ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 15


__ADS_3

Hari-hari berlalu, Key sudah sadar setelah operasinya namun masih harus di rawat di rumah sakit.


Hari itu Elsa baru saja datang ke rumah sakit dan langsung menuju ruangan Key, betapa terkejutnya Elsa saat mendengar suara teriakan Kalandra dan Key, tanpa pikir panjang Elsa segera masuk ke dalam ruangan untuk melihat apa yang sedang terjadi.


“Maksud papi apa?!” tanya Key.


“Papi bilang, kamu tidak akan pernah lagi melihat dan mengendari mobilmu!” bentak Kalandra.


“Papi jangan egois, mobil itu Key beli sendiri pake uang jajan Key!”


“Papi egois? Lalu bagaimana denganmu!? Apa kamu tidak egois namanya melakukan hal yang berbahaya tanpa mengerti bagaimana perasaan kedua orang tuamu!”


“Key tau Key salah pi, tapi jangan ambil mobil Key Key mohon..”


“Mas,, sudahlah..” ucap Khansa yang mencoba menenangkan suaminya.


“Tidak sayang! Apa kamu fikir aku bisa diam saja saat dia terbaring di rumah sakit dan membuatmu menangis setiap hari!?” ketus Kalandra.


“Sekarang Key sudah baik-baik saja jadi aku tidak akan menangis lagi ya mas..”


“Tidak! Keputusanku sudah bulat, aku tidak akan pernah mengijinkan Key mengendarai mobil lagi mulai saat ini!” tegas Kalandra yang langsung pergi meninggalkan ruangan Key.


Elsa yang meihat kejadian itu hanya bisa mematung di tempatnya, dia tidak pernah mendengar Kalandra membentak anaknya terutama Key, Elsa segera menghampiri Khansa yang saat itu hampir menangis dan mencoba untuk menenangkannya.


“Mami,, jangan menangis ya..” ucap Elsa.


“Els, tolong jaga Key sebentar ya, mami mau nyusul papi dulu.” Ucap Khansa yang di balas anggukan oleh Elsa.


Setelah kepergian Khansa, Key langsung mengeluarkan emosinya, dia menangis dan melempar barang yang ada di meja sebelah tempat tidurnya. Elsa bingung harus melakukan apa, dia hanya bisa mendekati Key untuk menghiburnya.


“Kak Key,, jangan menangis ya..” ucap Elsa.


“Hikss,, kenapa papi sejahat itu! Aku hanya memiliki mobilku untuk meluapkan semua kebosananku.” Ucap Key.


Elsa memberanikan diri untuk memeluk tubuh Key walau sedikit merasa takut.


“Kak Key, tenanglah papi Kalandra seperti itu karena khawatir sama kak Key, lain kali kalau kak Key bosan pergi sama Elsa aja ya.” ucap Elsa sambil mengelus punggung Key dengan lembut.


Key merasa nyaman berada di pelukan Elsa, rasanya dia bisa meluapkan semua bebannya kepada Elsa saat itu.


Brak!! Tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu ruangan Key dengan keras hingga membuat Key dan Elsa terkejut.


“Key! Apa kamu baik-baik saja?! Kenapa kamu menjadi seperti ini hah!” ucap wanita yang sama sekali tidak Elsa kenali.


“Yaampun Lana apa kamu tidak bisa tidak membuatku jantungan!?” ketus Key.


Lana hanya menatap tajam ke arah sahabatnya dan menoleh ke arah Elsa yang sedang kebingungan melihatnya.


“Hai, kamu pasti Elsa ya! Key sudah sering sekali menceritakan tentangmu, aku Lana sahabatnya Key lain kali kita akan sering bertemu..” ucap Lana dengan ramah.

__ADS_1


Elsa senang saat di sapa dengan ramah oleh Lana, mereka berdua mengobrol banyak hal sedangkan Key yang mendengar mereka berdua hanya bisa menggelengkan kepalanya.


“Huh, mereka berdua sama-sama bawel sekali!” gumam Key yang langsung menarik selimutnya sampai menutupi wajahnya.


Di sisi lain Rey yang sedang berada di depan pintu ruangan Key dari tadi hanya bisa tersenyum melihat Elsa yang sudah semakin akrab dengan Key dan Lana.


“Baguslah mereka sudah mulai dekat sekarang.” Gumam Rey yang langsung berbalik mau meninggalkan ruangan Key.


“Loh Rey! Kenapa tidak jadi masuk?” tanya Ken yang baru saja datang.


“Stt,, kita masuk nanti saja, di dalam waktunya para wanita.” Ucap Rey sambil mendorong tubuh Ken dengan paksa.


“Tapi,, aku harus memberi makanan ini kepada Key.”


“Sudahlah nanti saja! Kita ke kantin rumah sakit dulu saja.” ajak Rey.


Dengan pasrah akhirnya Ken mengiyakan ucapan Rey dan mengikutinya ke kantin rumah sakit.


“Kamu ini kenapa sih Rey?” tanya Ken saat mereka berdua sudah duduk di kantin rumah sakit.


“Elsa, Key dan Lana sedang mengobrol di dalam, jadi sebaiknya kita tidak perlu mengganggu mereka bertiga.” Jelas Rey.


“Cih, jadi kamu sedang membuat mereka semakin dekat?” tanya Ken yang di balas anggukan oleh Rey.


“Sedangkan kamu sendiri membenci Elsa?”


“Aku tidak membencinya Ken!”


“Aku hanya tidak suka karena dia cerewet, manja dan seperti anak kecil!”


“Kamu akan merasa kehilangan saat dia sudah tidak menyukaimu lagi Rey!”


“Cih! Tidak akan!”


Ken hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Rey.


Tidak lama kemudian, Rey mendapatkan telfon dan dengan segera Rey mengangkat telfonnya.


“Halo Nala.” Ucap Rey.


Mendengar nama Nala membuat Ken menatap Rey dengan tatapan tajam.


Setelah mematikan telfon dari Nala, Rey kembali menaruh hp tersebut di atas meja.


“Apa kamu harus kembali padanya?” tanya Ken.


“Aku menyukainya, dia menyesal apa salahnya memberikannya kesempatan kedua?” ucap Rey.


“Ingat ya Rey, selingkuh sama dengan penyakit suatu saat akan kambuh lagi! Kamu sebaiknya hati-hati sebelum menjadi bucin!” ucap Ken.

__ADS_1


“Lebih baik kamu bersama Elsa saja! Dia sangat menyukaimu.”


“Cih, aku kan sudah bilang kalau aku tidak mau bersama dengan anak kecil.”


“Terserah kamu saja lah!” ketus Ken sambil meminum minumannya.


Setelah menghabiskan minuman mereka, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke ruangan Key.


Cklek! Ken membuka pintu ruangan Key, di sana masih ada Lana dan Elsa yang menunggu Key sedangkan Key hanya berbaring sambil memejamkan kedua matanya.


“Hai kak Ken.” Sapa Elsa saat melihat Ken yang baru masuk ke dalam.


“Hai, ada apa dengannya?” tanya Ken sambil melirik ke arah Key.


“Mobilnya di sita papimu!” ucap Lana.


“Apa benarkah? Baguslah kalau begitu, dia tidak akan berani balapan lagi setelah ini.” ucap Ken.


Mendengar ucapan itu membuat Key membuka kedua matanya dan menatap Ken dengan tajam dan melempar bantalnya ke arah Ken.


“Pergi dari sini kalau kamu hanya ingin mengejekku!” ketus Key.


“Benarkah? Kamu menyuruhku pulang, emangnya kamu ga mau makanan ini?” tanya Ken sambil mengangkat paper bag yang di bawanya.


Ken membawakan banyak sekali snack kesukaan Key, tentu saja Key tidak bisa menolaknya dia langsung merampas paper bag tersebut dan langsung melihat isinya.


Elsa dan Rey saling bertatapan tanpa sengaja, Elsa segera memalingkan wajahnya dari Rey sedangkan Rey merasa aneh dengan sikap Elsa yang memalingkan wajahnya.


“Ada apa dengannya.” Batin Rey di dalam hatinya.


“Aku tidak mau melihat wajahnya! Aku harus menjauhinya agar aku bisa melupakannya.” Batin Elsa.


Setelah Kalandra dan Khansa datang kembali, akhirnya Elsa memutuskan untuk pulang di antar oleh Ken dan juga Rey.


Di dalam mobil, Elsa yang biasanya banyak bicara saat itu sama sekali tidak bicara sampai membuat Ken dan Rey merasa ada yang aneh.


“Els, kamu kenapa?” tanya Ken.


“Tidak apa-apa kak Ken.”


“Apa kamu sakit?” tanya Rey namun Elsa hanya menatapnya dengan tajam tanpa mengucapkan apapun.


Ken yang melihat ekspresi Rey yang kesal hanya bisa menahan tawanya, dia senang sekali Elsa cuek kepada Rey.


“Rasakan itu! Dia sudah tidak mau berbicara denganmu.” Bisik Ken kepada Rey yang ada di sebelahnya.


“Cih! Bodo amat, emang aku peduli!” ketus Rey.


Sesampainya di rumah, Elsa langsung berterimakasih kepada Ken dan masuk ke dalam rumahnya tanpa berbasa basi kepada Rey seperti biasanya.

__ADS_1


“Kenapa? Baru begitu saja sudah merasa kehilangan ya..” ejek Ken.


__ADS_2