ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 6


__ADS_3

Setelah selesai memasak, Elsa membantu Key merapihkan meja makan dan menata makanan di atas meja makan dengan sangat rapih.


Setelah merapihkan meja makan, Key memanggil Ken untuk membantunya di dapur, sedangkan Elsa dan Rey berada di ruang makan.


Sebenarnya Elsa juga ingin kembali ke dapur, namun saat melihat Rey masuk ke dalam ruang makan, Elsa mengurungkan niatnya untuk masuk ke dapur dan ingin menggoda Rey.


“Kak Rey, makanlah yang banyak ya..” ucap Elsa dengan senyum di wajahnya.


“Tanpa kamu beritahu pun aku akan makan banyak!” ketus Rey.


“Kak Rey jangan galak-galak nanti ga laku!”


“Bodo amat!”


“Kalau kak Rey ga laku berarti kesempatan untuk Elsa mendapatkan kak Rey lebih banyak loh!” goda Elsa.


“Apa kamu sudah gila?” tanya Rey.


“Iya, gila karena mencintaimu kak! hehe."


Entah dari mana keberanian Elsa muncul untuk menggoda Rey, namun dia benar-benar sangat memalukan saat itu.


“Hei! Kamu dengar ya anak kecil! Bagiku kamu hanyalah gadis kecil manja yang cerewet dan bodoh! Jangan berharap aku akan menyukaimu!” ucap Rey.


Mendengar hal itu membuat hati Elsa merasa sakit, namun dia tidak pernah menunjukkannya, dia tetap ingin mendapatkan Rey karena menurutnya rasa sukanya kepada Rey lebih besar dari pada rasa sakit hatinya.


“Lebih baik aku sakit hati karena ucapan kejammu dari pada aku harus sakit hati melihatmu berkencan dengan wanita lain.” Batin Elsa yang masih menatap tajam ke arah Rey.


“Apa? Kenapa kamu lihat-lihat hah!? Baru sadar kalau aku ini kejam? Makanya jangan menyukai orang sepertiku!” ucap Rey dengan santainya.


“Hm! Aku baru menyadari sesuatu hari ini…! Ternyata aku benar-benar menyukaimu kak Rey, dan aku akan terus mengejarmu sampai mendapatkanmu!” tegas Elsa yang membuat Rey justru semakin kebingungan.


“Sepertinya memang dia sudah benar-benar gila!” batin Rey sambil menggelengkan kepalanya dan memegang keningnya yang tidak pusing.


Selama makan bersama, Elsa selalu mencuri-curi pandang kepada Rey sambil tersipu malu hingga membuat Rey yang menyadarinya merasa tidak nyaman.


Tidak lama kemudian Ryan dan Rose datang untuk menjemput anak perempuan mereka.


“Rose..” ucap Khansa yang langsung memeluk Rose dengan erat.


“Hai kak Sasa,, apa Elsa membuat kakak repot?” tanya Rose.


“Tidak sama sekali! Dia sangat membantu, aku tadi mengajarkannya memasak bersama dengan Key.” Jelas Khansa.


“Baguslah kak, sering-seringlah mengajarinya memasak karena aku tidak punya waktu untuk mengajarinya.”


“Tenang saja! Tiap hari pun aku siap mengajarinya memasak!”

__ADS_1


Rose tersenyum mendengar ucapan Khansa, di mata Rose sosok Khansa tetaplah wanita yang sangat hangat kepada siapapun dan juga sangat baik.


“Elsa juga mau kok ma kalau setiap hari di rumah mami Khansa.” Sambung Elsa.


“Wah, segitu tidak sukanya kamu di rumah Els? Lihatlah baru sehari kak Sasa sudah membuat anakku berpaling.” Goda Rose.


“Hahaha, kalau setiap hari dia akan menjadi hak milikku Rose.” Balas Khansa.


“Benar! Aku juga masih mampu jika harus mencukupi satu anak perempuan lagi di rumah ini.” sambung Kalandra yang baru saja turun dari kamarnya.


“Jangan begitu! Kalau Elsa tinggal di sini, bisa-bisa aku membuatkan adik untuk Elsa lagi.” Ucap Ryan.


Semua orang tertawa mendengar candaan kedua laki-laki itu, sedangkan Elsa masih tetap memandang Rey walaupun saat orang lain tertawa dia juga ikut tertawa.



Setelah lama berbincang, Ryan, Rose dan Elsa berpamitan untuk pulang ke rumah mereka karena hari sudah semakin malam.


“Kak Rey tidak pulang?” tanya Elsa.


“Nanti!” jawab Rey singkat.


“Huh! Aku kira kalau di hadapan orang tua dia bakalan lebih hangat sedikit, ternyata sama saja.” batin Elsa.


“Hari sudah malam Rey, lebih baik kamu ikut om dan tante, kami akan mengantarmu sampai rumah.” Ucap Ryan.


Rey tampak berfikir sejenak, dia juga ingin segera pulang karena ingin cepat-cepat memainkan game onlinenya, namun saat matanya melihat Elsa seketika rasa ingin pulang itu hilang begitu saja.


“Kasihan kak Robert sudah terlalu sibuk, lebih baik kamu ikut kami.”


Karena paksaan dari Ryan akhirnya Rey terpaksa menyetujui ajakan Ryan untuk pulang bersamanya.


“Yes! Akhirnya bisa semobil sama kak Rey!” gumam Elsa yang sangat senang karena Rey mau ikut pulang bersamanya.


Di dalam mobil, Elsa yang duduk di sebelah Rey hanya bisa tersenyum sambil menunduk menahan rasa bahagianya.


Sedangkan Rey yang melihatnya hanya bisa melirik tajam ke arah Elsa, dia tidak suka di perhatikan seperti itu.


“Kalau bukan karena om Ryan dan tante Rose, aku tidak akan mau duduk bersebelahan dengan gadis ini!” batin Rey sambil menatap ke luar jendela mobil.


Elsa ingin sekali mengajak Rey berbicara, tapi dia tidak berani karena ada kedua orang tuanya, bagaimana jika Rey akan menanggapinya dengan cuek? Tentu saja dia akan sangat malu.


Tidak terasa, mereka sudah sampai di depan rumah Rey, di sana sudah ada Robert dan Hani yang menunggu mereka karena Ryan sebelumnya sudah menghubungi mereka.


“Hai kak Robert, Hani..” sapa Ryan saat sudah turun dari mobil.


“Hai Ryan, sering-seringlah datang kemari!” ucap Robert.

__ADS_1


“Masuklah dulu.” Sambung Hani.


“Tidak kak Hani, sudah malam lebih baik kami pulang karena besok kami harus bekerja dan Elsa harus sekolah.” Jawab Rose.


“Kalau begitu hati-hati di jalan, terimakasih karena sudah mengantar Rey sampai ke rumah dengan selamat.” Ucap Robert.


“Dah, kak Rey..” ucap Elsa sambil melambaikan tangannya dan tersenyum.


Namun Rey hanya diam saja saat Elsa melambaikan tangan dan tersenyum kepadanya, dia bahkan membuang wajahnya hingga membuat Elsa malu.


“Rey! Jangan berprilaku tidak sopan!” ketus Hani.


Mendengar teguran dari mamanya membuat Rey akhirnya menatap Elsa dan melambaikan tangannya sambil tersenyum dengan terpaksa.


Walaupun terkesan sangat terpaksa, Elsa tetap saja senang mendapatkan balasan dari Rey.


Setelah itu akhirnya Ryan dan keluarganya pulang ke rumah mereka, sedangkan Hani menatap Rey dengan tatapan tajamnya.


“Apa ma?” tanya Rey yang tau kalau mamanya sedang melihatnya.


“Apa mama pernah mengajarkanmu tidak sopan seperti itu?”


“Rey hanya tidak menyukai gadis itu!”


“Suka atau tidak suka kamu tidak boleh memperlakukan seseorang seperti itu apalagi seorang gadis!”


“Tapi mama ga tau kalau dia itu membuat Rey tidak nyaman! Dia melihat Rey seakan mau memangsa Rey.”


“Itu tandanya Elsa ingin dekat denganmu.”


“Sudahlah ma, mama tidak akan mengerti!” ucap Rey yang langsung masuk ke dalam rumah meninggalkan orang tuanya.


“Rey! Rey!” teriak Hani.


“Sudahlah ma, jangan memaksanya percuma saja.” ucap Robert.


“Tapi pa, dia sudah keterlaluan! Aku kan jadi ga enak sama Ryan dan Rose.”


“Mereka akan mengerti ma, sudah ayo kita masuk saja.”


Di dalam kamarnya Rey langsung melempar tasnya di sembarang tempat dan langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.


“Huh! Menyebalkan!” ketus Rey.


Rey mengambil hpnya dari dalam kantong celananya, dia melihat chat dari seorang wanita yang membuatnya tersenyum.


“Aku harus memilih waktu yang tepat untuk menyatakan perasaanku padanya.” Gumam Rey sambil melihat profil whatsapp wanita tersebut.

__ADS_1


Rey memang sudah menyukai seorang wanita yang berada di kelasnya sejak lama, wanita yang cerdas, dewasa dan cantik, wanita iu sangat populer di kalangan para laki-laki yang ada di sekolah atau bisa di bilang dia adalah primadona di sekolah.


Hanya saja Rey belum siap untuk mengungkapkan perasaannya karena dia belum yakin apakah perasaannya benar atau hanya rasa kagum semata, namun saat ini dia sudah yakin dengan perasaannya dan inilah saatnya untuk mengungkapkan perasaannya.


__ADS_2