
"Bagaimana dok, apa istriku sudah boleh pulang?" Tanya Rey kepada Levin yang baru saja selesai memeriksa keadaan Elsa dan kembali ke ruang kerjanya.
"Sudah, Elsa sudah boleh pulang tapi tetap harus banyak istirahat! Jangan biarkan dia terlalu fokus mengurus si kembar." ucap Levin.
"Siap dok! Kalau begitu aku siapkan pakaian Elsa yang mau di bawa pulang dulu ya." ucap Rey yang di balas anggukan oleh Levin.
Rey bergegas ke ruangan Elsa di rawat, dia merapihkan semua barang Elsa hingga membuat Elsa merasa aneh.
"Kamu ngapain sayang?" Tanya Elsa.
"Kamu ga liat? Aku sedang merapihkan barang-barangmu karena kamu sudah di perbolehkan untuk pulang." jelas Rey.
"Benarkah!? Aku sudah bisa tidur bersama Gilang dan Giffari?" Tanya Elsa dengan antusias.
"Tidak boleh! Kamu kan tidurnya sama aku!" ketus Rey dengan tatapan tajamnya.
"Yaampun, kamu ga mau ngalah sama anak-anak?"
"Kalo masalah itu No!" tegas Rey.
Mendengar ucapan Rey membuat Elsa menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya.
"Oke stop berdebat sayang.. Aku baru sadar bukannya di manja malah di ajak debat mulu!" ketus Elsa.
"Hehe, maaf sayangku.." balas Rey.
Setelah selesai membereskan barang Elsa, Rey segera membantu Elsa untuk mengganti pakaiannya.
"Kapan Jef dan Sarah akan menikah?" Tanya Elsa.
"Entahlah, mereka saat itu memutuskan untuk menikah karena kamu, sekarang aku tidak tau apa mereka masih mau menikah atau tidak." ucap Rey.
Elsa hanya menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Rey.
***
"Oh my god!!!" teriak Jef dari dalam kamar hingga membuat Sarah segera berlari menghampirinya.
"Ada apa Jef!?" Tanya Sarah.
__ADS_1
"Lihat!" ucap Jef sambil menunjuk ke atas tempat tidur.
Sarah melihat ke arah yang di tunjuk oleh Jef namun Sarah hanya kembali menatap Jef dengan tatapan aneh.
"Ada apa Jef!?" Tanya Sarah.
"Gilang pup!"
"Yaampun Jef, cuma gara-gara itu kamu sampe teriak begini?"
"Iya, kentutnya gede banget lagi, kalah teriakannya tuan Rey!" ucap Jef.
"Hahaha, awas kamu kalo tuan Rey denger pasti di jitak kamu Jef.." ucap Sarah sambil tertawa.
"Ah iya benar! Tapi aku yakin kalau Gilang akan menjadi orang yang lebih menyebalkan di banding tuan Rey." ucap Jef.
"Kamu harus bersiap akan hal itu Jef!" goda Sarah.
"Bagaimana Giffari? Aman kan? Dia sudah tidak kambuh?" Tanya Jef.
"Tiap malam dia masih lemah saat bernafas seperti terengah-engah." ucap Sarah.
"Sesak? Separah itukah penyakit Giffari?" Tanya Elsa seketika mengejutkan Jef dan Sarah.
"Nyonya Elsa!?" ucap Jef.
Sedangkan Sarah segera menghampiri Elsa dan memeluk tubuhnya dengan erat.
"Elsa, aku sangat merindukanmu! Kamu sudah di ijinkan untuk pulang?" Tanya Sarah.
"Sarah! Jawab dulu pertanyaanku. Apa penyakit Giffari seserius itu?" Tanya Elsa dengan wajah serius.
"Emm,,, engga kok Els, tapi jantung Giffari memang lebih lemah di bandingkan dengan bayi lainnya." jelas Sarah.
"Apa ada jalan keluar untuk menyembuhkannya?" Tanya Elsa.
"Dokter bilang kalau jantung lemah hanya bisa di atasi dengan rutin periksa dan jangan kelelahan."
Sarah diam, dia berjalan mendekati Gilang dan tersenyum saat mengetahu kalau Gilang sedang fokus ngeden. Upss..
__ADS_1
"Yaampun aku lupa Gilang pup!" ucap Sarah.
"Sudah Sarah! Biar aku saja, ini adalah pertama kalinya aku menggantikan pampers untuk anakku yang tampan ini." ucap Elsa.
Elsa dengan telaten mengganti pampers anaknya dengan lembut, membersihkannya tanpa membuat Gilang rewel ataupun menangis sama sekali.
"Aneh! Biasanya kalau aku yang ganti dia pasti ga bisa diem loh." ucap Sarah.
"Dia tau siapa mamanya Sarah! Dia tuh kangen mamanya." sahut Jef.
"Iya sih benar juga, kalo gitu aku liat Giffari dulu di kamarku ya, tadi aku ke sini gara-gara Jef histeris ngeliat Gilang pup." ucap Sarah yang di balas anggukan oleh semuanya.
"Apa Gilang merepotkanmu Jef?" Tanya Elsa.
"Hah!? E-engga kok nyonya.. Tapi anda harus hati-hati nyonya." Bisik Jef.
"Hati-hati kenapa?"
"Hati-hati, karena sepertinya Gilang akan lebih menyebalkan di bandingkan tuan Rey."
Rey yang masih bisa mendengar ucapan Jef langsung menatapnya dengan tatapannya.
"Jef! Kamu mau mati?" Tanya Rey.
"T-tidak tuan! Aku mau menyusul Sarah dulu!" ucap Jef yang langsung berlari keluar kamar.
Elsa tertawa melihat tingkah Rey dan Jef yanh sudah lama tidak dia lihat.
"Kamu tertawa? Kamu mengejekku?" ucap Rey.
"Ups! Tidak sayang, aku sedang mengganti pampers anak kita." ucap Elsa.
"Tapi kamu sudah selesai menggantinya.." ucap Rey dengan wajah kesalnya.
"Hehe maafkan aku,, sudahlah kamu jadi bapak-bapak kok malah marah-marah sih." ucap Elsa.
"Aku tidak marah! Kamu istirahatlah, jangan terlalu kelelahan menjaga si kembar. Jika membutuhkan sesuatu segera panggil Sarah, Jef, atau aku." ucap Rey.
"Siap papa duo G!" tegas Elsa yang di balas senyuman oleh Rey.
__ADS_1