
Di rumah papi Kalandra, Elsa di sambut dengan sangat baik karena mereka semua sangat menyayangi Elsa.
“Hai Elsa, akhirnya kamu main ke rumah mami juga setelah sekian lama..” ucap Khansa sambil memeluk tubuh Elsa.
“Yaelah mi, baru juga seminggu yang lalu dia ke rumah kita udah kayak setahun ga kerumah aja.” Ucap Ken.
“Kamu ini pengganggu suasana saja Ken!” ketus Khansa.
“Sudahlah kalian jangan berdebat! Elsa ayo duduklah, saat Key dan Rey pulang nanti kita akan makan bersama, papi juga sudah menghubungi papamu kalau kamu akan makan malam di sini.” Ucap Kalandra.
“Kalau begitu Ken mandi dulu ya pi mi.” ucap Ken yang di balas anggukan kepala oleh Kalandra dan Khansa.
Sedangkan Elsa duduk di sofa sambil meminum susu hangat yang di berikan oleh Khansa.
“Kamu istirahat di kamar Key ya Els, mandi dan pakailah baju Key, pasti muat.” Ucap Khansa.
“Ga usah deh mi, Elsa nanti aja istirahatnya nunggu kak Key pulang.” Ucap Elsa.
“Kenapa? Takut ya sama Key? Emang anak mami yang satu itu cewe-cewe tapi judes banget, mami takut kalau dia nanti di jauhin cowok!” ucap Khansa.
“Pftt,, awas kalau kak Key denger loh mi..” ucap Elsa.
“Tapi memang benar, dia tidak bisa di ajak bercerita curhat-curhatan.” Ucap Khansa.
Khansa dan Elsa saling berbicara dengan nyaman, mereka tertawa bersama karena Elsa adalah orang yang bisa di ajak bercanda, sedangkan Key adalah orang yang kaku dan tidak bisa di ajak bercanda.
Tidak lama kemudian, Key dan Rey datang dan langsung menyalami Khansa yang ada di sana bersama Elsa.
“Hai kak Key, kak Rey.” Sapa Elsa.
“Hai juga Els.” Ucap Key dengan datar.
Sedangkan Rey hanya menganggukkan kepalanya sedikit lalu duduk bersandar di sofa.
“Key, ajaklah Elsa ke kamarmu, biarkan dia mandi dan beristirahat di kamarmu, pinjamkan bajumu juga untuknya.” Ucap Khansa.
“Hm, baiklah mi.. Ayo Els ikut denganku.” Ajak Key.
Mendengar ajakan Key membuat Elsa tersenyum senang, dia langsung berdiri dan menoleh ke arah Rey.
“Kak Rey ga istirahat juga?” tanya Elsa.
Rey menatap Elsa dengan tajam, entah kenapa setiap melihat Elsa membuat Rey kesal mengingat betapa cerewetnya dia.
“Tidak!” ketus Rey.
Mendengar Rey yang bicara ketus padanya membuat Elsa, diam tidak mengatakan apapun lagi.
“Els, ayo!” teriak Key dari atas tangga.
Elsa segera berlari menyusul Key yang sudah memanggilnya, Elsa dan Key mandi secara bergantian Key juga memberikan pakaiannya untuk di pakai Elsa dan setelah itu Key menyuruh Elsa untuk tidur.
__ADS_1
“Kak Key ga tidur siang?” tanya Elsa.
“Aku tidak biasa tidur siang! Kamu tidurlah, aku akan ke bawah nemenin mami.” Ucap Key yang langsung turun ke bawah.
Elsa terdiam sambil berbaring di atas tempat tidur Key, namun Elsa tidak bisa tertidur sama sekali karena dia merasa bosan.
“Aku turun ke bawah juga aja deh.” Gumam Elsa yang akhirnya ikut turun ke bawah.
“Loh, Elsa ga jadi tidur?” tanya Khansa.
“Engga mi, Elsa ga bisa tidur jadi Elsa di sini aja sama mami dan kak Key.” Ucap Elsa.
Elsa menoleh ke kanan dan ke kiri seperti sedang mencari seseorang, Key yang melihatnya langsung mengetahui siapa yang sedang di cari oleh Elsa.
“Kamu mencari Rey? Dia ada di atas sedang mandi, ntar lagi juga turun.” Ucap Key yang membuat Elsa menjadi salah tingkah.
“Kenapa Elsa mencari Rey?” tanya Khansa yang tidak tau apa-apa.
Key hanya mengangkat kedua bahunya, sedangkan Khansa masih belum mengerti apa yang di bicarakan anaknya.
Tidak lama kemudian Rey dan Ken turun ke bawah secara bersamaan, Elsa yang melihat mereka menuruni tangga langsung terpukau karena ketampanan Rey yang menurutnya semakin meningkat saat memakai kaos oblongnya.
“Kenapa dia selalu tampan kapanpun aku melihatnya.” Batin Elsa sambil tersenyum sendiri melihat Rey.
Rey sadar kalau Key dari tadi melihat dirinya, Rey yang merasa tidak nyaman langsung berhenti sebentar dan berjalan tepat di belakang Ken agar tidak bisa di lihat oleh Elsa.
“Rey, kamu kenapa berjalan di belakangku?” tanya Ken.
“Diamlah! Aku risih Elsa menatapku terus!”
“Lagian Elsa cantik kok.” Lanjutnya.
“Diamlah! Berisik!” ketus Rey.
Sampailah akhirnya mereka di bawah, Rey langsung mengambil tempat duduk yang tidak bisa di jangkau oleh penglihatan Elsa, sedangkan Elsa kesal karena dia tidak bisa melihat Rey dengan leluasa.
“Huh, kenapa kak Rey menjauhiku begitu.” Batin Elsa sambil memanyunkan bibirnya.
“Oke karena sudah berkumpul semua, para wanita ayo ikut mami ke dapur untuk menyiapkan makan malam kita nanti.” Ucap Khansa.
Dengan malas Key berdiri dan mengikuti maminya ke dapur, sedangkan Elsa hanya mengikuti Key seperti anak ayam.
Namun saat berjalan, Elsa sesekali menoleh ke arah Rey dan tersenyum kepadanya, Rey yang tidak sengaja berpapasan melihat Elsa langsung menatapnya dengan tajam dan membuang wajahnya.
“Apa dia sudah gila!” gumam Rey yang masih bisa di dengar oleh Ken.
“Hah? Siapa yang gila Rey?” tanya Ken.
“Tidak ada!” ketus Rey.
Setelah itu Rey dan Ken berbincang-bincang mengenai berbagai macam hal.
__ADS_1
“Oh iya Rey, menurutmu Elsa orang yang bagaimana?” tanya Ken secara tiba-tiba.
“Kenapa kamu bertanya seperti itu?”
“Tidak, aku hanya penasaran saja kenapa kamu dan Key sepertinya cuek kepadanya, aku hanya ingin tau di matamu Elsa adalah orang yang seperti apa.”
“Dia manja, cerewet, bodoh!”
“Yaampun, gaada bagus-bagusnya perasaan.”
“Memang tidak ada yang bagus darinya!”
“Awalnya aku mengira dia hanyalah gadis yang manja, tapi tadi saat melihat dan mendengarnya berbicara dengan temannya, dia adalah gadis yang dewasa.” Ucap Ken.
“Dewasa apanya? Dia hanya gadis yang bisanya mencari perhatian.”
“Wajar jika dia mencari perhatian, kedua orang tuanya sibuk, abang juga jarang menemaninya di rumahnya karena abang juga memiliki kesibukan dan setelah bekerja dia langsung pulang kemari untuk beristirahat, jadi wajar jika dia mencari perhatian.” Jelas Ken.
“Tidak! Menurutku itu tidak wajar jika dia harus menatapku dengan senyum yang tidak bisa di artikan itu!”
“Hahaha, itu karena dia menyukaimu Rey!”
“Tidak mau! Aku tidak mau di sukai oleh gadis manja sepertinya! Aku mau memiliki kekasih yang dewasa dan mandiri.”
“Awas aja kalau nanti nyesel saat dia sudah tidak menyukaimu lagi, dan kamu akan merasa kehilangan saat dia sudah tidak pernah mengganggumu.” Canda Ken.
Rey hanya menatap Ken dengan tajam, karena menurutnya dia tidak akan pernah menyukai gadis manja dan cerewet itu.
Di dapur, Khansa mengajari Elsa untuk memotong sayuran mengiris bawang dan lainnya, sedangkan Key yang sudah terlatih hanya fokus pada pekerjaannya.
“Hikss,, hikss,, kenapa perih sekali mami.. Elsa tidak bisa membuka mata.” Ucap Elsa yang menangis karena bawang yang sedang dia iris.
Khansa tertawa melihat kelucuan Elsa, sedangkan Key mengulas senyum tipis di wajahnya karena menurutnya Elsa juga sangat menggemaskan.
“Hahaha, sudahlah sayang kamu cuci tangan pakai sabun dan cuci wajahmu.” Ucap Khansa yang mengambil pisau dari tangan Elsa.
Elsa menuruti ucapan Khansa untuk mencuci tangan dan wajahnya, setelah itu dia kembali ke dapur.
“Apa kamu tidak pernah membantu mamamu memasak Els?” tanya Khansa.
“Tidak mi, mama memasak di saat aku belum terbangun, dan masak untuk makan malam sebelum aku pulang sekolah, jadi aku tidak pernah membantunya memasak sama sekali.” jelas Elsa.
“Memasak adalah kewajiban seorang perempuan, dulu mamamu juga mami yang mengajarkan, sekarang mami yang akan mengajarkanmu untuk memasak.”
“Kenapa kita harus memasak mi? Kan bisa pesan saja.”
“Elsa sayang, jika kamu memasak untuk keluargamu dengan tanganmu sendiri rasanya akan lebih menyenangkan.” Jelas Khansa.
“Mami bilang, kita para perempuan suatu saat nanti akan menikah dan tinggal di rumah mertua, belum tentu kita mendapat mertua yang baik, kalau kita mendapat mertua yang cerewet dia pasti akan memarahi kita kalau kita tidak bisa memasak!” lanjut Key.
Mendengar hal itu membuat Elsa merinding, dia tidak bisa membayangkan kalau dirinya akan di marahi karena tidak bisa memasak sama sekali.
__ADS_1
***