
"Kak Rey!!!!" teriak Elsa dari kamarnya.
Rey dan Kenan yang mendengar hal itu segera berlari dengan kencang menuju kamar Elsa. Sesampainya di kamar, Rey dan Kenan segera masuk ke dalam dan menghampiri Elsa, mereka berdua melihat Elsa yang sedang memegang perutnya sambil berteriak kesakitan.
Rey yang panik hanya bisa menggenggam tangan Elsa dengan kuat tanpa melakukan apapun, sama halnya dengan Kenan yang ikut panik saat melihat adiknya seperti itu.
Bagaimanapun juga, walaupun Kenan adalah seorang dokter, namun saat melihat orang yang dia sayangi kesakitan Kenan tetaplah menjadi panik.
"Els! Sayang, ada apa!?" tanya Rey yang merasa panik saat melihat Elsa sedang merintih kesakitan.
"Aaa,,, sakit kak!!! Tolong aku.." ucap Elsa.
"Elsa mau lahiran Rey! Kamu hubungi ambulance dan dokter Levin agar dia bersiap untuk operasi, aku yang akan menenangkan Elsa." ucap Kenan.
Mendengar ucapan Kenan membuat Rey melepaskan tangan Elsa dan segera menghubungi ambulance dan juga dokter Levin. Sedangkan Kenan mencoba untuk menenangkan Elsa dengan cara menggenggam tangan adiknya itu dan menyuruhnya untuk mengatur nafas.
"Tenang Elsa, tarik nafas dan buang nafas perlahan agar tenagamu tidak habis, abang yakin kamu kuat." ucap Kenan.
__ADS_1
"Hikss,, hikss, abang sakit sekali! Perut Elsa sakit sekali.." ucap Elsa.
"Tenanglah Els, jangan panik oke? Ayo tarik nafas dan buang perlahan.." ucap Kenan.
"Huu, huu,," Elsa mencoba mengikuti ucapan abangnya.
Sedangkan di sisi lain, Rey membentak pihak rumah sakit agar cepat mengirimkan ambulance ke rumahnya.
"Bang, ambulance sebentar lagi sampai, aku akan ikut Elsa di ambulance, abang lebih baik naik mobilku ke rumah sakit." ucap Rey.
Rey menggendong Elsa ala bridal style lalu membawanya ke bawah sambil menunggu ambulance yang tidak lama kemudian akhirnya datang.
"Bang, aku dan Elsa duluan." ucap Rey lalu masuk ke dalam mengikuti Elsa yang sudah berada di dalam ambulance.
Dengan segera Kenan melajukan mobil dengan kencang mengikuti ambulance dari belakang, tidak lupa dia juga menghubungi orang tuanya untuk memberitahu keadaan Elsa.
"Halo Kenan, ada apa? Kami sudah sampai di bandara." ucap Kalandra.
__ADS_1
"Pi! Langsung ke rumah sakit! Elsa mau melahirkan! Kasih tau papa Ryan juga.." ucap Kenan yang langsung mematikan telfon tanpa mendengar ucapan papinya.
Sesampainya di rumah sakit, dokter Levin segera menyuruh perawat memasukkan Elsa ke ruang operasi yang sudah dia siapkan sebelumnya.
"Kamu tunggu di sini Rey! Keluarga pasien tidak bisa masuk ke dalam ruang operasi." ucap dokter Levin.
"Tapi dok, banyak kok yang suaminya melihat proses kelahiran anaknya." ucap Rey.
"Tapi keadaan Elsa tidak seperti ibu hamil pada umumnya, akan ada pendarahan yang terjadi karena kankernya dan aku yakin kamu pasti akan khawatir melihatnya. Jadi lebih baik kamu tidak usah masuk ke dalam." jelas dokter Levin.
"Dokter Levin benar Rey, lebih baik kamu tunggu di sini! Aku yakin Elsa akan baik-baik saja karena dia adikku!" sambung Kenan.
Rey menoleh ke arah Kenan, lalu dia akhirnya pasrah menuruti ucapan abangnya itu. Rey dan Kenan menunggu di kursi depan ruang operasi dengan perasaan khawatir.
Terutama Rey, yang sangat mengkhawatirkan keadaan istrinya, apa lagi saat istrinya memiliki kanker di rahimnya.
"YaAllah aku mohon selamatkan Elsa dan bayi-bayiku..." gumam Rey sambil memejamkan kedua matanya dan tanpa sadar meneteskan air mata.
__ADS_1