di katakan Jef.
Jef mulai membuatkan minuman hangat untuk mereka, melihat laki-laki yang ada di hadapannya sedang fokus menuangkan minuman ke dalam teko membuat Elsa terpukau di buatnya.
"Apa kamu selalu memakai kacamata kalau sedang tidak bekerja Jef?" Tanya Elsa.
"Iya nyonya, saya selalu memakainya saat sedang tidak bekerja, jika bekerja saya biasanya memakai kontak lensa." jelas Jef.
"Wah, ternyata kamu serajin itu mengganti lensa dan kacamata." ucap Elsa.
Rey yang mendengar suara berisik di kamarnya akhirnya terbangun untuk melihat asal suara tersebut.
"Pagi-pagi berisik sekali!" gumam Rey sambil berjalan ke arah dapur.
"Elsa? Jef? Apa yang sedang kalian lakukan!?" Tanya Rey kesal.
"Kamu ga liat Jef lagi ngapain kak? Dia lagi masak tau! Dan aku lagi menikmati keindahan itu!" ketus Elsa yang masih menatap Jef dengan senyuman.
Rey yang kesal langsung menatap tajam ke arah Elsa dan Jef secara bersamaan, namun percuma saja karena keduanya sedang sibuk masing-masing.
__ADS_1
"Jejep!" teriak Rey yang membuat bayangan Elsa hancur begitu saja.
Elsa yang kesal langsung memberikan tatapan tajam ke arah suaminya.
"Kamu! Kenapa kamu selalu mengganggu sih kak!"
"Mengganggu!? Bagaimana bisa aku diam saja saat istriku sedang mengagumi pria lain!?"
"Tentu saja! Lalu apa yang bisa aku lakukan? Melihatmu tertidur?"
"Aku juga bisa memasak!"
"Cih! Apanya! Kamu yang menyiksaku semalaman, Jef yang memasakkan makanan untukku! Lengkap bukan?" ketus Elsa.
Rey yang semakin kesal dengan ucapan Elsa langsung menghampirinya dan Mel*mat habis bibir mungilnya itu tanpa memperdulikan kehadiran Jef yang saat itu sedang berada di hadapan mereka.
Elsa berusaha sekuat mungkin untuk mendorong Rey, namun percuma! Usahanya sia-sia karena tenaga Rey lebih besar di bandingkan dengan Elsa.
Sedangkan Jef hanya menghela nafas panjang melihat adegan dewasa yang merusak kedua matanya itu.
"Haahh,,, sepertinya aku harus terbiasa dengan hal ini." gumam Jef yang masih fokus memasak.
"Mmmhh!! Kak apaan sih!" ketus Elsa yang sudah berhasil mendorong tubuh Rey.
Seketika bibir Elsa bengkak akibat perbuatan suaminya yang menyebalkan itu.
"Kamu ga tau malu ya kak!? Ga liat ada Jef di sini hah!?" ketus Elsa.
"Itulah kenapa aku melakukannya, karena Jef ada di sini, biarkan dia melihat kalau kedua atasannya saling mencintai agar dia tidak berani mendekati kamu!" ucap Rey dengan senyum menyebalkan.
"Kau! Kak Rey kamu menyebalkan!" teriak Elsa.
"Maaf sayang, aku kesal karena kamu mengagumi laki-laki lain!"
"Tuan tenang saja, saya tidak menyukai nyonya, saya memiliki selera wanita sendiri." ucap Jef tiba-tiba hingga membuat Elsa menoleh dan menatap tajam ke arahnya.
"Apa kamu bilang!?" teriak Elsa.
"Hahahaha, lihatlah sayang! Tidak semua laki-laki menyukaimu dan menganggapmu cantik." ejek Rey.
"Diam kalian semua!!!!" teriak Elsa.
"Hei kau Jejep Sukejep! Apa kamu fikir kamu adalah seleraku? Tentu saja tidak! Aku juga memiliki selera tinggi terhadap laki-laki!" tegas Elsa dengan tatapan kesal.
"Dan kamu! Suamiku tersayang, kamu fikir aku akan diam saja? Kamu tidak akan aku kasih jatah! Dan mulai hari ini kamu tidur di kamar Jef!!" tegas Elsa yang langsung keluar rumah meninggalkan Jef dan Rey dalam keadaan perut yang sangat lapar.
__ADS_1