ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 47


__ADS_3

Hari itu Hani yang sedang menyiapkan sarapan untuk suami dan anaknya melihat ke arah Rey yang sudah rapih dan sedang menuruni tangga.


“Rey, kamu mau kemana jam segini udah rapih?” tanya Hani.


“Mau jemput Elsa ma buat fitting baju.”


“Yaampun Rey! Kamu yang ada ganggu orang kalo jam segini pergi ke rumah Elsa!”


“Ih mama, kita tuh harus buru-buru biar ga antri, kan males Rey kalo sampe butih ternyata masih harus nunggu.”


“Lah emang kamu kira ke butik sama kayak rumah sakit harus antri? Kan kita udah buat janji, jadi pasti kosong kalo jam segitu cuma buat kamu dan Elsa.” Ucap Hani.


“Ya kalo gitu Rey mau pergi ke tempat lain dulu, bye ma..” Ucap Rey sambil melambaikan tangannya.


“Eh, Rey tunggu!”


“Apa lagi ma?”


“Sarapan dulu Rey.”


“Rey sarapan di tempat lain aja ma.”


“Baiklah kalo gitu, hati-hati di jalan ya.”


Rey menganggukkan kepalanya dan langsung pergi ke luar rumah, menaiki mobil sportnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sepanjang jalan Rey bersenandung dan menganggukkan kepala mengikuti irama lagu yang di putar di dalam mobilnya.


“Entah kenapa aku bahagia sekali hari ini.” ucap Rey.


“Tapi aku ke mana kalau bukan ke rumah Elsa? Ah apa aku kunjungi Nala saja ya, tapi pasti aku mengganggunya.” Ucap Rey kembali.


Namun akhirnya Rey melajukan mobilnya menuju kontrakan Nala, Rey terkejut saat melihat Nala yang sedang di tarik paksa oleh seorang laki-laki yang sepertinya jauh lebih tua darinya.


“Siapa laki-laki itu? Jangan-jangan suami Nala?” gumam Rey yang segera turun dari mobil setelah memarkirkannya tepat di depan kontrakan Nala.


“Wow! Situ laki bukan?” ketus Rey yang mendorong laki-laki itu menjauh dari Nala.


“Siapa kamu! Jangan ikut campur urusan orang lain!”


“Aku adalah teman baik Nala, dan jika ada yang menyakiti temanku tentu saja aku akan membantunya.”


“Teman? Tidak ada yang namanya teman di antara laki-laki dan perempuan! Kamu pasti salah satu dari laki-laki yang pernah meniduri pela*cur ini!” ketus laki-laki itu.


Rey yang mendengar ucapan laki-laki itu sangat kesal, dia mengepal tangan kanannya dan sia untuk memberikan tinju kepada laki-laki itu, namun belum sempat Rey memukul wajah laki-laki itu tiba-tiba saja Nala menamparnya.


Plak!! Suara tamparan Nala di pipi laki-laki itu sangat kencang hingga membuat jiplakan tangan di pipinya terlihat jelas.


Rey terkejut saat Nala dengan berani menampar laki-laki itu, Rey menoleh melihat wajah Nala yang sangat merah karena menahan amarahnya.


“Berani sekali kamu menamparku pela*ur!” bentak laki-laki itu.


“Jika kamu mengataiku tidak masalah, katai aku sesuka hatimu! Tapi jangan pernah kamu mengatai orang-orang terdekatku!” teriak Nala.

__ADS_1


Bahkan Niko anaknya menangis mendengar suara kedua orang yang berteriak itu, tetangga yang ada di sana juga ikut melihat ke arah rumah Nala, dan hal itu membuat laki-laki itu malu dan akhirnya dia memutuskan untuk


pulang meninggalkan Nala dan Rey di sana.


Saat melihat laki-laki itu sudah pergi, Nala langsung duduk di lantai sambil mengeluarkan air mata yang dia pendam dari tadi.


“Nal, kamu ga apa-apa?” tanya Rey.


“Rey, tolong.. tolong gendong anakku dulu agar dia tidak menangis.” Ucap Nala dengan suara terputus-putus.


Dengan segera Rey mengangguk dan masuk ke dalam rumah Nala untuk mengambil Niko yang ada di dalam kamar dan kembali keluar.


“Dia siapa Nala? Suamimu?” tanya Rey yang di balas anggukan oleh Nala.


“Hikss,, hikss, aku ga kuat Rey, aku sudah ga kuat lagi!” teriak Nala sambil menjambak rambutnya sendiri.


“Nala! Jangan bicara seperti itu di hadapan anakmu!” tegas Rey.


“Lagian, bagaimana bisa dia tau jika kamu berada di sini?” tanya Rey.


“Aku juga tidak tau Rey, aku tidak tau kenapa dia bisa tau aku ada di sini.”


Rey berfikir sejenak, dia melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 7 pagi, dia harus pergi ke rumah Elsa tapi dia juga tidak bisa meninggalkan Nala dan anaknya sendirian.


“Ikutlah denganku! Aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian di sini.” Ucap Rey sambil mengulurkan tangan kepada Nala.


“Kemana? Tidak usah Rey, lebih baik aku di sini saja kemarikan Niko, pergilah.” Ucap Nala yang langsung berdiri dan merentangkan kedua tangannya untuk mengambil Niko dari Rey.


Akhirnya dengan terpaksa Nala mengiyakan ucapan Rey dan segera masuk ke dalam rumahnya untuk mengambil tasnya.


Akhirnya Rey dan Nala naik ke dalam mobil, sedangkan Niko berada di pangkuan Nala karena hari itu Rey menggunakan mobil sport.


“Maaf sempit, aku hari ini memakai mobil ini karena tidak tau kalau akan ada kejadian seperti ini.” ucap Rey.


“Tidak masalah Rey, tapisebenarnya kita mau ke mana?”


“Kita ke rumah calon istriku, hari ini aku dan dia ada fitting baju, dan kamu bisa tinggal di sana bersama kedua orang tuanya.”


“Apa?! T-tidak Rey! Turunkan aku di suatu tempat atau kembali ke rumah saja, aku tidak enak Rey.” Ucap Nala.


“Diamlah, calon mertuaku itu sangat baik Nala, mereka akan menerimamu dan Niko dengan senang hati.” Ucap Rey menenangkan Nala.


Akhirnya setelah melakukan perjalanan beberapa menit, mereka masuk ke dalam halaman rumah yang sangat besar hingga membuat Nala menelan salvilanya.


“Ternyata calon istrimu saja bukan orang biasa Rey, kamu memang tidak di takdirkan untukku.” Batin Nala di dalam hatinya.


“Turunlah!” ucap Rey yang membuyarkan lamunan Nala.


“Eh, i-iya aku turun.” Ucap Nala.


Mereka bertiga masuk ke dalam rumah Elsa bersama-sama.


“Om, tante..” panggil Rey.

__ADS_1


“Rey, masuklah kami sedang sarapan.” Teriak Rose yang berada di ruang makan.


Rey menyuruh Nala ikut dengannya walaupun awalnya Nala sangat ragu untuk masuk dan bertemu dengan Ryan dan Rose.


“Hai semuanya..” sapa Rey dengan semangat.


Tiga orang yang ada di meja makan menoleh ke asal suara dan terpaku saat melihat ada seorang wanita yang berada di sebelah Rey dengan menggendong bayi.


“R-rey! Siapa wanita dan anak yang dia gendong ini?!” tanya Ryan yang sudah berfikir macam-macam.


“Om, kenalkan dia...”


“Diam! Kamu berani membawa kekasihmu dan anak kalian ke hadapan kami untuk membatalkan acara pernikahan!” ketus Ryan yang memotong ucapan Rey.


“Pa, dengar dulu ucapan kak Ryan.” Ucap Elsa.


“Kamu juga diam! Kamu dan Rey sekongkol kan untuk membatalkan pernikahan ini!?”


“Hah? apa sih pa!” ucap Elsa yang kesal dengan ucapan papanya.


“Kak Ryan! Duduklah, kita harus mendengarkan apa yang di katakan oleh Rey lebih dulu.” Ucap Rose.


Mendengar ucapan Rose akhirnya membuat Ryan sedikit tenang dan kembali duduk di kursinya.


“Hah! Emang harus di bilangin sama pawangnya!” gumam Elsa sambil memutar bola matanya.


“Rey, pertama kalian berdua duduklah dulu.” Ucap Rose dengan tenang.


Akhirnya Rey dan Nala menarik kursi makan dan duduk di sana, Rey mulai menjelaskan tentang keadaan Nala mulai dari pertemuan mereka kemarin.


“Apa?! Bagaimana bisa ada laki-laki yang seperti itu!” ketus Ryan.


“Cih, tadi bentak-bentak sekarang belain!” sindir Elsa.


“Els, sudah!” ucap Rose.


“Jadi om, tante, bisakah Nala sementara di sini dulu sampai Rey dan Elsa selesai fitting baju, setelah itu Rey akan mengantarnya kembali.” Ucap Rey.


“Nala, kamu dan anakmu tinggal di sini saja untuk beberapa hari ya, tante yakin kalau mantan suamimu itu pasti akan kembali jika melihatmu ada di rumah.” Ucap Rose.


“Hm, mama Elsa benar! Kamu di sini dulu sampai keadaan di sana benar-benar aman.” Sambung Ryan.


Namun Elsa hanya diam saja melihat ke arah orang-orang yang sedang berbicara di hadapannya.


“Ada satu hal yang tidak kamu beritahu kepada orang tuaku kak Rey, kamu tidak mengatakan kalau dia adalah mantan kekasihmu di masa lalu.” Batin Elsa dengan senyum sinisnya.


***


Bonus nih kak, maaf ya karena update sering telat huhuhu...



__ADS_1


__ADS_2