ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 22


__ADS_3

Satu tahun berlalu, setelah kandasnya hubungan Rey dan Nala, Rey sama sekali tidak pernah mengetahui kabar tentang Nala lagi bak di telan bumi, sedangkan Elsa masih belum melupakan Rey namun dia bersyukur karena jarang sekali bertemu dengan Rey yang saat ini sudah kembali berubah menjadi Rey yang dingin kepadanya.


Hari itu Elsa yang sudah masuk kuliah sedang bersiap untuk pergi ke perusahaan Kenan, karena Kenan menuruhnya, Key, Ken dan Rey untuk melihat-lihat proses kerja perusahaan.


“Apa tidak masalah jika membiarkan mereka semua melihat kerja perusahaan sekarang? Usia mereka masih sangat muda Kenan.” ucap Khansa.


“Mami tenang aja, Kenan yakin kalau mereka akan cepat belajar walaupun mereka masih muda! Kenan masih ingin melanjutkan impian Kenan untuk jadi dokter suatu hari nanti mi, jadi Kenan sengaja mengajari semua adik-adik Kenan tentang perusahaan.” Jelas Kenan.


“Terserah kamu saja sayang, mami dan papi hanya bisa mendukung keputusanmu karena kami yakin kamu akan melakukan yang terbaik untuk masa depan perusahaan dan juga adik-adikmu.” Ucap Khansa.


Setelah meminta ijin kepada kedua orang tuanya, Kenan juga tidak lupa untuk meminta ijin kepada papa dan mamanya untuk membawa Elsa ke perusahaan karena yang lain akan berangkat ke perusahaan bersama supir pribadi.


“Hai sayang..” sapa Ryan sambil memeluk anak laki-lakinya yang baru datang.


“Hai pa, di mana Elsa?” tanya Kenan.


“Elsa di sini bang!” teriak Elsa sambil berlari menuruni tangga.


“Jangan lari Elsa kamu akan terjatuh!” ucap Kenan.


Elsa hanya memamerkan gigi putihnya mendengar ucapan abangnya yang terlihat mengkhawatirkannya.


“Abang kenapa tidak pernah main ke rumah?” tanya Elsa.


“Abang banyak kerjaan Els, kapan-kapan abang akan main kemari ya.” ucap Kenan sambil membelai rambut adik perempuannya dengan lembut.


“Kenan, kamu sudah sarapan? Mama masak makanan kesukaan kamu, kamu mau makan dulu?” tanya Rose.


“Kenan tadi sudah makan sih ma, tapi tidak apa-apa deh makan lagi.” Ucap Kenan.


Elsa dan Kenan pergi ke ruang makan untuk makan masakan buatan Rose, Kenan memang sangat menyukai masakan Rose dan juga Khansa, jadi walaupun harus dua kali makan pun Kenan sanggup memakannya.


“Pelan-pelan makannya Kenan.” ucap Rose sambil meletakkan air putih di sebelah piring Kenan.


“Abang makannya lahap banget, Elsa aja bosen makan masakan mama mulu!” ucap Elsa.


“Kamu tidak boleh seperti itu Elsa! Masih untung kamu di kasih makan sama mama, coba kalau kamu di buang ya ga akan bisa makan enak kayak begini!” ucap Kenan.


“Sudah jangan berdebat, ayo cepat selesaikan makan kalian berdua lalu segera berangkat ke perusahaan.” Ucap Ryan.

__ADS_1


Setelah selesai makan, Kenan dan Elsa segera berpamitan dan berangkat ke perusahaan karena mulai hari itu Ryan sudah tidak ikut campur lagi urusan perusahaan Kalandra.


“Bang, apa kak Rey ada di sana juga?” tanya Elsa tiba-tiba.


“Tentu saja, Rey juga adik abang kan jadi abang menyuruhnya untuk ikut ke perusahaan juga.”


“Kenapa kamu hanya bertanya tentang Rey saja? Kamu ga tanya Ken dan Key?” tanya Kenan.


“Tidak bang, karena Elsa tau kalau kak Ken dan kak Key pasti ada di sana.”


Kenan hanya tersenyum membalas ucapan adiknya, lalu kembali fokus melihat ke depan hingga membuat suasana di dalam mobil hening seketika.


“Bang, abang tidak mau tinggal di rumah?” tanya Elsa tiba-tiba.


“Kenapa kamu bertanya seperti itu?”


“Karena semenjak aku pindah, abang sama sekali tidak pernah menginap di rumah, abang hanya sesekali datang itupun tidak lama, aku kesepian di rumah bang.” Ucap Elsa.


“Els, kamu, papa dan mama sudah lama berada di Paris dan selama itu pula abang selalu tinggal di rumah papi Kalandra, abang sudah terbiasa berada di sana jadi jika abang pindah pasti papi dan mami akan sedih.” Jelas Kenan.


“Tapi papa dan mama juga selama ini sedih karena abang jarang datang ke rumah.” gumam Elsa sambil memalingkan wajahnya ke jendela mobil.



“Tidak ada bang, kapan kita sampai?” tanya Elsa mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.


“Sebentar lagi kita sampai kok.” Ucap Kenan.


Sesampainya di perusahaan, Elsa dan Kenan segera turun dan menghampiri Ken, Key dan Rey yang sedang menunggu di depan perusahaan.


“Abang lama sekali! Kita menunggu di sini sejak tadi!” protes Key.


“Maaf Key, abang tadi makan dulu di rumah papa dan mama, apa kamu menunggu lama?” tanya Kenan yang di balas anggukan malas oleh Key.


Kenan segera merangkul Key dan mengacak-acak rambutnya, sangat akrab berbeda dengan perlakuan Kenan terhadap Elsa yang menurutnya sangat canggung.


“Apa jarak di antara aku dan abang Kenan terlalu jauh sampai terlihat sekali..” batin Elsa sambil menatap punggung Key dan Kenan yang sudah berjalan menjauh.


Ken yang melihat Elsa sedang menatap Kenan dan Key langsung menghampirinya, Ken mencoba untuk mengalihkan perhatian Elsa.

__ADS_1


“Els, ayo masuk kenapa kamu diam saja?” tanya Ken sambil menggandeng tangan Elsa dan membawanya masuk ke dalam perusahaan.


Rey yang dari tadi melihat keduanya hanya diam dan mengikuti mereka dari belakang tanpa mengucapkan apapun dan dengan tatapan tajamnya.


“Bagaimana jadi mahasiswi baru? Enak?” tanya Ken.


“Ya begitulah bang, Elsa juga sudah punya banyak teman jadi seru deh.” Ucap Elsa.


“Baguslah kalau begitu, kamu sudah mulai kembali seperti Elsa yang dulu aku kenal.” Ucap Ken sambil mengacak-acak rambut Elsa.


Elsa dan Ken tertawa bersama sedangkan Rey yang berada di belakang mereka berdua hanya menatap tajam sambil menggelengkan kepalanya.


Sesampainya di ruangannya, Kenan langsung menjelaskan tentang perusahaan kepada keempat adiknya itu secara rinci hingga membuat mereka berempat mudah mengerti.


“Sekarang abang mau semuanya tetap bersama, terutama kamu Elsa, abang tidak mau kalau kamu sampai tersesat oke?” tegas Kenan.


“Baiklah bang, abang tenang saja Elsa tidak akan tersesat kok.” Ucap Elsa dengan percaya diri.


Kenan tersenyum kepada Elsa, lalu dia mengajak adik-adiknya untuk melihat proses pembuatan produk makanan yang mereka produksi.


“Ini adalah gudang penyimpanan produk makanan kita yang akan di kirim ke penjual nanti, kalian berdua lihat-lihatlah.” Jelas Kenan.


“Bang, Key ajak Elsa berkeliling ya..” ucap Key.


“Baiklah hati-hati ya, jaga Elsa Key jangan sampai kalian berpisah!” tegas Kenan.


Key dan Elsa menganggukkan kepala mereka dan mereka berdua berkeliling melihat gudang makanan perusahaan papi Kalandra itu.


“Wah, besar juga ya perusahaan papi Kalandra kak.” Ucap Elsa sambil melihat ke sekelilingnya.


Key hanya tersenyum mendengar ucapan Elsa sambil melihat sekeliling juga karena Key juga tidak pernah masuk ke ruangan produksi selama ini.


“Perusahaan ini sudah pasti jatuh di tangan kak Key dan kak Ken bukan? Lalu kenapa aku dan kak Rey di sini juga?” tanya Elsa.


“Tidak Els, siapapun bisa mengambil alih perusahaan ini, papi yakin kalau kita berempat tidak egois, papi tau kalau kita tidak akan saling menyakiti hanya karena sebuah perusahaan, siapa yang mampu itulah yang bisa mengambil alih perusahaan papi.” Jelas Key.


Tiba-tiba saja, ada sebuah dus besar yang jatuh menimpa Key dan Elsa membuat mereka berdua berteriak dan merintih kesakitan.


Kenan, Rey dan Ken yang mendengarnya langsung berlari ke asal suara, Rey dan Ken menghampiri Elsa dan membantunya berdiri sedangkan Kenan berlari membantu Key.

__ADS_1


Melihat hal itu membuat Elsa sedih, Elsa ingin sekali Kenan membantunya namun ternyata Kenan lebih mendahulukan Key di bandingkan dirinya.


Sedangkan di fikiran Kenan, dia harus menolong Key lebih dulu karena Elsa sudah di tolong oleh Rey dan Ken sedangkan Key tidak ada yang menolongnya.


__ADS_2