
“Rey! Rey!” panggil Kenan.
“Eh, a-apa bang?”
“Kenapa kamu diam saja? Kamu setuju bukan menikah dengan Elsa?” tanya Kenan.
Rey tidak tau harus mengucapkan apa, berada di tengah-tengah banyak orang membuatnya tidak bisa berkutik apa lagi menolak, terutama saat papi Kalandra dan mami Khansa sudah menyetujuinya.
“Kenapa diam saja Rey? Apa kamu tidak setuju dengan rencana ini?” tanya Khansa.
“B-bukan begitu mi.”
“Rey, kami hanya ingin yang terbaik untuk kalian berdua itulah kenapa kami menyarankan hal seperti itu.” Ucap Ryan.
“Beri Rey waktu untuk berfikir om, Rey juga harus mematangkan hati untuk menikah secara mendadak seperti ini.” ucap Rey.
Elsa dan Rey hanya saling tatap, sedangkan yang lain hanya bisa mengangguk mengiyakan keputusan Rey.
Key juga tau betul kalau Rey dan Elsa memiliki kisah yang sangat rumit, dia menatap khawatir ke arah keduanya.
Semua orang sedang pamit untuk pulang ke rumah mereka masing-masing karena harus mandi dan mengurus pekerjaan, saat itu Rey yang di tugaskan untuk menjaga Elsa di rumah sakit.
Hanya ada Rey dan Elsa di sana, suasana canggung mendominasi seluruh ruangan karena ucapan Rose yang menyuruh mereka menikah.
“Els, maaf karena aku tidak bisa langsung memberikan jawaban kepada tante Rose.” Ucap Rey yang memecah kecanggungan di antara mereka.
Elsa hanya tersenyum sinis mendengar ucapan Rey, Elsa menatap Rey dengan tatapan sendunya.
“Kak Rey, apa kakak tau kenapa dulu aku menolak kak Rey dan malah memilih Sandy?” tanya Elsa
Rey yang mendengar pertanyaan itu langsung menatap Elsa dengan tatapan penuh tanya.
“Itu karena aku merasa kalau kak Rey terpaksa waktu menyatakan perasaan kak Rey kepadaku. Aku tau kak Rey belum yakin dengan perasaan kak Rey kepadaku, kak Rey mengungkapkan perasaan kak Rey karena merasa aku akan di rebut oleh seseorang.” Ucap Elsa.
“Els, bukan begitu..”
“Jangan berbohong kak! Selama ini kamu sudah terbiasa di ganggu olehku, kamu hanya takut merasa kehilangan orang yang selama ini mengejarmu seperti orang gila.”
“Memang benar aku menyukaimu, hanya saja aku belum bisa memastikan apakah perasaanku ini hanya perasaan suka karena aku menganggapmu sebagai adik atau menyukaimu sebagai wanita.” Ucap Rey.
__ADS_1
“Sudahlah kak, lebih baik tolak saja permintaan mamaku karena aku tidak mau menikah hanya karena paksaan.” Tegas Elsa.
Belum sempat Rey menjawab ucapan Elsa, tiba-tiba Ryan dan Rose masuk ke dalam ruangan Elsa membuat Rey dan Elsa sama-sama terkejut.
“Rey, kalau kamu ada keperluan di luar pergilah, kami akan menjaga Elsa sekarang.” Ucap Rose.
“Tante, Rey menerima pernikahan itu!” ucap Rey secara tiba-tiba.
Elsa yang mendengarnya langsung menatap ke arah Rey dengan tatapan tidak percaya, begitu pula dengan Ryan dan Rose yang terkejut mendengar jawaban dari Rey.
“Kamu serius Rey!?” tanya Rose dengan mata yang sudah penuh dengan harapan.
“Serius tante, Rey akan menikah dengan Elsa dan menjaganya dengan baik agar tante dan om tidak merasa khawatir lagi.” Ucap Rey.
Rose dan Ryan sangat senang mendengar hal itu, mereka berdua langsung keluar ruangan Elsa untuk mengabari keluarga mereka dengan kabar bahagia tersebut.
Sedangkan Elsa kesal dengan jawaban yang di berikan oleh Rey, Elsa tidak suka dengan keputusan Rey yang menurutnya sangat egois.
“Apa maksud ucapanmu barusan kak Rey! Menikah bukanlah hal yang mudah.” Ketus Elsa.
“Aku tau menikah bukanlah hal yang mudah, tapi aku juga ingin membuktikan kalau aku benar-benar menyukaimu.”
“Intinya kita akan menikah! Entah bagaimana perasaanku padamu, cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu.” Tegas Rey yang langsung meninggalkan ruangan Elsa.
Sedangkan Elsa yang masih kesal hanya bisa mengepal kedua tangannya dan mata yang sudah berkaca-kaca.
“Walaupun aku sangat menyukainya, tapi aku tidak mau menikah hanya karena rasa penasaran akan perasaannya kepadaku.” Gumam Elsa.
***
Setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit, akhirnya Elsa di ijinkan untuk pulang ke rumah karena keadaanya mulai membaik.
Rey dengan setia menemani Elsa selama berada di rumah sakit, hanya terkadang dia pergi untuk mengurus pekerjaannya di perusahaan, namun sepulang dari perusahaan Rey akan langsung pergi ke rumah sakit untuk menjaga Elsa kembali.
Sama seperti sebelumnya, Elsa masih membujuk Rey untuk menarik kata-katanya yang menyetujui pernikahan itu, Elsa ingin Rey segera menolak pernikahan itu namun Rey tetap pada pendiriannya untuk menikah dengan Elsa.
“Rey, tante bersyukur karena kamu selalu mendampingi Elsa selama ini, terimakasih ya.” ucap Rose dengan sepenuh hati.
“Sama-sama tante, jangan berterimakasih begitu karena selama ini Rey tulus menjaga Elsa di rumah sakit.” balas Rey.
__ADS_1
“Tante sangat beruntung karena kamu akan menjadi menantu tante.” Puji Rose yang di balas senyuman oleh Rey.
Mendengar hal itu membuat Elsa kesal dan menatap sinis ke arah Rey yang sedang tersenyum ke arah mamanya.
“Ma, apa harus Elsa menikah dengan kak Rey? Bukankah pernikahan tidak boleh di paksa?” tanya Elsa dengan ketus.
“Elsa kamu kok ngomongnya gitu? Bukannya kamu sangat menyukai Rey dulu?” ucap Rose yang membuat Elsa menjadi gelagapan.
“Aish, kenapa mama harus mengucapkan hal itu di saat seperti ini.” batin Elsa di dalam hatinya.
“Itu dulu ma, sekarang Elsa sudah tidak menyukainya lagi!” ketus Elsa berbohong.
“Benarkah? Tapi sepertinya kamu sedang berbohong.” Rose menatap curiga ke arah anaknya.
“Aku tidak berbohong mama!”
“Baguslah, kalau begitu mama akan memberitahu papa untuk mempercepat acara pernikahan kalian sekita tiga bulan lagi!” ucap Rose sambil tersenyum dengan bahagia lalu pergi meninggalkan Rey dan Elsa di dalam ruangan.
Setelah melihat mamanya meninggalkan mereka berdua, Elsa langsung menatap tajam ke arah Rey yang juga sedang menatapnya.
“Ini semua karena kak Rey! Lihatlah mama malah mempercepat acara pernikahan kita!” ketus Elsa.
“Kenapa jadi menyalahkan aku? Ini semua karena kamu membantah ucapan mamamu, kalau tadi kamu diam saja pasti mamamu tidak akan mempercepat pernikahan kita.” Balas Rey.
“Menyebalkan! Kalian semua menyebalkan!” teriak Elsa.
“Diamlah jangan berteriak, kamu berisik sekali!”
“Bagaimana kalau begini saja, kita bikin kontrak saja kita akan menikah selama setahun untuk memastikan perasaan kita satu sama lain, jika salah satu dari kita sudah jatuh cinta maka orang itu harus jujur dan kita bisa membatalkan kontrak tersebut.” Ucap Rey.
“Lalu? Kalau salah satu dari kita tidak ada yang mengatakan kalau kita jatuh cinta bagaimana?” tanya Elsa.
“Ya berarti kita harus berpisah setelah kontrak itu habis.” Ucap Rey.
Mendengar hal itu membuat Elsa sedih, namun dia juga tidak mau sampai dia yang duluan mengatakan kalau dirinya jatuh cinta, selama ini dia sudah menunggu Rey dan juga berjuang untuk membuat Rey menyukainya namun tidak berhasil.
“Aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku Elsa! Aku akan membuat dirimu mengatakan lebih dulu kalau kamu mencintaiku!” batin Rey dengan penuh tekat.
“Aku tidak mau bodoh karena menyukaimu lagi kak Rey, kali ini aku ingin kamu berjuang dan merasakan bagaimana rasanya menjadi aku selama ini.” batin Elsa.
__ADS_1