
“Kamu tidak apa-apa Els?” tanya Ken yang terlihat sangat mengkhawatirkan Elsa.
“Tidak apa-apa kak, Elsa baik-baik saja kok.” Ucap Elsa.
“Bangunlah, kotor di bawah.” Ucap Ken sambil membantu Elsa berdiri.
“Els, kamu baik-baik saja? Apa kamu terluka?” tanya Key yang menghampiri Elsa dengan jalan yang sedikit pincang karena kakinya tertimpa barang.
“Aku baik-baik saja kak, kak Key baik-baik saja?” tanya Elsa kembali.
“Aku baik-baik saja.”
“Bawa Elsa dan Key ke ruanganku, aku akan mengobati mereka.” Ucap Kenan yang di balas anggukan oleh Rey dan Ken.
Ken membantu Elsa untuk berjalan sedangkan Rey membantu Key, mereka berempat pergi ke ruangan Kenan, sedangkan Kenan masih mencari kepala pegawai yang mengurus bagian gudang.
“Kamu ini bagaimana, kenapa bisa ada barang yang jatuh bahkan bisa-bisanya barang itu menimpa adik-adikku!” teriak Kenan.
“M-maafkan kami tuan Kenan, bawahan saya memang tidak becus bekerja, saya akan menegur mereka dan menyuruh mereka untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi kepada adik-adik tuan Kenan.” ucap pria tersebut.
“Tidak perlu bertanggung jawab! Aku hanya tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi, karena kalau hal ini terjadi lagi aku akan memecat kau dan semua orang yang ada di sini!” tegas Kenan yang langsung meninggalkan gudang tersebut.
Para karyawan yang ada di sana terkejut melihat Kenan yang sangat marah, karena selama Kenan memegang perusahaan dia tidak pernah marah kepada bawahannya.
“Aku baru pertama kali lihat tuan Kenan marah seperti itu.” Bisik salah satu pegawai tersebut.
“Ya namanya juga menyangkut keluarganya, tentu saja dia akan sangat marah seperti itu.” Balas yang lainnya.
“Sudah diam! Kalian semua harus memperbaiki kesalahan kalian atau kalian akan di pecat jika hal ini terjadi lagi!” bentak kepala pegawai tersebut.
Akhirnya semua pegawai yang tadinya berkumpul langsung berhamburan untuk kembali melakukan pekerjaan mereka masing-masing.
Sedangkan Kenan yang sudah di dalam ruangannya segera memeriksa kaki Key lebih dulu karena menurutnya luka Key lebih parah di bandingkan dengan Elsa.
Sedangkan Elsa yang melihat hal itu langsung menatap sedih ke arah Kenan dan Key.
“Aku juga ingin di nomer satukan.” Batin Elsa.
Kenan memeriksa luka di tubuh Elsa, namun tidak ada yang fatal dari luka Elsa dan semuanya baik-baik saja. Setelah memastikan kedua adik perempuannya baik-baik saja, Kenan langsung menyuruh mereka berempat untuk menunggu di ruangannya setelah itu dia akan menghubungi sopir pribadinya untuk mengantar mereka berempat.
“Tapi bang, kita baru saja datang bagaimana bisa kita pulang secepat itu?” tanya Key.
“Jangan membantah Key, kakimu saja pincang lalu bagaimana caranya kamu melanjutkan berkeliling?” ucap Kenan.
__ADS_1
Key hanya diam saja, begitu juga dengan Elsa, Rey dan Ken, mereka bertiga tau betul kalau abangnya sedang marah, mereka tidak boleh menentangnya.
Kenan menghubungi supir pribadinya lebih dulu, setelah itu dia menghubungi para orang tuanya dan juga Robert untuk memberitahunya tentang kecelakaan yang terjadi di perusahaannya.
“Ayo aku antar ke depan, supir pribadiku sudah sampai di sini.” Ucap Kenan.
Elsa, Rey, Ken dan Key hanya menuruti ucapan Kenan dan berjalan mengikuti Kenan dengan wajah yang lesu.
“Setelah pulang nanti kalian langsung istirahat! Setelah Key dan Elsa sudah membaik baru aku akan menyuruh kalian kemari lagi.” Ucap Kenan yang di balas anggukan kepala oleh keempat adiknya itu.
Pertama supir tersebut mengantar Elsa ke rumahnya lebih dulu, tersisalah Rey, Ken dan Key di dalam mobil.
“Apa kamu menyukai Elsa?” tanya Rey kepada Ken secara tiba-tiba.
Ken dan Key yang mendengarnya langsung terkejut dan menoleh ke arah Rey secara bersamaan.
“Apa maksudmu Rey! Apa kamu sudah gila?!” tanya Key.
“Kenapa kamu bertanya seperti itu?” tanya Ken.
“Aku lihat kamu sangat mengkhawatirkan Elsa tadi, jadi aku kira kamu menyukainya.” Ucap Rey dengan cuek.
“Gila! Elsa itu adik kami!”
“Apa putus dengan Nala membuatmu jadi tidak waras Rey?! Abang Kenan adalah kakakku, Elsa adalah adiknya tentu saja Elsa juga adikku! Mungkin kalau kamu yang menyukainya masih pantas, tapi aku tentu saja aku tidak bisa!” tegas Ken.
Rey hanya diam saja mendengar ucapan Ken, sedangkan Key dan Ken masih menatapnya dengan tajam karena tidak menyangka dengan pertanyaannya.
Sesampainya di rumah, Rey segera turun dari mobil dan masuk ke dalam rumahnya, sedangkan Ken dan Key melanjutkan perjalanan mereka.
“Apa Rey sudah gila?! Kenapa dia bertanya hal yang sangat tidak masuk akal!” ucap Key yang masih kesal dengan Rey.
“Sudahlah, dia menjadi lebih pendiam setelah patah hati, mungkin fikirannya juga rada miring.” Ucap Ken.
“Kamu selalu seperti ini Ken! Menyebalkan!” ketus Key.
“Key, Rey itu saudara kita, dia sampai bertanya seperti itu karena hatinya masih belum tertata dengan benar.” Ucap Ken.
Key hanya diam tidak mengucapkan apapun kepada Ken dan dia hanya melihat ke luar jendela mobilnya.
***
Di rumah, Elsa yang baru masuk ke dalam rumahnya langsung di beri beribu pertanyaan tentang keadaannya.
__ADS_1
“Elsa, kamu baik-baik saja? Kenapa kamu dan Key bisa sampai kejatuhan begitu? Apa kalian berdua terluka?” tanya Rose sambil memutar tubuh anaknya ke kanan dan ke kiri.
“Yaampun mama,, Elsa baik-baik saja kok tenanglah!” ucap Elsa.
“Kamu selalu membuat mama khawatir! Bagaimana mama bisa tenang kalau tiba-tiba Kenan menghubungi mama dan mengatakan kalau ada kecelakaan yang menimpamu!” ketus Rose.
Elsa hanya diam, dia tidak membantah ucapan mamanya karena dia tau kalau mamanya sangat mengkhawatirkannya.
“Sudahlah ma, Elsa baik-baik saja kok lihat bukan? Sudah jangan khawatir lagi ya..” ucap Elsa dengan lembut dan memeluk tubuh mamanya untuk membuatnya tenang.
“Kamu istirahat sana, nanti mama bawakan teh hangat untukmu.” Ucap Rose.
Elsa langsung mengangguk dan naik ke atas untuk beristirahat di dalam kamarnya.
Di dalam kamar Elsa duduk di kursi meja belajarnya, dia melihat bingkai foto saat kelulusannya bersama kedua orang tuanya dan juga Kenan.
“Aku tidak tau ternyata jarak di antara kita terlalu besar bang.”gumam Elsa sambil menatap bingkai foto tersebut.
“Kak Key memang baik, tapi kalau boleh jujur aku sangat cemburu melihat abangku lebih dekat dengannya di bandingkan denganku.” Lanjutnya sambil membalik bingkai foto tersebut.
Setelah bergulat dengan fikirannya, Elsa segera membersihkan dirinya dan berbaring di atas tempat tidur sambil menunggu mamanya membawakan teh hangat untuknya.
Tok,,tok,,tok..
“Masuk ma.” Ucap Elsa dari dalam kamarnya.
“Sayang, ini teh hangatmu.” Ucap Rose sambil menaruh gelas yang berisi teh hangat di meja belajar Elsa.
“Sayang, kenapa foto ini kebalik?” tanya Elsa sambil melihat ke arah anaknya.
Elsa hanya diam saja, dia terlihat bingung mau menjawab apa kepada mamanya.
“Sayang, apa ada sesuatu yang terjadi?” tanya Rose sambil menghampiri anaknya.
“Tidak ada apa-apa ma..”
“Apa kamu sedang bermasalah dengan abangmu?” tanya Rose kembali.
Elsa awalnya ragu, namun dia akhirnya menceritakan semuanya kepada mamanya, menceritakan semua yang dia rasakan.
“Sayang, wajar jika abangmu lebih dekat dengan mereka, abangmu sudah sangat lama sekali tinggal bersamanya dan mereka sangat menyayanginya, abangmu tidak pernah kekurangan sedikitpun kasih sayang dari mereka, tentu saja dia juga sangat menyayangi mereka.” Jelas Rose.
Rose berusaha untuk membuat anaknya mengerti tentang situasi yang sedang dia hadapi, Rose tidak mau kalau anaknya harus cemburu dengan orang yang mereka anggap saudaranya sendri.
__ADS_1