
Hari ini, Elsa mengajak Rania untuk ke bioskop menebus kegagalan mereka waktu itu, dengan semangat Elsa menjemput Rania di rumahnya.
“Hai Rania!” sapa Elsa saat melihat Rania yang baru saja keluar dari rumahnya.
“Hai Els, kamu semangat banget sih!”
“Tentu saja! sebentar lagi kita kenaikan kelas dan akum au merayakannya denganmu, lagi pula kita akhirnya akan menebus kegagalan nonton kita waktu itu.”
Rania hanya bisa tersenyum mendengar ucapan sahabatnya yang sangat bahagia hari itu.
Setibanya di mall, mereka berdua langsung turun dan segera menaiki lift ke lantai paling atas untuk menuju ke bioskop.
Tidak jauh dari tempat mereka menunggu jadwal film yang akan mereka tonton di mulai, Rania tiba-tiba melihat Rey yang sedang bersama dengan Nala.
Rania yang takut kalau Elsa melihatnya segera membuat Elsa berpaling dan dia mencoba untuk menutupi keberadaan Rey dan Nala.
“Ran, kamu ini kenapa sih?” tanya Elsa yang merasa kalau Rania bertingkah aneh.
“Tidak ada, aku merasa pegal sekali Els uh..” ucap Rania sambil meregangkan tangannya ke atas.
“Apaan sih Ran, aneh deh!” ucap Elsa sambil menggelengkan kepalanya.
Tidak lama kemudian, film yang akan mereka tonton akan segera di mulai, Elsa dan Rania dengan semangat mengantri untuk masuk ke dalam bioskop, namun sialnya walaupun Rania sudah setengah mati menutupi keberadaan Rey dan Nala, ternyata mereka menonton film yang sama, dan parahnya lagi ternyata Rey dan Elsa duduk bersebelahan.
Elsa yang mengetahui hal itu langsung merubah ekspresi wajahnya, yang awalnya ceria seketika menjadi masam dan tidak mood.
“Els, ayo kita tukar tempat duduk saja.” ucap Rania dengan berbisik.
“Tidak perlu Ran, bagaimana pun juga aku harus menghadapinya karena aku juga tidak bisa menghidar terus menerus.” Ucap Elsa.
Film yang mereka tonton adalah film horror, Elsa sangat menikmati film tersebut namun tidak dengan Rey. Sering kali Rey terkejut dan memegang lengan Elsa yang ada di sebelahnya hingga membuat Elsa heran.
“Kak Rey apa-apaan sih! Jangan mencari kesempatan dalam kesempitan ya!” ketus Elsa.
“Siapa juga yang mencari kesempatan dalam kesempitan!” balas Rey.
“Jangan-jangan kak Rey takut nonton film horror ya?” goda Elsa.
Namun tidak ada jawaban dari Rey, Elsa yang tadinya hanya ingin menggoda Rey seketika membulatkan kedua matanya.
“Yaampun kak Rey! Kalau kamu takut kenapa harus menonton film ini?” tanya Elsa dengan nada terkejutnya.
“Stt,, diamlah! Nala yang meminta untuk menonton film ini, aku kan tidak mungkin bilang kalau aku takut!”
“Pfftt,, dasar cemen!” ejek Elsa sambil menahan tawanya.
Sejak tadi Nala hanya merangkul tangan kiri Rey namun Rey malah berlindung di lengan Elsa hingga membuat Rania yang dari tadi melihat hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Setelah film selesai, Rey kembali menjadi seperti Rey yang dingin seperti biasanya seperti tidak pernah terjadi apapun.
__ADS_1
“Rey, aku takut sekali tadi, untung saja kamu ada di sebelahku jadi aku bisa berlindung kepadamu.” Ucap Nala dengan nada manjanya.
Elsa dan Rania yang mendengar hal itu hanya bisa menahan tawa karena mengetahui kenyataannya.
“Kenapa kalian berdua tersenyum begitu?!” ketus Nala.
“Kenapa? Emang dosa kalau kami tersenyum?” balas Elsa.
“Kamu pasti iri karna aku dan Rey kembali bersama bukan? Rey sering cerita kalau kamu selalu mengejar-ngejarnya dan membuatnya tidak nyaman!”
Mendengar hal itu membuat Elsa tidak percaya kalau Rey menceritakan semuanya kepada Nala, Elsa yang kesal hanya bisa menatap tajam ke arah Rey.
“Benarkah? Tapi aku tidak iri sama sekali, kenapa aku harus iri dengan wanita yang memiliki pasangan penakut?” ucap Elsa dengan nada menyindir Rey.
“Apa? Apa maksudnya? Siapa yang penakut?” tanya Nala.
“Sudahlah diam! Kenapa kalian berdua harus berdebat seperti ini!” ketus Rey yang mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.
“Sudahlah Ran, ayo kita pergi saja dari sini! Aku bisa sakit perut melihat mereka berdua.” Ketus Elsa.
Rania mengangguk setuju dengan ajakan Elsa, mereka berdua pun akhirnya pergi meninggalkan Rey dan Nala yang masih berdiri di tempatnya.
“Apa maksud Elsa Rey? Kenapa dia bilang kalau kamu penakut?” tanya Nala tiba-tiba.
“Sudahlah jangan di bahas mungkin dia sedang bercanda.” ucap Rey mencoba untuk tidak membahas maksud dari ucapan Elsa.
“Els, kita ngapain kesini?” tanya Rania.
“Beli perlengkapan sekolah dong Ran, emangnya ngapain lagi? Ga mungkin kan aku kesini beli perlengkapan mandi.” Ucap Elsa.
“Aku juga akan membelikanmu perlengkapan sekolah karena kita sebentar lagi akan naik kelas! Aku mau kita memiliki buku, pulpen dan semua barang yang sama.” Lanjutnya.
Mendengar hal itu membuat Rania merasa sedikit bersalah, dan tiba-tiba dia menghentikan langkahnya membuat Elsa bingung dan menoleh ke arahnya.
“Kenapa kamu berhentu Ran?” tanya Elsa.
“Kamu beli perlengkapan sekolah untukmu sendiri saja Els, aku tidak perlu.” Ucap Rania.
“Kenapa? Kamu tidak perlu merasa terbebani, aku yang ingin membelikanmu Ran.”
“Els, ini adalah hari terakhirku bermain denganmu.” Ucap Rania secara tiba-tiba hingga membuat Elsa terpaku karena tidak mengerti apa yang sedang sahabatnya bicarakan.
“A-apa maksudnya Rania?”
“Aku akan pindah sekolah Els.”
“Apa!? Kenapa Rania!?” tanya Elsa yang mulai berkaca-kaca.
“Els, keluargaku memiliki masalah yang membuatku harus pindah sekolah, aku akan meninggalkan sekolah itu jadi kamu tidak perlu membelikanku peralatan sekolah.” Ucap Rania.
__ADS_1
“Engga! Ga boleh Rania! Apa yang kamu bicarakan!?” bentak Elsa hingga membuat semua orang yang ada di sana memperhatikan mereka.
“Els, kita bicara di tempat lain saja ya.” ucap Rania dengan tangannya yang mau memegang lengan Elsa namun Elsa menepisnya.
“Kenapa kamu melakukan ini Rania? Bukankah kita pernah memiliki cita-cita untuk kuliah bersama dan mencari pekerjaan bersama? Kenapa kamu melakukan hal ini?” ucap Elsa.
Rania yang awalnya menahan tangis sudah tidak bisa membendung air matanya lagi dan akhirnya diapun mengeluarkan air matanya.
“Hikss,, Els, orang tuaku memiliki hutang kepada seseorang, karena mereka tidak bisa membayarnya makanya orang itu menyuruhku untuk menikah dengan anak laki-lakinya.” Jelas Rania.
“Kenapa kamu tidak bilang Ran? Aku akan membantumu, papaku bisa memberikan bantuan kepadamu.”
“Els, aku tidak mau menyusahkanmu, lebih baik seperti ini aku ingin membuat orang tuaku belajar kalau mereka tidak boleh seenaknya meminjam uang dan membuat anak mereka menebus semua yang mereka lakukan.”
“Kalau kamu membantu keluargaku, mereka tidak akan pernah belajar Elsa, jadi perlu pengorbanan untuk membuat mereka belajar.” Jelas Rania.
“Hikss,, kenapa kamu jahat sekali Rania! Kamu tau bukan kalau tidak ada teman yang bisa membuatku nyaman selain dirimu hikss..” tangis Elsa akhirnya pecah.
“Aku mohon mengertilah..”
“Lalu kenapa kamu harus pindah sekolah? Kamu bisa melanjutkan sekolah di sana bukan bersamaku.”
“Dia tinggal di luar negeri Els, jadi aku harus mengikutinya untuk pindah ke luar negeri.”
Elsa mencoba untuk menghapus air matanya yang sudah membasahi pipinya dan langsung memasukkan semua perlengkapan sekolah sebanyak mungkin ke dalam keranjang belanjaan.
“Elsa apa yang kamu lakukan!?” ucap Rania.
“Terserah kamu mau bilang apa, pokoknya aku mau membelikanmu barang-barang untuk sekolah!”
Rania menatap sedih ke arah Elsa, dia tau kalau Elsa tidak akan bisa menerima kenyataan ini karena hanya Rania yang menjadi sahabat Elsa selama ini.
“Els, aku mohon jangan seperti ini! Kamu hanya akan menghabiskan uangmu!”
“Memangnya kenapa?! Aku tidak perduli! Jika ini hari terakhirku bersamamu maka biarkan aku menghabiskan seluruh uangku untuk membelikan sesuatu untukmu!” ketus Elsa yang mulai meneteskan air mata kembali.
Rania yang tidak kuat itu segera memeluk tubuh sahabatnya, dan akhirnya mereka berdua pun menangis bersama.
“Kenapa Ran? Kenapa kamu jahat sekali hikss,, bagaimana bisa aku bertahan tanpamu? Kamu tau bukan kalau aku bahkan tidak bisa kembali ke kelas sendirian..” ucap Elsa.
“Els, maka dari itu mulai sekarang bertemanlah dengan banyak orang agar kamu tidak kesulitan lagi.”
“Tidak mau Ran, aku hanya ingin kamu saja hikss..”
“Aku mohon Els, cobalah berteman dengan banyak orang mulai sekarang.”
“Kenapa kamu senang sekali kalau aku memiliki banyak teman hah?”
“Jika memang itu maumu aku akan memiliki banyak sekali teman! Aku akan membuktikan kalau aku bisa memiliki banyak teman Rania!” tegas Elsa sambil melepaskan pelukannya dari Rania.
__ADS_1