ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 110


__ADS_3

Di dalam kamarnya, Elsa berdiri di depan jendela kamarnya menatap ke arah luar sambil menyilangkan kedua tangannya ke depan.


Sedangkan Rey duduk di tepi tempat tidur sambil menatap punggung istrinya.


"Els..." panggil Rey dengan ragu.


"Apa? Mau ngomong sesuatu?" Tanya Elsa dengan malas.


"Els, maaf aku ga maksud buat boong sama kamu."


"Kalo ga ketemu sama kak Key juga kamu ga akan bilang kan?" Tanya Elsa.


"Aku ga mau ngebebanin kamu.."


"Kalo mikirin kamu sama wanita lain apa ga semakin ngebebanin aku kak!?" Tanya Elsa yang langsung menoleh ke arah Rey.


"Maaf."


"Jadi selama ini Karina tetap bekerja di perusahaanmu?" Tanya Elsa.


"Awalnya aku sudah memecatnya Els, tapi semenjak perusahaanku bermasalah aku jadi memintanya untuk kembali bekerja karena dia yang mengetahui tentang proyek yang sedang bermasalah itu." jelas Rey.


"Kenapa kamu ga bilang aja sama aku kak? Walaupun aku sudah lama tidak bekerja tapi kemampuanku dalam hal pekerjaan masih bisa di andalkan." ucap Elsa.


"Aku bahkan kasihan melihatmu kelelahan mengurus anak-anak sayang, aku ga mau semakin membuatmu kelelahan." jelas Rey.


"Terserah deh." ketus Elsa.


Rey segera beranjak dari tempat tidur lalu memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Aku bener-bener ga ada maksud buat bohong sama kamu sayang, aku juga ga ada hubungan apa-apa sama Karina.. Aku hanya mencintai kamu Elsa.." ucap Rey.

__ADS_1


Elsa menarik nafas panjang untuk menenangkan dirinya, lalu dia berbalik menoleh ke arah Rey.


"Sudahlah jangan di bahas lagi.. Aku mau membicarakan tentang hal lain kepadamu kak." ucap Elsa.


"Ada apa? Bicaralah."


"Aku mau kita semua pindah ke Indonesia."


"Kamu yakin? Terus Giffari bagaimana? Dia ga perlu pengobatan lagi?"


"Aku sudah konsul sama dokternya, katanya dia akan merekomendasikan dokter terbaik di Indonesia."


"Lalu Dika?"


"Kak Sandy dan dokter Levin tidak mau Dika di bawa kita, jadi mereka akan mengambil Dika."


"Apa!? Lalu bagaimana anak-anak jika di pisahkan? Mungkin Gilang dan Giffari tidak masalah karena mereka masih bersama, lalu Dika? Bagaimana nasibnya kalau tiba-tiba dia tidak melihat saudaranya lagi?" Tanya Rey.


"Bruk!!"


Dari depan kamar yang pintunya tidak tertutup itu terlihat Gilang yang menjatuhkan mainannya karena mendengar semua ucapan orang tuanya.


"Gilang?" ucap Elsa saat menoleh ke arah pintu kamarnya.


"Gilang ga mau pergi kemana-mana!" teriak Gilang yang langsung berlari masuk ke dalam kamarnya yang ada di sebelah kamar Elsa dan Rey.


"Lihat bukan? Gilang saja tidak mau terpisah Elsa." ucap Rey.


"Lalu? Aku tetap di sini dan membiarkan kamu bolak-balik ke Indonesia bersama wanita itu?!" Tanya Elsa.


Elsa tidak menunggu Rey menjawab pertanyaannya, dia langsung meninggalkan Rey dan berjalan ke kamar anaknya.

__ADS_1


Tok..tok..tok..


"Gilang sayang buka pintunya ya.." ucap Elsa.


Elsa tau kalau di dalam kamar itu hanya ada Gilang karena Giffari dan Dika sedang bermain di halaman.


"Gilang, mama mohon buka pintunya ya mama mau ngomong.." ucap Elsa dengan lembut.


Tidak butuh waktu lama bagi Elsa membujuk Gilang karena Gilang memang tidak pernah bisa marah berlama-lama dengan mamanya.


Gilang membuka pintu kamarnya, wajahnya menunduk dan berjalan kembali duduk di tempat tidurnya.


"Gilang ga mau pergi!" ucap Gilang dengan wajah yang masih menunduk.


"Gilang sayang, sudah saatnya kita pergi kembali ke tempat tinggal keluarga besar kita."


"Dika ikut?"


"Papa Sandy tidak mengijinkan Dika ikut sayang,, tapi kita akan sering main ke sini dan mengunjungi Dika." ucap Elsa.


"Sayang, keluarga mama, papa, ayah Jef dan bunda Sarah bukan di sini.. Keluarga kami ada di Indonesia, begitu juga dengan keluarga Dika.. Tapi saat ini papa Sandy dan om Levin masih sibuk dengan pekerjaannya di sini." jelas Elsa.


"Sedangkan papa sudah selesai dengan pekerjaannya di sini jadi kita harus segera kembali.. Kesehatan Giffari juga sudah membaik jadi kita bisa pergi dengan aman." lanjutnya.


Mendengar ucapan mamanya membuat Gilang terdiam dengan wajah yang masih menunduk. Elsa tersenyum sambil memegang dagu anak laki-lakinya itu.


"Sayang, di sana kamu bisa bermain dengan kakak-kakakmu, kak Alya, abang Aciel, abang Darren, kak Karren, kak Azzura." ucap Elsa.


"Baiklah.." ucap Gilang dengan pasrah.


Elsa tersenyum lalu memeluk tubuh anaknya itu dengan erat.

__ADS_1


"Terimakasih sayang,, nanti kita bicarakan dengan Giffari dan Dika ya." ucap Elsa yang di balas anggukan oleh Gilang.


__ADS_2