ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 29


__ADS_3

Sandy membawa Elsa ke hotel yang dia tempati, sepanjang jalan Sandy merangkul Elsa dengan mesra agar tidak membuat orang-orang yang melihat mereka curiga.


Sesampainya di kamar Sandy, dia langsung melempar Elsa begitu saja ke dalam kamarnya hingga membuat Elsa semakin ketakutan.


“Hikss,, hikss,, aku mohon kak Sandy jangan seperti ini aku takut, hikss..” ucap Elsa sambil menangis tersedu-sedu.


“Takut?! Hahaha, apa aku begitu menakutkan untukmu!?” tanya Sandy dengan sinis.


Elsa yang masih terduduk di lantai hanya bisa menangis dan berdoa di dalam hatinya, dia tidak tau harus melakukan apa setelah ini karena Sandy benar-benar menyeramkan saat itu.


“Bangun!” bentak Sandy namun Elsa masih berada di tempatnya.


“Aku bilang bangun!!” teriak Sandy yang membuat Elsa tersadar dan akhirnya dia segera bangun dari duduknya.


“Duduk di sana! Aku akan menyiapkan makan siang untukmu!” tegas Sandy.


“T-tidak kak, aku tidak mau makan.” Ucap Elsa.


“Aku tidak menerima pendapatmu! Aku menyuruhmu untuk makan berarti kamu harus makan!” tegas Sandy.


Sandy berjalan menuju dapurnya untuk menyiapkan makanan, sedangkan Elsa sedang berfikir untuk terbebas dari Sandy.


“Bagaimana ini, aku harus meminta pertolongan!” gumam Elsa.


Dia berusaha mencari hp di sakunya namun dia lupa kalau dia tidak membawa hp di saku, Elsa semakin takut dan khawatir akan nasibnya nanti.


Sandy yang sedang memasak sesekali menoleh ke belakang untuk memastikan keberadaan Elsa di sana, dia mencoba untuk memasak hidangan seadanya dengan cepat.


Setelah selesai memasak, Sandy segera menaruh makanan tersebut di atas meja untuk dirinya dan juga Elsa.


“Makanlah! Aku tidak ingin kamu sakit!” ucap Sandy.


“Hikss,, kak Sandy aku mohon jangan lakukan ini kepadaku, hikss..”


“Elsa sayang, aku ini sangat menyayangimu, aku sudah memberikan segalanya untukmu, aku sudah memperlakukanmu sebagai ratuku, lalu kenapa kamu malah membuatku kecewa?” ucap Sandy dengan lembut namun justru itulah yang membuat Elsa semakin ketakutan.


“Aku tau selama ini kamu menyukai Rey, aku juga tau kalau sampai detik ini pun kamu masih sangat menyukai Rey Elsa! Apa harus aku melenyapkan Rey lebih dulu agar kamu bisa membuka hati untukku?”


Elsa terkejut mendengar pertanyaan Sandy yang sangat santai namun menyeramkan itu, dia tidak percaya kalau Sandy akan berlaku sejauh itu.


“Jangan, aku mohon jangan sentuh orang lain karena akulah yang salah! Jadi jangan menyakiti orang lain.” Ucap Elsa memohon kepada Sandy.

__ADS_1


“Kalau begitu makanlah dengan tenang.”


“Lalu kapan aku boleh pulang kak?”


“Jangan banyak tanya! Makan saja!” ketus Sandy.


Akhirnya Elsa mulai memakan makanan yang di sediakan oleh Sandy, dia juga menghabiskannya sampai tidak ada yang tersisa karena dia juga sebenarnya sangat kelaparan.


“S-sudah habis kak.” Ucap Elsa.


Namun tidak lama kemudian, entah kenapa Elsa merasa sangat mengantuk, dia melihat Sandy yang sedang tersenyum di hadapannya dengan samar-samar.


“Kak Sandy! Apa yang kamu berikan padaku!” teriak Elsa sebelum menutup kedua matanya sepenuhnya.


Elsa tertidur di atas meja makan dengan posisi duduk, sedangkan Sandy yang melihatnya hanya tersenyum dan bernafas panjang.


“Setidaknya kamu bisa tenang sesaat kalau tidur seperti ini.” ucap Sandy dengan senyum sinisnya.


Saat dia memasak makanan untuk Elsa, Sandy memasukkan obat tidur ke dalam makanan dan minuman Elsa tanpa sepengetahuan Elsa, dia ingin membuat Elsa tenang karena jika tidak membuat Elsa tertidur dia akan selalu mengoceh sepanjang hari.


Namun tiba-tiba saja terlintas fikiran jahat di kepala Sandy, dia ingin menjebak Elsa untuk membuat Elsa tetap bersamanya selamanya.


“Benar! Aku harus mencari sesuatu yang bisa di gunakan untuk mengancam Elsa!” gumam Sandy.


Sandy langsung mengambil hp miliknya dan memotret Elsa yang sedang tertidur di atas tempat tidurnya.


“Ini cukup bagus untuk mengancamnya.” Gumam Sandy sambil tersenyum dengan licik.


***


Di sisi lain, Rey yang sudah sampai di Indonesia segera pergi ke perusahaannya, di sana sudah ada Ken yang kebetulan di suruh oleh Robert membantunya menangani perusahaan Rey sampai Rey kembali.


“Hai Ken.” Sapa Rey yang baru masuk ke dalam ruangannya.


“Rey!? Kamu sudah kembali? Kenapa? Bukankah kamu ke sana mau merebut Elsa kembali? Apa kamu sudah mendapatkan Elsa?” tanya Ken secara bertubi-tubi.


“Merebut Elsa apanya! Aku hanya ingin memastikan kalau hubungan Elsa dan Sandy baik-baik saja, aku hanya ingin memastikan kalau Sandy bisa menjaga Elsa.” Jelas Rey sambil duduk di sofa dan menyandarkan punggungnya.


“Ih kamu ini bodoh sekali! Kenapa mudah menyerah begitu saja? Kalau boleh jujur, aku tidak yakin dengan Sandy, walaupun dia adalah teman Key tapi aku tidak menyukainya.”


“Lalu aku harus apa? Memaksanya untuk memilihku? Itu adalah pilihan Elsa, toh aku belum bisa memastikan apakah aku benar-benar menyukainya atau tidak.”

__ADS_1


“Aish! Kamu ini memang benar-benar menyebalkan Rey! Sumpah aku kesal sekali denganmu, bagaimana bisa tidak mengetahui perasaanmu sendiri, lagipula perasaan akan muncul seiring berjalannya waktu Rey sama sepertiku dan Elsa.” Jelas Ken sambil menahan emosinya.


Brak!! Tiba-tiba saja Key membuka pintu ruangan ruangan Rey hingga membuat Rey dan Ken terkejut, setelah mendengar kabar kepulangan Rey ke Indonesia, Key segera pergi ke perusahaan Rey dalam kondisi hamil.


“Rey!!!” teriak Key.


“Yaampun Key, orang hamil ga boleh teriak!” ketus Ken.


“Tau! Udah mau punya anak malah makin bar-bar tingkahnya!” ketus Rey.


“Cih jangan bawel! Kamu Rey! Kenapa kamu pulang!?” ketus Key.


“Kalian berdua sepertinya tidak senang sekali melihatku, apa kalian mau aku menetap di sana?” tanya Rey.


“Tidak masalah jika kamu bisa mendapatkan Elsa kembali!” ketus Key.


“Key, lebih baik kamu duduk dulu! Aku takut kalau kamu melahirkan di sini.” Ucap Rey.


“Belum waktunya anakku lahir jadi tidak akan lahir sekarang!”


“Sekarang juga kamu hubungi Elsa! Aku ingin berbicara padanya!” ucap Key.


“Kenapa tidak kamu saja yang menghubunginya?”


“Aku maunya kamu yang menghubunginya Rey!”


“Sudahlah Rey turuti saja! kamu tidak boleh membantah orang hamil.” Ucap Ken.


Dengan terpaksa akhirnya Rey mengambil hpnya di dalam saku dan mencoba untuk menghubungi Elsa sesuai keinginan Key.


Sekali dua kali Rey menghubungi Elsa, namun Elsa tidak mengangkatnya dan hal itu membuat Key dan Ken menatap Rey dengan tajam.


“Kenapa kalian menatapku seperti itu!?” tanya Rey.


“Ini semua karena dirimu! Kalau kamu tidak kembali ke Indonesia pasti Elsa bisa di hubungi!” ketus Key.


“Lah, kenapa kalian jadi menyalahkan aku? Kalian fikir aku ini satpam?”


“Intinya aku ga mau tau, kamu harus bisa menghubunginya bagaimanapun caranya!”


“Dia sedang bersama Sandy, kalian jangan menekanku!” ucap Rey.

__ADS_1


Ken dan Key hanya terdiam sambil menatap Rey dengan tajam, sedangkan Rey hanya bisa pasrah di tatap seperti itu oleh saudaranya dan menaruh kembali hpnya di dalam sakunya.


__ADS_2