
Hari ini adalah hari pertama Elsa menjadi CEO di perusahaan papanya yang ada di Paris, Elsa sangat gugup karena itu adalah hari pertama dia menyapa para karyawannya yang bahkan tidak pernah melihatnya.
Dulu Elsa pernah ke perusahaan papanya, tapi Elsa yakin kalau karyawan di sana tidak mungkin mengingatnya.
“Huh, semangat Els kamu pasti bisa.” Gumam Elsa yang menyemangati dirinya sendiri dari pantulan kaca.
Tiba-tiba saat Elsa sedang mengaca, terdengar suara klakson mobil yang membuat Elsa melihat ke luar jendela dari dalam kamarnya.
“Sepertinya itu bukan kak Sandy, mobilnya berbeda dari yang lain.” Gumam Elsa.
Elsa terus memperhatikan mobil yang baru saja berhenti di depan rumahnya, dan Elsa sangat terkejut saat melihat orang yang keluar dari mobil tersebut.
“Kak Rey, kenapa dia kemari?!” ucapnya yang segera turun ke bawah untuk membukakan pintu.
Saat Elsa sudah turun, dia melihat Rey sudah di persilahkan masuk oleh kepala pelayannya dan mereka sedang berbincang-bincang di ruang tamu.
“Yaampun tuan muda Rey sudah besar saja! Dulu tuan muda masih kecil sekali saat kemari bersama dengan tuan muda Ken dan nona Key.” Ucap kepala pelayan tersebut.
“Benar bi, sudah lama sekali aku tidak kemari dan bertemu bibi.” Balas Rey.
“Kak Rey ngapain di sini?” tanya Elsa.
“Eh, ini dia non Elsanya sudah turun kalau begitu bibi tinggal dulu ya.” ucap kepala pelayan tersebut.
“Ah iya bi, minta tolong siapkan minuman untuk kak Rey ya, terimakasih.” Ucap Elsa sambil tersenyum kepada kepala pelayannya.
Dengan sigap kepala pelayan tersebut menganggukkan kepalanya lalu segera menuju ke dapur untuk menyiapkan minuman.
“Duduklah Els.” Ucap Rey sambil menepuk sofa yang ada di sebelahnya.
“Ini adalah rumahku! Tentu saja aku akan duduk tanpa kak Rey suruh.” Ketus Elsa.
Elsa duduk, namun bukan di sebelah Rey melainkan di sofa yang berada sedikit jauh dari Rey.
“Ada apa kak Rey kemari?” tanya Elsa dengan cuek.
__ADS_1
Sejak kemarin Elsa sudah meyakinkan dirinya untuk melupakan Rey dan mencoba membuka hatinya untuk Sandy.
“Aku mau nganter kamu ke perusahaan, hari ini hari pertama kamu bekerja bukan?” ucap Rey.
“Aku mau di jemput kak Sandy, jadi kak Rey tidak perlu repot mengantarku.” Tolak Elsa.
“Begitu ya? Padahal aku mau nganter kamu ke perusahaan loh, lagian Sandy juga belum datang tuh.”
Baru saja Rey berbicara, tiba-tiba Sandy datang dan masuk ke dalam rumah untuk menghampiri Elsa. Sandy yang melihat Rey sedang duduk di dalam rumah Elsa hanya bisa menatapnya dengan penuh tanda tanya.
“Rey? Kamu sedang apa di sini?” tanya Sandy.
“Hai San, aku mau mengantar Elsa ke perusahaan.” Ucap Rey sambil melirik ke arah Elsa yang masih duduk di tempatnya.
“Tapi aku dan Elsa sudah janjian untuk pergi ke perusahaan bersama Rey, jadi kamu tidak perlu repot mengantarnya.”
“Lagian bukannya kamu bilang kalau kamu memiliki urusan di sini? Jadi lebih baik selesaikan urusanmu lebih dulu sebelum mengurusi urusan orang lain.” Ketus Sandy.
Sandy kesal sekali kepada Rey, dia tidak percaya kalau Rey berani menjemput kekasihnya, Sandy juga takut kalau Elsa akan luluh dan lebih memilih Rey di bandingkan dirinya.
“Kak Sandy benar kak Rey, lebih baik kak Rey mengurus urusan kak Rey saja agar cepat selesai.” sambung Elsa.
Baru saja Rey keluar dari rumah, kepala pelayan datang dengan segelas minuman di tangannya.
“Loh minumannya tuan muda Rey..” teriak kepala pelayan tersebut.
Rey tidak mendengar ucapan kepala pelayan, dia langsung menaiki mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi.
“Sudahlah bi, taruh saja di meja biar nanti aku atau kak sandy yang meminumnya, terimakasih ya bi.” Ucap Elsa.
Akhirnya kepala pelayan menaruh minuman tersebut di atas meja dan segera kembali ke dapur untuk melakukan aktifitas yang lainnya.
“Minumlah dulu kak Sandy, aku mau ambil tas dulu di atas setelah itu kita langsung berangkat.” Ucap Elsa yang di balas anggukan oleh Sandy.
Sandy duduk di kursi dan menikmati minuman yang sudah di buatkan oleh kepala pelayan, sedangkan Elsa segera berlari ke atas untuk mengambil tasnya yang ada di dalam kamar.
Setelah Elsa turun kembali, mereka berdua berpamitan kepada kepala pelayan terlebih dahulu lalu mereka segera berangkat ke perusahaan.
__ADS_1
Di sisi lain, Rey yang sudah keluar dari halaman rumah Elsa sengaja menunggu di tempat yang berada tidak jauh dari sana untuk mengikuti mereka berdua.
“Aku harus memastikan, aku harus memastikan kalau ancaman itu hanya penipuan dan Elsa akan aman bersama Sandy! Aku tidak mau merasa bersalah kalau ada apa-apa kepada Elsa.” Gumam Rey yang sedang fokus mengikuti mobil Sandy dan Elsa.
Rey tetap mengikuti Elsa dan Sandy, bahkan saat mereka sudah sampai di perusahaan Ryan pun Rey tetap menunggu di sana untuk memantau Elsa yang sedang bekerja.
Bahkan Rey terus memperhatikan saat Sandy membukakan pintu mobil untuk Elsa dan mengantar Elsa sampai ke pintu masuk membuat Rey bergidik ngeri melihatnya.
“Lebay sekali! Memangnya Elsa tidak punya tangan buat buka pintu mobil!” ucap Rey.
Untung saja Sandy tidak menyadari kalau Rey sedang mengikuti mereka, walaupun sempat berpapasan saat Sandy pergi dari perusahaan Ryan, namun Sandy tidak menyadari keberadaan Rey di sana.
“Aku harus menunggu di sini, aku harus lihat siapa saja yang berinteraksi dengan Elsa, dan aku harus tetap mengawasi Sandy saat sedang bersama dengan Elsa.”
Rey menunggu di sana, dia sudah menyiapkan banyak sekali cemilan dan minuman di dalam mobil hanya untuk memantau Elsa, karena memang tujuannya datang ke Paris hanya untuk memantau Elsa.
Drrtt,,drrtt..
Hp Rey berbunyi, dengan segera Rey mengangkat telfon dari papanya.
“Halo pa..”
“Kamu ini dasar anak tidak tau di untung! Mau sampai kapan kamu liburan hah!? Perusahaan kamu tinggal begitu saja hanya untuk pergi ke Paris!” bentak Robert dari sebrang telfon.
“Duh papa,, jangan teriak begitu telinga Rey nanti jebol nih! Rey kemari ada urusan kok pa sebentar aja.” Ucap Rey.
“Biarin aja telinga kamu rusak sekalian! Kamu bahkan tidak meminta ijin papa dan mama kalau kamu mau pergi ke Paris, tiba-tiba saja orang perusahaan menghubungi papa dan mengatakan kalau kamu pergi!” ucap Robert.
“Duh papa, jangan marah-marah nanti darah tinggi, Rey lupa mau minta ijin sama papa dan mama, Rey kira papa dan mama ada di bandara juga jadi Rey ga ijin dulu deh.”
“Pokoknya papa ga mau tau, kamu harus segera pulang sekarang juga! Atau papa akan membuat perusahaanmu bangkrut!” tegas Robert yang langsung mematikan telfonnya.
Rey hanya bisa menghela nafas panjang saat papanya mematikan telfon tanpa mendengar ucapannya.
“Aish, ini semua gara-gara aku terlalu memperdulikan pesan tidak jelas itu! Siapa tau kan kalau pesan itu dari Elsa biar aku menembaknya dan menjadi pacarnya.” Gumam Rey.
“Tapi kalau itu memang pesan darinya, pasti dia tidak akan menolakku, harusnya dia senang dan langsung menerimaku dengan semangat.” Lanjutnya.
__ADS_1
Rey yang frustasi hanya bisa mengacak-acak rambutnya dan membanting tubuhnya di sandaran kursi mobilnya.