
Sesampainya di rumah, Elsa segera berjalan ke kamarnya untuk beristirahat karena tubuhnya terasa lelah.
"Hai sayang, kamu kenapa sampai malam sekali?" Tanya Rey yang sedang bersandar di sandaran tempat tidur sambil memegang laptop.
"Aku capek banget kak, aku mau istirahat.."
Elsa menaruh tasnya di atas meja lalu berbaring di sebelah Rey.
Rey yang melihat keadaan Elsa hanya bisa tersenyum dan mengelus kepalanya dengan lembut.
"Kamu capek banget ya sayang, setidaknya cuci tangan, kaki dan wajah dulu sana." ucap Rey.
"Huaa,, tapi capek banget.." rengek Elsa.
"Mau di gendong? Mau di cuciin? Ayo aku gendong." tawar Rey.
"Duh engga deh! Aku jalan sendiri aja, bahaya kalo sama kamu kak!" ketus Elsa yang langsung berjalan ke kamar mandi untuk mencuci tangan, kaki dan wajahnya.
Melihat istrinya yang masuk ke dalam kamar mandi, Rey segera keluar dari kamarnya untuk membuatkan minuman hangat khusus untuk Elsa.
"Yaampun tuan muda, biar saya saja yang membuatkan cokelat panasnya." ucap pelayan di rumah Rey.
"Tidak usah bi, Rey mau membuatkan minuman hangat sendiri untuk istri Rey." ucap Rey.
"Tuan muda sangat mencintai nona muda ya.." ucap pelayan tersebut.
"Tentu saja! Rey sangat beruntung memilikinya bi!"
"Di jaga tuan muda, orang yang bisa membuat kita merasa beruntung memilikinya adalah orang yang sangat berharga."
"Tentu saja! Aku akan menjaganya sebaik mungkin bi!" seru Rey sambil tersenyum ke arah pelayannya.
Setelah selesai membuat minuman jangan untuk sang istri, Rey kembali ke kamarnya. Rey melihat Elsa yang sudah selesai mandi dan berpakaian siap untuk tidur.
"Kamu dari mana kak?" Tanya Elsa.
"Nih, aku buatin cokelat panas! Minum ya sayang biar ga capek semua badannya." ucap Rey sambil memberikan gelas yang ada di tangannya.
"Dih, tumben! Di kasih racun ya!?" selidik Elsa.
"Yaelah! Emang kamu fikir aku sejahat itu? Ga perlu racun juga kamu udah kelepek-kelepek!" ucap Rey dengan percaya dirinya.
"Pede banget sih kak!" ketus Elsa.
Elsa langsung meminum cokelat panas yang di buat oleh suaminya, lalu tiba-tiba Elsa memeluk tubuh Rey yang sudah berbaring di sebelahnya.
"Els? Kamu sehat?" Tanya Rey.
"Hah? Sehat lah kak! Kenapa emang?"
__ADS_1
"Tumben amat punya inisiatif buat peluk aku duluan? Wah jangan-jangan gara-gara aku buatin cokelat panas ya? Tau gitu dari dulu aku buatin cokelat panasnya."
"Ih engga! Kak Rey mau aku gendut? Mau aku melar terus kak Rey nyari yang lain?!" ketus Elsa.
"Engga lah sayang! Kamu gendut aja kak Rey cinta kok!"
"Heleh gombal!"
Rey menyudahi perdebatannya dia tidak membalas ucapan istrinya, Rey langsung membalas pelukan istrinya dan mengelus punggung Elsa dengan lembut.
"Kenapa kamu jadi manja begini sayang? Ada apa hmm?" Tanya Rey dengan lembut hingga membuat Elsa merasa nyaman.
"Emm,, menurut kak Rey, bagaimana kalau kita punya anak?" Tanya Elsa.
"Kenapa kamu tanya begitu? Kamu hamil!?" Tanya Rey dengan wajah terkejut.
"Ih ga gitu kak! Santai dong... Tadi aku kan ikut Rania periksa, aku lihat banyak wanita yang membawa bayi mungil, ada yang perutnya sudah besar sekali sama seperti Rania sedang di antar suaminya untuk periksa." jelas Elsa.
"Kamu mau punya anak? Kita kan setiap hari bikin sayang, tinggal tunggu di kasih kepercayaan aja." ucap Rey.
"Tapi kak Rey ga masalah kalau punya anak secepat itu?"
"Kalau boleh memilih, aku ingin sekali menikmati waktu berdua denganmu, karena selama ini kita tidak pernah melakukan apapun berdua saja.."
"Tapi jika Allah memberi kita kepercayaan untuk memiliki anak sekarang juga tidak akan aku tolak! Justru aku akan menjadi papa yang selalu melindunginya!" tegas Rey.
"Tunggu ya kak, setelah yakin tentang janin ini aku akan memberitahumu dengan cara yang sangat istimewa!" batin Elsa sambil tersenyum dan memeluk erat tubuh suaminya.
***
Keesokan paginya, di dapur apartment Jef penuh dengan hidangan sarapan yang bervariasi.
"Selamat pagi tuan.." sapa Sarah sambil tersenyum menyambut Jef yang baru saja bangun dari tidurnya.
"Ini semua kamu yang buat?" Tanya Jef yang di balas anggukan oleh Sarah.
"Kamu yakin tidak ada yang kamu pesan dari luar?" Tanya Jef kembali.
"Mana ada tukang makanan buka tengah malem! Ini saya membuat sarapan dengan bahan yang ada di kulkas!" jelas Sarah.
"Hm,, kamu bangun jam berapa untuk menyiapkan semua ini?"
"Jam 3? Apa jam 4 ya? Pokoknya tengah malem."
"Masa sih? Aku sholat subuh kayaknya ga denger ada suara tuh!"
"Tentu saja tuan, saya membuat suara seminim mungkin agar tidak membangunkan tuan."
"Pertama, jangan panggil aku tuan lagi karena aku bukan tuanmu! Kedua, kamu tidak perlu memasak lagi karena kamu bukan pelayanku! Ketiga, pikirkan bagaimana caramu untuk segera pergi dari sini!" tegas Jef.
__ADS_1
Mendengar ucapan Jef membuat Sarah menundukkan kepalanya, dia tau kalau akhirnya dia harus keluar dari apartment Jef secepat mungkin.
"Aku akan berusaha untuk bekerja nanti, setelah memiliki uang untuk membayar kontrakan, aku akan segera keluar dari rumah ini." ucap Sarah.
"Bagus! Kalau begitu aku mau mandi dulu, kamu mandilah juga jadi kita bisa keluar sarapan bersama dan keluar apartment bersama karena kamu mau pekerjaan." ucap Jef.
"Baiklah tu.. Jef, terimakasih banyak!" ucap Sarah.
Dengan segera keduanya masuk ke dalam kamar masing-masing untuk mengganti pakaian.
Setelah selesai mengganti pakaiannya, Jef dan Sarah segera duduk di kursi makan untuk sarapan bersama.
"Kamu mau kemana? Biar sekalian aku antar." ucap Jef di tengah-tengah sarapan.
"Aku ke cafe di dekat danau, temanku bekerja di sana siapa tau dia bisa memberiku pekerjaan." jelas Sarah.
"Apa kamu memiliki hp?" Tanya Jef.
"Tidak, memang untuk apa?"
"Untuk menghubungiku! Kalau sampai laki-laki semalam mengejarmu lagi kamu jadi bisa menghubungiku." ucap Jef.
"Tidak perlu tu... Jef, aku tidak akan merepotkanmu, temanku bisa membantuku." ucap Sarah.
Jef tidak mengatakan apapun, dia hanya beranjak dari tempat duduknya dan masuk ke dalam kamar.
"Nih! Ini hp lamaku, setidaknya ini bisa di gunakan untuk menghubungiku jika sesuatu terjadi padamu!" ketus Jef sambil memberikan hp kepada Sarah.
"T-terimakasih Jef, kak! Aku akan memanggilmu kak karena sepertinya kamu lebih tua dariku." ucap Sarah sambil tersenyum manis ke arah Jef.
Jef mengalihkan pandangannya, dia mengambil tas kantornya dan berkas-berkas yang di butuhkan Rey.
"Ayo! Aku tidak boleh terlambat bekerja." ajak Jef.
"Yah tapi piringnya belum aku cuci."
"Nanti saja! Sepulang kerja aku akan menjemputmu lagi, jadi jangan kemana-mana!" tegas Jef.
"B-baiklah.." ucap Sarah pasrah.
Akhirnya Jef dan Sarah segera berangkat ke tujuan masing-masing.
**
**MOHON MAAF SEBESAR-BESARNYA KAKAK-KAKAK SEMUA...ππ
Author baru sadar kalau author salah ngetik nama karakter.. Jadi bukan Jay ya kak... tapi Jef..
Author inget sama nama karakter di aplikasi sebelah jadi oleng dehπ€ππ**
__ADS_1