ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 37


__ADS_3

“Rey, pulang dan istirahatlah di rumah, kamu sudah seharian berada di sini jadi malam ini lebih baik kamu tidur di rumah besok baru kembali lagi kemari.” Ucap Rose kepada Rey yang memang sudah seharian berada di rumah sakit untuk menjaga anaknya.


“Tidak tante, Rey mau di sini saja! Rey mau menjaga Elsa sampai dia bangun karena semua yang terjadi pada Elsa adalah kesalahan Rey.” Ucap Rey.


“Kenapa kamu berkata seperti itu Rey? Ini semua bukan kesalahanmu, ini adalah salah Sandy jadi jangan menyalahkan dirimu.”


“Tidak tante, jika saat itu Rey tidak meninggalkannya di Paris dengan Sandy mungkin Elsa tidak akan berada di sini sekarang, jika saja saat itu Rey tidak kembali ke Indonesia mungkin Elsa masih menjadi wanita yang ceria saat ini.” ucap Rey dengan suara yang bergetar.


“Rey sudahlah, jangan begitu karena ini juga kesalahan om dan tante yang sudah lalai menjaga Elsa.”


“Pokoknya Rey akan tetap di sini tante, nanti papa dan mama akan kemari dan Rey sudah menitipkan pakaian untuk Rey.” Ucap Rey.


Mendengar hal itu membuat Rose tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dia hanya bisa tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


“Kalau begitu tante keluar dulu ya, tante mau lihat om Ryan dulu.” Ucap Rose yang di balas anggukan oleh Rey.


Rose segera keluar dari ruangan anaknya dan meninggalkan Rey di dalam sendirian, dia melihat Ryan yang sedang duduk di depan ruangan.


“Kak Ryan, kamu sedang apa di sini?” tanya Rose.


“Hai sayang, duduklah aku hanya tidak sanggup melihat anak perempuan kita terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit.”


“Aku tau kamu pasti sangat sedih kak, aku juga tidak sanggup melihatnya tidak berdaya seperti itu tapi anak kita juga membutuhkan kita.”


“Untung saja saat itu ada Rey yang membantunya dan berada di sampingnya, kalau tidak aku tidak tau apa yang akan terjadi kepada Elsa.” Lanjut Rose.


“Andai saja Rey bisa menjadi pendamping hidup Elsa, dia pasti akan menjaga Elsa dengan sepenuh hati.” Ucap Ryan.


“Bisa, harus bisa! Kita akan membuat mereka menikah kak.” Ucap Rose dengan penuh tekat.


“Apa maksudmu sayang? jangan bilang kamu mau memaksa Rey untuk menikahi Elsa.” Ucap Ryan yang di balas senyum penuh arti dari Rose.


“Sayang aku mohon jangan lakukan itu! Elsa akan semakin tersiksa jika menikah dengan laki-laki yang tidak menyukainya!” tegas Ryan.


“Kak, cinta akan datang seiring berjalannya waktu, sedangkan tagging jawab? Tidak semua laki-laki mampu bertanggung jawab untuk menjaga seorang wanita dan itu yang Elsa butuhkan!”


“Terserah kamu saja! Kalau sampai terjadi sesuatu kepada Elsa, kamu yang akan menyesal.” Ketus Ryan yang langsung berjalan masuk ke dalam ruangan Elsa.


Rose hanya menghela nafas panjang melihat suaminya meninggalkannya, Ryan tidak tau kalau selama ini anak perempuannya memang sangat menyukai Rey.


“Hei Rey.” Sapa Ryan yang baru saja masuk ke dalam ruangan Elsa.


Baru saja Ryan masuk, tiba-tiba keluarga mereka datang dan ikut masuk ke dalam ruanga untuk menjenguk Elsa.


“Papa, mama.” Sapa Rey saat melihat kedua orang tuanya datang.


“Ini sayang, mama bawakan kamu pakaian untuk ganti, mandi dan gantilah pakaianmu, jangan sampai kamu sakit dan malah tidak bisa menjaga Elsa.” Ucap Hani sambil memberikan paper bag untuk anaknya.


Rey mengangguk dan segera pergi untuk mandi dan mengganti pakaiannya, semua orang yang ada di sana saling menanyakan keadaan Elsa saat itu.

__ADS_1


“Kemana Kenan, Ken dan Key kak Sasa?” tanya Rose.


“Sebentar lagi mungkin mereka kemari, tadi mereka pulang untuk beristirahat jadi kalian berdua bisa gentian pulang dan beristirahat.” Ucap Khansa.


“Seharusnya kak Sasa bilang begitu ke Rey, dia yang sejak tadi tidak mau pulang karena mau menjaga Elsa.” Ucap Rose.


Tidak lama kemudian, Rey yang sudah membersihkan dirinya kembali ke ruangan Elsa bersamaan dengan Kenan, Ken dan Key yang baru saja datang ke sana.


“Rey, kamu belum pulang sejak tadi?” tanya Key.


“Belum, aku masih menjaga Elsa.”


“Dokter bilang kan kita hanya tinggal menunggu Elsa bangun, lalu kenapa kamu tidak pulang dulu saja, Ken bilang kamu menyelam untuk menyelamatkan Elsa tadi.”


“Tidak apa, aku baik-baik saja kok Key.”


Ken dan Key hanya menatap Rey dengan prihatin, karena dialah yang merasa paling bersalah dengan kejadian yang menimpa Elsa.


***


Sudah sehari Elsa tidak sadarkan diri, semua orang termasuk papi Kalandra dan mami Khansa sudah berada di rumah sakit sejak pagi.


Tentu saja mereka sangat murka dengan apa yang di lakukan Sandy kepada Elsa, namun Kenan mencoba untuk meyakinkan kedua orang tuanya untuk tidak main hakim sendiri.


“Kamu ini sama seperti mami kamu Kenan! Laki-laki sepertinya harus di beri pelajaran, jangan seenaknya di hukum di jeruji besi!” ucap Kalandra.


“Biarkan saja dia mati! Dia tidak pantas untuk hidup!”


“Mas, sudahlah jangan emosi kamu sudah tua, Kenan benar, biarkan dia merasakan mendekam di penjara.” Sambung Khansa.


“Kenan benar Ndra, biarkan saja! Kita bisa kembali menyiksanya setelah dia sudah keluar dari penjara!” ucap Ryan dengan senyum sinisnya.


“Kamu benar! Aku akan mematahkan kaki dan tangannya saat dia keluar nanti!” sambung Kalandra.


Mendengar ucapan Ryan dan Kalandra membuat Rose dan Khansa menggelengkan kepala, mereka sudah hafal dengan sikap suami mereka masing-masing.


Sedangkan yang lain masih menunggu dengan khawatir karena Elsa belum juga sadarkan diri, padahal dokter sudah memindahkannya ke ruangan khusus.


“Kenapa Elsa juga belum bangun?” tanya Key yang sudah tidak sabar.


“Sabar sayang, dia akan segera bangun.” Bernard mencoba untuk menenangkan istrinya.


“Tapi ini sudah sehari! Dasar laki-laki tidak tau di untung! Aku akan memberinya pelajaran setelah dia keluar dari penjara!” ucap Key dengan penuh amarah.


“Sayang! ingat kandunganmu jangan marah-marah nanti anak kita akan seperti dirimu!” ucap Bernard.


“Bagus dong! Dia akan cantik sepertiku, kenapa memangnya kalau anak kita mirip denganku?”


“Aku hanya tidak ingin memiliki anak yang suka marah-marah sepertimu, cukup kamu saja yang suka marah-marah di rumah kita.” Ucap Bernard.

__ADS_1


Key yang kesal langsung menatap suaminya dengan tatapan tajamnya, sedangkan Bernard yang di tatap seperti itu hanya bisa memamerkan gigi putihnya.


Tidak lama kemudian, tangan Elsa bergerak, matanya yang tadinya terpejam langsung terbuka secara perlahan.


“Elsa?” ucap Rey yang langsung menyadari karena dirinya berada tepat di sebelah Elsa.


Mendengar Rey memanggil nama Elsa, semua orang langsung mengelilingi tempat tidur Elsa untuk melihatnya.


“Sayang..” ucap Ryan dan Rose secara bersamaan.


“Els..” sapa semua orang.


Elsa tersenyum melihat semua orang berkumpul untuk melihatnya dan sepertinya mengkhawatirkan dirinya.


“Kalian datang? Senang sekali rasanya bisa melihat kalian semua di sini.” Ucap Elsa dengan lemah.


“Els, jadi karena ini kamu tidak mau kembali ke Paris? Kenapa kamu tidak cerita sama mama dan papa? Kenapa kamu menyembunyikan hal sebesar ini?” tanya Rose.


“Maaf ya ma, Elsa hanya tidak ingin membuat mama dan papa kepikiran karena kalian berdua juga sibuk dengan perusahaan yang ada di Indonesia.” Jelas Elsa.


“Sebenarnya papi juga kecewa sama kalian semua! Bagaimana bisa kalian tidak mengatakan tentang kejadian besar ini! Untung saja Dirga tidak ikut campur tangan tentang masalah ini, kalau sampai dia mendukung anak kurang ajarnya itu dia mungkin mengutus banyak bawahan untuk menghabisi kalian semua!” ketus Kalandra.


“Mas! Elsa baru sadar kenapa kamu malah marah-marah?!” bisik Khansa sambil menyubit perut suaminya.


“Aku kesal sayang! Anak kita berlaku seperti orang dewasa!”


“Mereka memang sudah dewasa mas! Mereka semua sudah memiliki keluarga mereka masing-masing, kita tidak boleh terus-terusan ikut campur dengan masalah mereka.” Ucap Khansa.


“Rey belum menikah!”


“Rey sebentar lagi akan menikah


dengan Elsa, benar bukan?” ucap Rose yang dari tadi mendengar ucapan Kalandra dan Khansa.


Semua orang yang ada di sana terkejut mendengar ucapan Rose, termasuk Rey dan Elsa. Mereka berdua tidak tau menau tentang rencana Rose yang secara tiba-tiba itu.


“Benarkah!? Kalian berdua akan menikah!?” tanya Key.


“Aku dan kak Rey tidak pernah memiliki rencana seperti itu, ma kenapa mama mengatakan hal itu?” ucap Elsa.


“Karena mama yang memiliki rencana seperti itu! Selama ini Rey sudah banyak membantumu, dia juga yang selalu menjaga dan membantumu jika kamu kesulitan, akan lebih baik kalau kalian berdua menikah dan saling menjaga satu sama lain bukan?” ucap Rose.


“Benar juga! Besok aku dan Rose akan mengatakan tentang rencana ini kepada kak Robert dan hani.” Ucap Ryan.


“Bagus! Aku dan Khansa juga sangat setuju dengan rencana itu, dan keluarga kita juga akan semakin kuat dan bersatu!” sambung Kalandra yang di balas anggukan oleh Khansa.


Elsa tidak bisa mengatakan apapun, dia juga bingung apa yang harus dia ucapkan, dia hanya melihat Rey yang masih tertegun di tempatnya karena masih terkejut dengan ucapan Rose.


“Menikah? Menikah secara tiba-tiba? Bagaimana ini? Aku masih memiliki cita-cita kedepannya, kenapa aku harus menikah secepat itu?” gumam Rey di dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2