
Hari sudah sanga larut namun Rey masih tidak bisa tertidur karena mengingat kata-kata Elsa yang membuatnya sedikit kesal saat di restaurant tadi.
FLASHBACK
“Kamu ga cemburu kalau aku membantu mantanku?” tanya Rey.
“Apa? Hahaha, cemburu? Tentu saja tidak kak, untuk apa aku cemburu?” tanya Elsa sambil tertawa puas.
“Hah? Tentu saja kamu harusnya cemburu, kalau nanti aku kembali padanya bagaimana?”
“Ya silahkan saja! Bukankah aku sudah bilang kalau aku sudah tidak menyukaimu seperti saat SMA dulu, jadi aku tidak perduli walaupun kamu mau kembali kepada masa lalumu atau memilih wanita lain.” Jawab Elsa dengan santainya.
FLASHBACK END
“Aaarrgghh!!! Aku kesal sekali, kenapa dia merespon dengan santai seperti itu? Bukankah dulu dia akan marah dan mengeluarkan kata-kata pedas?” gumam Rey sambil mengacak-acak rambutnya.
“Kenapa? Why? Kenawhy? Dia ga cemburu? Harusnya kan dia cemburu calon suaminya yang tampan ini bertemu dengan mantan kekasihnya bahkan membantunya.” Teriak Rey di dalam kamarnya.
Teriakan Rey itu membuat Robert dan Hani yang berada di kamar sebelah terganggu.
“Ma, sebenarnya anak kita itu kenapa sih teriak-teriak tengah malem? Dia ga tau sekarang jam berapa?” ucap Robert yang terbangun karena teriakan Rey.
“Entahlah, dia makin besar makin ga waras kayaknya.” Ucap Hani yang beranjak dari tempat tidurnya.
“Kamu mau kemana?”
“Mau bikin tuh anak diem pa, aku juga ga bisa tidur lah denger dia teriak begitu.” Ucap Hani.
Hani berjalan menuju kamar anak satu-satunya itu, dia ingin menegur Rey dan menyuruhnya berhenti berteriak karena itu sangat mengganggu.
Tok,,tok,,tok..
“Rey!” teriak Hani dari depan kamarnya.
Rey yang mendengar namanya di panggil langsung diam dan membukakan pintu untuk mamanya.
“Mama! Hai mamaku yang paling cantik sedunia..” ucap Rey sambil memeluk tubuh Hani.
“Ih, lepasin ga! Kamu ini gimana sih Rey, sekarang jam berapa kamu teriak-teriak kayak orang gila! Papa kamu ngomel-ngomel tuh gara-gara kamu berisik.” Tegur Hani.
“Hehe, maaf ya ma, bilang papa juga Rey minta maaf.” Ucap Rey sambil memamerkan gigi putihnya.
__ADS_1
“Emangnya kamu ngapain sih Rey? Ini udah malem, lagian besok kamu ada fitting baju nikahan sama Elsa.” Ucap Hani.
“Ah benarkah ma? Fitting baju nikahan? Berarti Rey sama Elsa pergi ke butik untuk mencoba pakaian untuk nikahan kami?” tanya Rey.
“Rey, kamu ini jadi lola ya? Ya namanya fitting baju masa makan-makan?”
“Baiklah, bagus! Kalau begitu Rey tidur dulu ya, selamat tidur mamaku yang cantik bye..” ucap Rey yang langsung menutup pintu kamarnya.
“Hah? dasar anak kurang ajar! Berani sekali dia menutup pintu kamarnya di depan wajah mamanya sendiri!” gumam Hani yang langsung berjalan kembali ke kamarnya.
Sedangkan Rey yang sudah menutup pintu kamarnya langsung tersenyum dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan langsung berbaring di atas tempat tidurnya.
“Hah,,, besok aku pergi sama Elsa, kalau begitu aku akan menghubungi Karina dan membatalkan semua schedule besok.” Gumam Rey yang akhirnya menutup kedua matanya.
***
Drrtt,, drrtt..
Telfon Elsa berbunyi, dengan mata yang masih mengantuk Elsa mengangkat telfon dari Rey calon suaminya.
“Hmm..” ucap Elsa yang baru bangun tidur.
“Kamu baru bangun? Yaampun kamu ini calon istri bagaimana jam segini baru bangun?” tanya Rey dari sebrang telfon.
“Hah? Apaan sih kak? Ini masih jam 3 pagi! Kamu ngapain nelfon aku subuh-subuh?” tanya Elsa.
“Ini udah siang Elsa, ayo bangun dan bersiaplah karena aku akan menjemputmu kita akan fitting baju.” Ucap Rey.
“Ini masih jam berapa kak Rey! Kita fitting baju jam 8 dan sekarang masih jam 3 terus kita mau ngapain selama 5 jam hah?!” teriak Elsa.
“Elsa pokoknya aku mau kalau kamu cepetan siap-siap oke?”
“Engga!! Aku masih ngantuk, aku mau tidur, jadi aku bakalan siap-siap nanti jam 7!”
“Els, aku akan menunggumu di depan rumah sampai kamu turun nanti!”
“Bodo amat!!” teriak Elsa yang langsung mematikan telfon dari Rey,
Rey kesal karena telfonnya di matikan begitu saja oleh Elsa, dia langsung membanting hpnya ke atas kasur dan menarik nafas panjang.
“Beraninya mematikan telfonku begitu saja! Aku akan segera mandi dan pergi kerumahmu, aku akan membangunkanmu!” gumam Rey yang sudah beranjak dari tempat tidurnya.
__ADS_1
Di sisi lain, Elsa yang baru saja mematikan telfon dari Rey langsung duduk bersandar di sandaran tempat tidurnya, Elsa kesal karena tidak bisa tidur kembali hanya karena telfon dari Rey.
“Aish! Memang dia itu mengganggu saja, dia emang ga tau orang lagi tidur kali ya! Aku jadi ga bisa tidur lagi kan huaa…” rengek Elsa sambil mengacak-acak rambutnya.
Karena Elsa tidak bisa tidur kembali, dia memutuskan untuk membuat teh hangat karena pagi itu udara sangat dingin sekali.
“Loh Elsa, kamu ngapain malem-malem di dapur?” tanya Rose.
“Eh mama sudah bangun, Elsa lagi bikin teh anget ma, mama mau juga?”
“Hm boleh deh, buat papa kamu juga ya sayang.” ucap Rose yang di balas anggukan oleh Elsa.
“Kamu kok tumben udah bangun jam segini sayang?” tanya Rose kembali.
“Tadi kak Rey nelfon ma, nyuruh Elsa siap-siap fitting baju, kan kesel ya masih jam 3 udah di bangunin suruh mandi, dia mau Elsa masuk angina kali!” ketus Elsa.
“Yaampun kamu kok begitu ngomongnya? Berarti Rey ga sabar pengen cepetan nikah sama kamu ciyee..” goda Rose.
“Ha,,ha,,ha lucu deh mama! Kayaknya mama seneng banget sih Elsa cepetan nikah.”
“Tentu saja! Jadi mama bisa ngurangin jatah nasi di rumah.” Goda Rose.
“Hah? Mama… kok jahat banget sih padahal kan Elsa makannya ga banyak.” Rengek Elsa.
“Hahaha, bercanda kok bercanda, kamu mau makan sebakul juga bakalan mama berikan dengan senang hati!”
“Mama senang kamu menikah dengan orang yang tepat sayang, walaupun memang benar katamu kalau Rey adalah laki-laki yang cuek, tapi dia memiliki tanggung jawab yang baik, lagipula bukannya kamu menyukai Rey?” tanya Rose.
“Entahlah ma, Elsa udah capek bertepuk sebelah tangan selama bertahun-tahun, Elsa udah capek jangan sampai Elsa tetap menyukai kak Rey sedangkan hatinya bukan buat Elsa walaupun kita sudah berada di satu rumah.”
Mendengar ucapan anaknya membuat Elsa sedih, tapi Rose yakin kalau Rey adalah laki-laki yang tepat utuk anak perempuannya yang sangat dia sayangi itu.
“Sini sayang, mama mau peluk kamu yang lama karena nanti bau kamu bakalan berubah jadi baunya Rey.” Goda Rose kembali sambil melebarkan kedua tangannya.
“Ih mama terus aja ngeledekin Elsa.” Rengek Elsa tapi pada akhirnya dia memeluk tubuh mamanya dengan sangat erat.
“Kamu tenang saja sayang, mama yakin cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu! Mama yakin kamu akan bahagia suatu saat nanti.” Ucap Rose sambil mengelus lembut punggung anaknya.
“Terimakasih karena selalu memuat Elsa merasa nyaman ma..”
“Mama akan selalu membuat kamu nyaman sayang, kalau nanti setelah menikah kamu harus tetap cerita sama mama kalau ada apa-apa ya sayang, jangan buat dirimu menanggung semua masalahmu sendirian.” Ucap Rose.
__ADS_1
“Tenang saja ma, Elsa kan kuat jadi mama tidak perlu mengkhawatirkan Elsa.” Ucap Elsa.
Ngiiinggg…… suara teko pemanas air membuat Elsa dan Rose tersadar dan saling melepaskan pelukannya, Elsa langsung membuatkan teh hangat untuknya, papa dan mamanya.