ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 31


__ADS_3

Pagi hari terasa sangat menyegarkan hari ini bagi Elsa, karena malam ini Elsa akan pergi mengunjungi keluarganya di Indonesia.


Elsa dengan bersemangat memasukkan pakaiannya ke dalam koper berukuran sedang miliknya sambil bersenandung.


“Nona Elsa, bibi sudah menyiapkan sarapan silahkan sarapan dulu sebelum tuan muda Sandy kemari.” Ucap kepala pelayan sambil mengetuk pintu kamar Elsa.


“Iya bi, sebentar lagi Elsa akan segera turun ke bawah.” Jawab Elsa dari dalam kamarnya.


Mendengar hal itu akhirnya kepala pelayan segera kembali ke bawah, sedangkan tidak lama kemudian Elsa keluar dari kamarnya dan segera menyusul kepala pelayan turun di bawah.


“Selamat pagi bi..” sapa Elsa dengan senyum cerahnya.



“Selamat pagi nona muda,, hari ini kamu cerah sekali berbeda dari hari biasanya.”


“Masa sih bi?”


“Iya non, awal pindah nona Elsa bahagia sekali, lalu tidak lama kemudian non Elsa selalu murung dan sering sekali pergi dengan tuan muda Sandy.”


“Hem, akhir-akhir ini Elsa lagi ga enak badan bi jadi ga semangat deh, sekarang Elsa akan ke Indonesia bertemu dengan keluarga Elsa tentu saja semangat sekali.” seru Elsa.


Kepala pelayan tersebut hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat sikap Elsa yang menggemaskan itu.


“Kalau begitu sarapan yang banyak nona, bibi mau bersih-bersih di dapur dulu.”


“Bibi ikut makan di sini aja bareng Elsa, hari ini Elsa ga mau makan sendirian.” Ucap Elsa.


“Duh jangan non, bibi masih banyak kerjaan.”


“Engga mau tau pokoknya bibi harus makan di sini sama Elsa juga.” Rengek Elsa.


“Baiklah kalau begitu bibi temani makan ya non.”


Kepala pelayan tersebut duduk di kursi yang ada di hadapan Elsa, dia menyiapkan makanan dan mengambilkan lauk untuk Elsa layaknya seorang ibu.


“Wah, bibi memang selalu memanjakanku.” Puji Elsa.


“Mama non Elsa juga sangat memanjakan Elsa.”


“Iya, tapi dia tidak pernah melakukan hal ini karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya.” Ucap Elsa.

__ADS_1


“Jangan sedih non, mama non Elsa bekerja juga untuk masa depan non Elsa, yang penting selama ini dia selalu berusaha untuk menjadi ibu yang baik dan menyediakan waktunya untuk non Elsa.” Jelas kepala pelayan tersebut.


“Hm, bibi benar sekali! Mama akan berusaha untuk memberi waktu untuk pergi bersama Elsa.”


Kepala pelayan trsebut tersenyum dan menyuruh Elsa untuk segera memakan sarapannya sebelum dingin.


Tidak lama kemudian, senyum Elsa seketika hilang saat Sandy datang dan masuk ke dalam rumahnya.


Kepala pelayan yang melihat perubahan wajah Elsa langsung melihat ke arah Elsa melihat dan melihat Sandy yang sedang tersenyum di sana.


“Tuan muda Sandy sudah datang? Silahkan sarapan dulu.” Ucap kepala pelayan tersebut yang sudah berdiri dan mempersilahkan Sandy untuk duduk di sana.


“Saya sudah makan bi terimakasih, biarkan Elsa makan lebih banyak karena kami akan melakukan perjalanan jauh.” Ucap Sandy.


Kepala pelayan hanya tersenyum lalu membawa sebagian piring yang sudah kosong ke dapur untuk di cuci.


Sebenarnya kepala pelayan sudah sedikit curiga jika ada sesuatu terjadi di dalam hubungan Elsa dan Sandy, namun dia tidak mau berprasangka buruk kepada Sandy.


“Kalau merasa tidak nyaman, nona Elsa tidak mungkin bertahan memiliki hubungan dengan tuan muda Sandy bukan?” gumam kepala pelayan tersebut sambil mencuci piring.


Sedangkan di ruang makan, Sandy duduk di hadapan Elsa yang masih menyantap sarapannya, hal itu membuat Elsa menjadi canggung karena Sandy terus menatapnya sambil tersenyum.


“Kak, kenapa kak Sandy melihatku seperti itu?” tanya Elsa.


“Apaan sih kak, jangan menggombal pagi-pagi ga baik!” ucap Elsa.


“Sudahlah lanjutkan sarapanmu, kita harus pergi untuk bekerja lebih dulu bukan?” ucap Sandy.


Elsa hanya mengangguk dan menghabiskan sarapannya, setelah itu dia segera pergi ke kamanya untuk mengambil tasnya.


“Sudah siap?” tanya Sandy yang di balas anggukan oleh Elsa.


“Tunggu, aku pamitan sama bibi dulu ya kak.” Ucap Elsa yang di balas anggukan oleh Sandy.


Setelah berpamitan, Sandy dan Elsa pergi ke perusahaan Elsa terlebih dahulu untuk mengantarnya.


“Apa kamu sudah menyiapkan barang-barang untuk di bawa ke Indonesia?” tanya Sandy.


“Hm, aku sudah membawa beberapa barang yang akan aku bawa kesana kak.”


“Jangan membawa banyak barang karena kita hanya sebentar di sana, mungkin hanya beberapa hari!” ucap Sandy yang membuat Elsa terkejut.

__ADS_1


“Sebentar? Kenapa?” tanya Elsa.


“Emang kamu mau berapa lama di sana? Kita juga harus mengurus pekerjaan di sini bukan?”


“Kak, aku udah lama ga ketemu sama keluargaku lalu kenapa sekarang aku memiliki kesempatan untuk pulang tapi hanya sebentar?!” tanya Elsa yang mulai kesal.


Karena Elsa sudah sangat mengimpikan hal ini, dia sangat ingin kembali pulang ke rumahnya, dia sudah bermimpi kalau dia akan lama di sana dan bisa menjauh dari Sandy, namun ternyata dia salah.


Sandy seketika menghentikan mobilnya di pinggir jalan secara mendadak hingga membuat Elsa terkejut.


“K-kenapa berhenti?” tanya Elsa yang sudah mulai ketakutan.


Tiba-tiba Sandy menatap tajam ke arah Elsa dan mencengkram tangannya dengan kuat sehingga Elsa merasa kesakitan.


“Aw, sakit kak..”


“Kamu sepertinya memang harus di kasarin ya? Jangan mentang-mentang aku baik padamu lalu kamu bisa mengatakan apa yang kamu mau!” ketus Sandy yang masih mencengkram tangan Elsa dengan kuat.


“M-maaf kak, aku tidak akan melakukan hal itu lagi, aku mohon m-maafkan aku.” Mohon Elsa.


“Aku tidak suka kamu membantah, dulu kamu tidak seperti ini Elsa! Aku tau kamu senang berada di sana bukan karena keluargamu tapi karena Rey.” Ucap Sandy.


“Tidak kak! Aku sudah melupakan kak Rey, kenapa kamu selalu mengungkitnya?”


“Benarkah? tapi selama ini kamu selalu melindunginya Elsa, aku juga tau kalau dia sering menghubungimu selama ini.” ucap Sandy.


Elsa tidak bisa mengatakan apapun lagi, dia hanya bisa menangis antara menahan sakitnya danmerasa bersalah kepada Rey karena sudah membuatnya di curigai.


“Kak, aku benar-benar tidak melakukan apapun dengan kak Rey, dia hanya sesekali menanyai kabarku saja apa itu salah?” tanya Elsa.


“Apa kamu masih tetap akan membalas semua yang aku katakan?!” tanya Sandy.


“Maaf, maafkan aku, aku tidak akan melakukan itu lagi.” Ucap Elsa yang akhirnya mengalah.


Mendengar permintaan maaf dari Elsa untuk kedua kalinya membuat Sandy melepaskan cengkraman tangannya dari pergelangan tangan Elsa yang memberikan bekas memar di lengannya.


Selama ini hanya kata maaf yang selalu Elsa ucapkan kepada Sandy, karena dia juga sangat ketakutan, dia takut kalau Sandy akan menyakiti orang-orang yang dia sayangi.


“Aku akan memaafkanmu, tapi aku tidak mau kalau kamu membantahku lagi!” tegas Sandy.


Elsa hanya diam dan menangis, dia benar-benar sudah tidak kuat dengan semua yang dia alami di sana bersama Sandy.

__ADS_1


“YaAllah aku mohon, aku hanya ingin terbebas darinya tapi aku juga takut kalau dia akan menyebarkan fotoku dan membuat keluargaku kecewa.” Batin Elsa sambil melihat ke luar jendela sambil memegangi pergelangan tangannya yang sudah memar.


__ADS_2