ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 126


__ADS_3

Rumah Jef dan Sarah.


Sarah kembali mencoba untuk mengetes Kehamilannya karena selama beberapa hari ini Sarah merasa cepat sekali lelah dan mengantuk.


Walaupun tadi pagi dia sudah mengetesnya, namun ada yang bilang kalau waktu paling tepat untuk mengetes kehamilan adalah saat bangun tidur.


Akhirnya dengan diam-diam Sarah beranjak dari tempat tidurnya berjalan ke kamar mandi dan menyembunyikan alat tes kehamilan di kantung baju tidurnya agar Jef tidak melihatnya.


"Huh, bismillah.." gumam Sarah sambil menarik nafas panjang untuk menenangkan diri.


Setelah buang air kecil Sarah memasukkan alat tes kehamilan ke dalam gelas kecil yang dia pegang dan mencoba untuk menunggu hasilnya.


Sangking gugupnya Sarah sampai menutup kedua matanya karena takut jika hasilnya akan mengecewakan.


Dengan perlahan Sarah membuka sedikit matanya dan melihat alat tes kehamilan tersebut dengan samar.


"Garis dua!?" ucap Sarah yang langsung membuka lebar kedua matanya karena tidak percaya.


Sarah mendekatkan kembali alat tersebut di wajahnya dan melihat dengan teliti alat tersebut.

__ADS_1


"I-ini beneran? Serius? Huaa bagaimana ini apa aku sedang bermimpi?" gumam Sarah sambil meneteskan air mata.


Jef yang samar-samar mendengar suara istrinya langsung membuka matanya dan menoleh ke sampingnya yang ternyata tidak ada sang istri di sebelahnya.


Jef segera turun dari tempat tidurnya dengan wajah panik karena dia takut Sarah akan melakukan hal berbahaya karena terlalu stres memikirkan tentang kehamilan.


"Sarah?" panggil Jef namun Sarah tidak menjawabnya karena dia masih menangis bahagia di dalam kamar mandi.


Brak!! Jef membuka pintu kamar mandi dengan kencang, Jef terkejut saat melihat Sarah sedang menangis sambil memegang alat tes kehamilan di tangannya.


Tentu saja Jef sudah tau jika Sarah akan mengetesnya kembali dan hasilnya tetap negatif, jadi Jef segera memeluk tubuh istrinya itu dan mencoba untuk menenangkannya.


"Hikss,, hikss,, Jef bagaimana ini.." ucap Sarah.


"Sudah sayang tidak apa-apa, kamu tidak salah, tidak ada yang salah di sini, aku akan meminta ijin kepada tuan Rey dan Elsa untuk membawa anak-anak menginap di sini nanti malam." ucap Jef.


Karena Jef tau hanya anak-anak lah yang bisa menjadi obat untuk istrinya.


Sebenarnya Jef dan Sarah sudah ingin merawat Dika di rumahnya, namun Elsa ingin Sarah dan Jef fokus pada program hamilnya dan menyuruh Sarah banyak istirahat agar cepat mendapat momongan.

__ADS_1


Lagipula Jef dan Sarah juga merasa kasihan jika Dika harus terpisah dari Gilang dan Giffari, jadi akhirnya Dika tetap tinggal bersama Rey dan Elsa.


"Hikss, sayang.. Kita berhasil.." ucap Sarah.


"Hah? Berhasil apa sayang?" Tanya Jef.


"Kita berhasil, lihat ini hikss.." Sarah memberikan alat tes kehamilan yang dia pegang kepada suaminya.


Jef segera mengambil alat tersebut dan memperhatikannya dengan baik-baik.


"Apa!? Apakah ini benar-benar terjadi?!" ucap Jef dengan semangat.


"Aku juga benar-benar tidak percaya sayang hikss.." ucap Sarah sambil memeluk tubuh Jef dengan erat.


"Alhamdulillah... Akhirnya penantian kita selama beberapa tahun ini sudah terbayar sayang.. Kita harus segera pergi ke rumah sakit hari ini, aku akan meminta ijin kepada tuan Rey dan Elsa." ucap Jef dengan semangat.


Sarah hanya tersenyum bahagia sambil menganggukkan kepalanya, dia benar-benar tidak punya kata-kata lagi untuk mengungkapkan kebahagiaannya saat ini.


"Terimakasih, terimakasih karena engkau sudah menjawab semua doa-doa ku ya Allah.. Aku akan menjaga titipan malaikat kecil ini dengan baik dan menjadikannya anak yang berbakti kepadamu." gumam Sarah yang masih meneteskan air mata.

__ADS_1


__ADS_2