
Matahari mulai menyilaukan seisi kamar Elsa dan Rey pagi itu, Elsa terbangun dari tidurnya lebih dulu, dia terkejut saat melihat Rey yang sedang memeluknya dan berada tepat di hadapannya.
"Yaampun, apa yang aku lakukan semalam!? Kenapa aku mau aja di peluk laki-laki keranjang ini!" gumam Elsa sambil mengutuk dirinya sendiri.
"Duh perutku gaenak banget rasanya, kayaknya aku masuk angin beneran deh!" batin Elsa.
Tok..tok..tok..
"Elsa, Rey, ayo bangun sarapan bersama." panggil Key dari balik pintu.
Mendengar panggilan dari Key membuat Elsa segera melepaskan pelukan Rey secara perlahan lalu dia pergi ke pintu untuk membuka pintu kamarnya.
"Hai kak Key.." ucap Elsa dengan lemas.
"Yaampun kamu baru bangun? Kalian semalam main berapa ronde sampai jam segini baru bangun?" Tanya Key.
"Apaan sih kak, ga paham deh!" ucap Elsa yang tidak mengerti dengan ucapan Key.
"Huekk..." Elsa yang sudah tidak kuat langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi karena perutnya rasanya sangat tidak enak.
"Huekk,, huekk.."
Key yang mendengar Elsa muntah-muntah segera masuk ke dalam dan menghampiri Rey yang masih tertidur.
"Woy! Bangun jangan tidur aja lu!" ketus Key sambil menggoyangkan kaki Rey.
Rey terkejut mendengar suara Key yang seperti speaker masjid itu, dia langsung duduk dan tersadar dari mimpinya yang belum selesai.
"Key? Kenapa kamu di dalam kamarku? Kemana Elsa?" Tanya Rey yang tidak melihat keberadaan istrinya.
"Istrimu lagi muntah-muntah tuh, kamu malah tidur!" ketus Key.
"Muntah? Yaampun dia kenapa?" Rey segera bangun dari tidurnya dan langsung menghampiri Elsa di kamar mandi karena merasa khawatir.
"Els, kamu ga papa?" Tanya Rey saat melihat Elsa sudah keluar dari kamar mandi.
"Perutku gaenak banget kak rasanya." ucap Elsa dengan lemas.
"Ck ck ck, aku ga nyangka ternyata kamu topcer juga Rey!" ucap Key.
Rey dan Elsa yang tidak mengerti hanya bisa mengerutkan kening mereka sambil menatap Key dengan penuh tanda tanya.
"Apa maksudnya?"
"Baru semalam tapi kamu sudah bisa membuat Elsa hamil! Ini adalah kabar baik, selamat ya kalian berdua, aku akan memberitahu yang lainnya!!" ucap Key dengan semangat langsung berlari keluar kamar mereka.
Elsa dan Rey yang masih belum tersadar hanya bisa saling menatap satu sama lain dan membulatkan kedua mata mereka saat menyadari apa maksud dari ucapan Key.
"Yaampun kak Rey! Bagaimana ini? Kak Key akan membuat kehebohan semua orang." ucap Elsa.
__ADS_1
"Santai saja Els, biarkan dia heboh dulu, lagian ga akan ada yang percaya lah bagaimana bisa hanya semalam bisa menghamili seseorang!" ucap Rey.
"Kak Rey! Apa semalam kakak macem-macem padaku!?" selidik Elsa.
"Hah!? Apa kamu gila, tentu saja tidak! Aku tidak mau memaksa seseorang untuk berhubungan!" ketus Rey.
"Tapi kak Ken dulu bisa menghamili kak Andini hanya karena berhubungan semalam saja!"
"Kita bahkan tidak berhubungan lalu bagaimana bisa kamu hamil hah!?"
"Jangan-jangan, hanya karena tidur sambil berpelukan bisa membuat orang hamil kak!? Bagaimana ini hikss, aku masih muda, aku akan stress kalau harus mengurus anak kecil sekarang." ucap Elsa yang mulai menangis.
"Yaampun Elsa! Yang ada aku yang stress kalau kita punya anak! Karena aku harus mengurusmu dan juga anak kita!" balas Rey.
"Bagaimana ini kak.. Dulu kata mama, kalau lagi datang bulan ga boleh pegangan sama cowo nanti bisa hamil, jangan-jangan kita hamil tanpa melakukan apa-apa kak!"
Mendengar ocehan Elsa hanya membuat Rey menepuk keningnya sambil bernafas panjang.
"Yaampun Elsa, itu tidak mungkin terjadi!"
Rey merasa sangat frustasi menghadapi Elsa, dia tidak tau apa yang harus di jelaskan kepada wanita yang ada di hadapannya itu.
"Yaampun, bagaimana caranya aku menjelaskan kepada anak ini!" gumam Rey sambil menarik rambutnya sendiri.
***
"Kenapa kamu lari begitu Key!?" Tanya Khansa.
"Mi, mami,, Elsa mi.." ucap Key yang terbata-bata karena kelelahan.
"Kenapa Key!? Ada apa dengan Elsa!?" Tanya Rose yang mengkhawatirkan keadaan anaknya.
"Elsa hamil, dia muntah-muntah!" teriak Key.
Semua orang semakin terkejut mendengar ucapan Key.
"Apa!? Hamil? Bagaimana bisa!?" Tanya Rose dan Hani secara bersamaan.
"Bisa aja! Ken juga begitu dulu cuma sekali sama Andini!" ceplos Key.
Andini dan Ken yang mendengar ucapan Key hanya bisa menunduk karena malu mengingat kejadian di masa lalu.
"Kamu gila ya! Ngapain bawa-bawa masa lalu!" ketus Ken.
"Maaf Ken, aku kan cuma memberi contoh saja!"
"Tapi kayaknya ga mungkin langsung ketauan begitu deh." sambung Belinda.
"Haha, maaf Bel, sepertinya istriku ini masih pusing karena begadang ngurus Karren." ucap Bernard.
__ADS_1
"Sayang, jangan mengira-ngira begitu, duduklah dulu kita tunggu Rey dab Elsa kemari dan kita dengarkan penjelasan mereka." ucap Bernard.
Akhirnya Key menuruti ucapan suaminya dan duduk di sebelahnya bersama yang lain.
Di dalam kamarnya, Rey dab Elsa sudah bersiap untuk menuju ruang makan.
Sesampainya di ruang makan, semua orang yang ada di sana hanya terdiam tidak bertanya apapun kepada Rey dan Elsa.
"Kenapa melihat kami seperti itu?" Tanya Rey yang sudah duduk di ruang makan bersama yang lain.
"Bukankah kamu harus menjelaskan kepada kami Rey?" Tanya Hani.
"Apa yang harus di jelaskan ma?"
"Key bilang Elsa hamil, benarkah itu?"
"Tidak mama Hani, Elsa dan kak Rey semalam keluar tengah malam nyari makan, mungkin Elsa sedang masuk angin." ucap Elsa.
"Benarkah?" Tanya Rose.
"Benar ma,, iyakan kak Rey?" Tanya Elsa yanh menoleh ke arah Rey.
Rey hanya mengangguk mengiyakan ucapan Elsa.
Kenan yang sudah mendengar ucapan Elsa langsung menoleh ke arah Key yang duduk di hadapannya.
"Lihat bukan? Dia masuk angin Key bukan hamil, kamu ini punya anak malah jadi tukang gossip!" sindir Kenan.
"Abang! Kenapa abang bilang gitu!? Aku ga suka gossip tau!" ketus Key.
"Sayang sudahlah jangan berdebat lagi." ucap Bernard yang mencoba untuk menenangkan istrinya.
"Sudah, sekarang kita sudah tau kebenarannya, lebih baik kita makan." ucap Kalandra.
Akhirnya sarapan bersama pun di mulai, semua orang menyantap makanan mereka masing-masing sambil sesekali mengobrol.
"Kalian akan berbulan madu di mana?" Tanya Nala.
Elsa menoleh ke arah Rey dengan penuh harap, Rey belum benar-benar setuju dengan permintaan Elsa semalam.
Rey mengerti dengan kode Elsa, akhirnya dia hanya menghela nafas panjang.
"Elsa ingin pergi ke Hawaii, jadi kami akan ke Hawaii lusa, jadi aku dan Elsa tidak perlu menunggu di sini selama seminggu." ucap Rey.
"Baguslah kalau begitu Elsa tidak akan bosan tinggal di sini seminggu." ucap Hani.
Elsa merasa sangat senang karena Rey setuju untuk berlibur ke Hawaii, mereka bisa berlibur dengan bebas di sana sebelum cuti kerja mereka habis.
__ADS_1