ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 50


__ADS_3

"Bagaimana ini, jika Nala menjadi kakak Elsa berarti aku tidak bisa membuat Elsa cemburu!" batin Rey di dalam hatinya.


"Kalau begitu, sebaiknya kalian berdua pergi kerumah Nala dan membawa barang-barangnya kemari." ucap Rose.


"Sekarang ma?" Tanya Elsa.


"Tahun depan Els, ya sekarang dong... Emang mereka ga ganti baju nanti?" Tanya Rose.


"Baiklah ma, kalau begitu Elsa dan kak Rey berangkat dulu." pamit Elsa.


Sedangkan Rey masih mematung di tempatnya, dia masih hanyut dalam kegagalan rencananya yang ingin membuat Elsa cemburu.


"Hello! Kak Rey kenapa bengong!?" Tanya Elsa yang membuat Rey tersadar.


"Hah? Eh, i-iya apa Els?"


"Kak Rey mikirin apaan sih? Ayo berangkat?!"


"Kemana?"


"Yaampun Rey, kamu ga denger tadi tante ngomong apa? Kalian berdua pergi kerumah Nala dan ambil barang-barangnya." ucap Rose.


"Hehe maaf tante, kalau begitu kami berangkat dulu ya.." pamit Rey yanb di balas anggukan oleh Rey.


Sepanjang jalan Rey hanya diam tidak mengatakan apapun, sedangkan Elsa kesal karena suasana di dalam mobil terasa dingin karena tidak ada percakapan.


"Kak Rey! Kenapa sih diem aja dari tadi?" Tanya Elsa yang mulai mencairkan suasana.


"Lah terus aku harus ngapain? Loncat-loncat?"


"Ya ngomong kek, kenapa? Frustasi karena mantanmu akan menjadi kakakku?" Tanya Elsa.


"Engga, kenapa aku harus frustasi?" Tanya Rey.


"Sudahlah, masih jauh ga rumahnya?" Tanya Elsa.


"Engga kok, bentar lagi sampe." jawab Rey.


Tidak lama kemudian akhirnya mereka sampai di kontrakan Nala, mereka berdua segera turun dan membawa barang-barang yang akan di butuhkan oleh Nala dan Niko.


"Kamu mencari rumah kecil untuk kak Nala? Apa kamu tidak punya uang untuk mencari tempat tinggal yang layak untuk anak kecil?" tanya Elsa.


"Ya mana aku tau tentang hal itu? Yang penting aku membantunya mencari tempat tinggal."


"Sudahlah, ayo kembali hari sudah mulai gelap, kak Nala dan anaknya pasti sudah bangun dan ingin mandi." ajak Elsa.


"Karena sekarang Nala sudah menjadi kakakmu, berarti Niko adalah keponakanmu, kamu bisa belajar dengan Niko." ucap Rey.


"Hah? Apa kak Rey fikir aku ini sebodoh itu di suruh belajar sama anak bayi?"


"Aish bukan begitu! Tapi kamu bisa belajar untuk menjadi ibu yang baik untuk anak-anak kita nanti." ucap Rey yang membuat Elsa terkejut mendengarnya.


"Apa!? Kak Rey sakit ya? Anak apanya?!" ketus Elsa.


"Kenapa? Kita akan menikah jadi kita pasti akan memiliki anak."

__ADS_1


"Haha, tidak bisa! Jika tidak ada perasaan suka maka kita tidak akan pernah memiliki anak!"


"Kamu pasti akan menyukaiku!"


"Aku sudah lama melupakanmu!"


"Kamu akan menyesal mengatakan hal itu!" ucap Rey.


"Tidak akan!" jawab Elsa singkat.


Sesampainya di rumah Elsa, dia langsung turun dan masuk ke dalam rumah, sedangkan Rey berpamitan untuk langsung pulang ke rumahnya.


"Hai ma.." sapa Elsa.


"Els, kamu sudah membawa barang-barang Nala? Kemana Rey?"


"Dia sudah pamit langsung pulang ma, ini mau di taro di mana?"


"Di atas aja, langsung ke kamar Nala, dia pasti sudah bangun sekarang sekalian agar kalian berdua bisa berbicara." ucap Rose.


Elsa hanya bisa menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya, namun dia tetap menuruti ucapan mamanya untuk mengantar tas Nala ke kamarnya.


Tok..tok..tok..


"Masuk." teriak Nala dari dalam kamarnya.


Dengan perasaan ragu, Elsa membuka pintu kamar Nala dan memasukkan kepalanya untuk melihat keadaan di dalam.


"Kak.." ucap Elsa dengan suara pelan namun Masih bisa di dengar oleh Nala.


Akhirnya Elsa memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar Nala, untuk apa takut pikirnya, toh dia tidak melakukan kesalahan.


"Ada apa?" Tanya Nala dengan ramah.


"Aku membawakan pakaian kak Nala dan Niko." ucap Elsa.


"Kamu kerumahku? Sendirian?"


"Sama kak Rey kak."


"Taruh di bawah saja, kamu duduklah di sini." ucap Nala sambil menepuk tempat tidur yang ada di sebelahnya.


Elsa berjalan mendekati Nala dan menaruh tas Nala di bawah tempat tidurnya, lalu Elsa duduk di sebelah Nala yang sedang memangku Niko.


"Ada apa kak?"


"Pertama, aku benar-benar mau meminta maaf karena masa lalu kita yang tidak enak." ucap Nala.


"Kakak tenang aja, aku udah maafin kak Nala kok, lagipula aku sudah tidak menyukai kak Rey, jadi kak, kalau kak Nala dan kak Rey masih saling menyukai kalian masih memiliki kesempatan." ucap Elsa sambil menggenggam tangan Nala.


"Hah? Hahaha, kenapa kamu bicara seperti itu Elsa?"


"Kenapa kak Nala tertawa?" Tanya Elsa heran.


"Els, jujur saja saat bertemu dengan Rey pertama kali setelah sekian lama, aku masih memiliki ketertarikan kepadanya tapi karena aku merasa dia sudah lebih dewasa dan sangat baik kepadaku." jelas Nala.

__ADS_1


"Lalu aku bertanya padanya, apa dia mau kembali padaku, dan dia mengatakan kalau dia sudah memiliki calon istri dan dia bilang kalau dia beruntung memiliki perempuan itu sebagai calon istrinya." lanjutnya.


Elsa terkejut mendengar ucapan Nala tentang Rey, lalu tiba-tiba Elsa tertawa dan membuat Nala merasa bingung.


"Kamu tertawa? Kenapa tertawa?"


"Yaampun kak, kak Nala jangan boongin aku deh, aku tuh tau betul kalau kak Rey tidak mungkin bicara seperti itu."


"Percayalah padaku Elsa, Rey benar-benar mengatakan hal itu."


"Lagipula, kedua orang tuamu sudah sangat baik kepadaku, mereka tau tentang hal buruk yang aku lakukan tapi mereka tetap memberikan aku kesempatan untuk menebus kesalahan itu."


"Kak, aku sudah baik-baik saja sekarang, aku sudah melupakan semua kenangan buruk itu."


"Kalau begitu, kamu mau memaafkanku dan menjadi adikku?" Tanya Nala.


"Tentu saja! Akan sangat menyenangkan jika aku memiliki seseorang yang mendengar semua ceritaku!" ucap Elsa dengan ceria.


"Emang kamu tidak pernah bercerita kepada mamamu?"


"Pernah kak, tapi mama lebih sering berada di perusahaan karena papa membutuhkannya, jadi aku sering sendirian di rumah." jelas Elsa.


"Kalau begitu, kedepannya kamu akan memiliki teman untuk bercerita, tapi kedepannya aku tetap mau mencari pekerjaan."


"Kenapa kak? Papa dan mama pasti siap memenuhi kebutuhan kakak."


"Tidak bisa begitu, aku sudah bersyukur di terima di rumah ini, masa iya aku harus diam saja? Kamu saja bekerja di perusahaan tentu saja aku harus bekerja." ucap Nala.


"Kalau begitu, bekerja sebagai asistenku saja kak, aku juga baru pindah ke perusahaan di Indonesia jadi aku masih membutuhkan asisten."


"Asisten? Aku ini lulusan SMA Elsa, aku tidak pernah bekerja sebagai asisten."


"Itu gampang kak, kamu bisa belajar dengan asisten papa, asisten papa juga masih muda kok seusia kakak mungkin atau lebih tua sedikit, jadi pasti enak diajar olehnya." ucap Elsa.


"Tapi.."


"Sudahlah kak tidak ada tapi! Dengan bekerja bersamaku akan membuat kak Nala memiliki waktu bersama Niko."


"Baiklah kalau begitu, aku akan mencoba tapi kalau hasilnya tidak baik kamu jangan kecewa ya." ucap Nala yang di balas anggukan oleh Elsa.


Di tengah-tengah perbincangan mereka, Rose memanggil Nala dan Elsa dari bawah untuk bersiap makan malam bersama.


Akhirnya Elsa berpamitan untuk pergi ke kamarnya dan bersiap untuk makan malam.


"Els." panggil Nala saat Elsa sedang memutar gagang pintu.


"Iya kak?" tanya Elsa yang menoleh ke arah Nala.


"Terimakasih, terimakasih karena sudah memaafkanku dan melupakan masa lalu, terimakasih karena mau menerima orang sepertiku sebagai kakakmu." ucap Nala.


Elsa hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, lalu akhirnya keluar dari kamar Nala.



"Semoga saja kamu benar-benar berubah kak Nala, aku akan sangat bersyukur memiliki teman di rumah ini." gumam Elsa sesaat setelah menutup pintu kamar Nala.

__ADS_1


__ADS_2