
“Bagaimana? Apa kalian sudah menemukan ibu kandung Jef?” tanya Rey kepada orang-orang suruhannya.
“Sudah tuan, kemarin beliau kabur dari ruma sakit jiwa dan berjalan-jalan di tempat hiburan, dan aku lihat dari kamera CCTV beliau sudah pernah bertemu dengan Jef di tempat itu.” Jelas orang suruhan Rey tersebut.
“Benarkah? Kalau begitu segera cari dan bawa kemari!” tegas Rey.
“Sudah tuan, beliau sudah berada di bawah tuan.”
Mendengar ucapan orang suruhannya, Rey segera beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mengikuti orang suruhannya menuju ke tempat di mana ibu kandung Jef berada.
“Panggil Jef, suruh dia ke perusahaan untuk bertemu dengan ibu kandungnya.” Ucap Rey.
“Siap tuan!” ucap orang suruhan Rey yang langsung menghubungi Jef.
Sesampainya di sebuah ruangan yang ada di perusahaannya, Rey segera masuk ke dalam dan melihat seorang ibu-ibu paruh baya yang sedang duduk terdiam di sofa yang ada di ruangan itu.
Saat Rey masuk ke dalam ruangan dan berjalan mendeka, ibu paruh baya tersebut menoleh ke arah Rey dengan tatapan sendu dan senyuman yang menghiasi wajahnya.
“Tante, tante Hanin…” panggil Rey dengan lembut.
“K-kamu kenal saya? Kamu siapa?” tanya Hanin kepada Rey.
“Saya Rey temannya Han, anak tante.. Tante kenal Han?” tanya Rey yang sudah duduk di sebelah Hanin.
“Han? Hanku? Kamu teman Hanku? Tapi Hanku masih sangat kecil.” Ucap Hanin.
Jujur saja Rey bukanlah tipe orang yang mudah menangis dengan hal sesedih apapun, tapi melihat Hanin yang mengatakan hal itu membuat air mata Rey menetes seketika.
Ibu yang seharusnya melihat bagaimana anaknya bertumbuh kembang, bahkan saat ini Hanin tidak tau kalau sang anak sudah bertumbuh dewasa.
“Han sekarang sudah besar tante dan sudah menikah, Han sudah menjadi laki-laki dewasa yang tampan sekarang.” Ucap Rey.
“Menikah? Benarkah?” tanya Hanin yang di balas anggukan oleh Rey.
“Kamu Rey, anakku Han, kalian menjadi Reyhanku.” Ucap Hanin tiba-tiba yang membuat Rey tersenyum sambil menghapus air mata yang menetes di wajahnya.
Tidak lama kemudian, Jef datang bersama Sarah dan berjalan mendekati Hanin dan Rey yang sedang duduk di sofa.
“Tuan..” panggil Jef.
“Jef kamu sudah sampai? Dia adalah tante Hanin, ibu kandungmu.” Ucap Rey.
__ADS_1
Hanin menoleh melihat wajah Jef dengan seksama. Melihat hal itu Rey segera bangkit dari tempat duduknya dan menyuruh Jef duduk di sebelah ibunya.
“Mama Hanin… Ini Han anak mama.” Ucap Jef dengan perlahan.
“Han? Kamu Han?” tanya Hanin.
Sarah mendekati Hanin dan mengerutkan keningnya, dia tiba-tiba tersadar akan sesuatu.
“Ibu ini, ibu ini ibu yang waktu itu bertabrakan sama aku Jef.” Ucap Sarah yang membuat Jef terkejut.
“Apa? Benarkah?”
“Iya Jef, ibu ini bilang kalau dia sedang menunggu suaminya yang sedang bekerja dan keliling mencari mainan sama kayak aku pas beli buat Dika, Gilang dan Giffa.” Jelas Sarah.
“Dokter bilang, ingatan tante Hanin akan berhenti di saat suaminya masih hidup, kadang dia juga melupakan segalanya.” Jelas Rey.
Mendengar ucapan Rey membua Jef dan Sarah merasa sedih dan langsung memeluk tubuh Hanin dengan erat.
“Mama, maafin Han ya.. Mulai sekarang Han yang akan menjaga dan mengurus mama,sekarang mama juga sudah punya anak perempuan namanya Sarah dia istri Rey dan sebentar lagi mama akan menjadi nenek.” Ucap Jef.
Hanin menoleh ke arah Sarah dan tersenyum ke arahnya, lalu memeluk tubuh Jef dan Sarah dengan erat sambil menangis.
***
Di dalam kamar Dika, Gilang dan Giffari, Elsa yang sedang merapihkan pakaian ketiga anaknya itu di kejutkan dengan teriakan mereka yang baru pulang dari sekolah.
“Mama!!” teriak ketiganya secara bersamaan.
“Yaampun sayang, kalian bertiga bisa ga sih jangan berisik? Ayo yang bener gimana kalo pulang sekolah?” tegas Elsa.
Dengan segera ketiga anak laki-lakinya langsung berdiri sejajar lalu mengucapkan salam terlebih dahulu dan meminta maaf karena sudah membuat Elsa terkejut, lalu ketiganya menghampiri Elsa secara bergantian untuk bersalaman.
“Nah begitu baru namanya anak pintar… Papa dan mama tidak pernah mengajarkan kalian bertiga tidak sopan seperti itu, mengerti?” ucap Elsa yang di balas anggukan oleh ketiga anaknya.
“Kalian pulang sama siapa?” tanya Elsa.
“Sama pak supir ma, tadi pak sumpir jemput kita di sekolah.” Jawab Dika.
“Baiklah kalau begitu kalian cepat ganti baju nanti kita makan siang bareng ya, mama masih beresin lemari kalian nih.” Ucap Elsa.
“Kenapa di beresin ma?” tanya Giffari.
__ADS_1
“apa?! Kamu masih tanya kenapa di beresin? Kalian semua ga liat lemari kalian udah kayak kapal pecah begini? Kalian kalo ngambil baju ga bisa pelan-pelan ya?” ucap Elsa sambil membuka pintu lemari anak-anaknya dengan lebar hingga membuat mereka bisa melihat kekacauan di dalam lemarinya.
Dika, Gilang dan Giffari hanya bisa memamerkan gigi putihnya melihat betapa berantakannya lemarinya.
Bagaimana tidak berantakan, setiap mengambil pakaian mereka berlomba siapa yang lebih dulu selesai memakai pakaian jadilah mereka mengambil pakaian dengan asal dan membuat lemarinya berantakan seperti saat ini.
Sedangkan Elsa hanya bisa menggelengkan kepala sambil menghela nafas panjang karena melihat wajah polos anak-anaknya saat di marahi.
Sama seperti saat mereka kabur dan menerobos restaurant Rey, mereka bertiga pun berhasil lolos dari hukuman karena wajah polos mereka yang membuat Rey dan Elsa akhirnya hanya memberi mereka peringatan saja.
“Udah sana ganti baju jangan nanya terus, mama udah nyiapin baju buat kalian tuh.” Ucap Elsa.
Akhirnya Dika, Gilang dan Giffari segera mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sudah di siapkan oleh Elsa.
Klakson mobil berbunyi dan mereka semua tau kalau itu adalah mobil Rey yang baru pulang dari perusahaan.
“Papa!!” teriak Dika, Gilang dan Giffari sambil melihat satu sama lain.
Elsa yang tau kalau anak-anaknya sangat antusian langsung berdehem sambil menatap tajam ke arah ketiga anaknya.
“Hey kalian… Pakai dulu bajunya baru nyamperin papa!” tegas Elsa yang langsung berdiri dan keluar dari kamar anak-anaknya untuk menghampiri suaminya.
“Hai sayang..” sapa Elsa yang sudah menuruni tangga dan melihat suaminya yang sudah masuk ke dalam rumah.
Elsa segera menghampiri suaminya dan mengambil tas kerjanya dan membantunya membuka dasi yang terlilit di kerah bajunya.
“Dimana anak-anak?” tanya Rey.
“Di kamarnya, tadi mereka mau langsung lari pas mobil kamu dateng, tapi aku marahin soalnya mereka lagi pake baju tapi udah mau lari aja nyamperin kamu.” Jelas Elsa yang di balas tawa oleh Rey.
“Kamu ketawa? Anak-anak mirip banget kayak kamu sayang, kamu ga tau gimana ngurus empat laki-laki nyebelin kayak kalian tau.” Ucap Elsa.
“Hahaha, kamu akan merindukan kami kalau jauh dari kami sayang.” Balas Rey.
“Tunggu! Mata kamu kenapa kayak habis nangis gitu?” tanya Elsa yang baru sadar jika mata suaminya sembab.
“Ah aku udah menemukan tante Hanin, ibu kandung Jef dan momen itu sangat haru jadi aku nangis deh.” Jelas Rey.
“Syukurlah kalau mereka sudah bertemu… Pasti Jef dan Sarah senang sekali, oh iya bukan Jef sekarang namanya jadi Han.” Ucap Elsa sambil tersenyum senang, begitu pula dengan Rey.
Rey bahagia karena semua masalah sudah selesai dan berharap kalau semuanya akan berjalan dengan lancar seterusnya.
__ADS_1