
"Ada apa ma?" Tanya Rey yang sudah menuruni tangga.
"Ga papa kok Rey, Elsa nih mau bantuin mama masak padahal kan dia pasti capek baru pulang liburan." ucap Hani.
"Dia ga ada capeknya kok ma, buktinya tadi di bandara masih punya tenaga buat adu mulut." ucap Rey.
Mendengar hal itu membuat Hani mengerutkan keningnya karena tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Rey. Sedangkan Elsa hanya bisa menahan rasa kesalnya kepada sang suami.
"Kayaknya sengaja banget nyindir aku! Gimanapun juga mama Hani kan mertuaku, aku malu lah, dia pasti mikir macem-macem deh!" batin Elsa sambil melirik Rey dengan sinis.
"Sudah Rey, kamu jangan godain Elsa terus! Ayo kalian duduk yang benar, makanlah." tegur Hani.
"Kemana papa ma? Kok ga ada barang hidungnya?" Tanya Rey yang tidak melihat keberadaan Robert.
"Papa kamu lagi di ruang kerjanya, nanti mama anter makanannya ke sana." ucap Hani.
"Papa tuh nyari duit mulu ma!" ucap Rey.
"Papa kerja juga buat kamu tau!" ketus Hani.
"Oh iya Elsa, gimana? Sudah ada tanda-tanda belum?" Tanya Hani kepada Elsa.
"Hah? Tanda-tanda apa ma?" Tanya Elsa.
"Tanda-tanda kehidupan!" sambung Rey.
"Hah!? Apaan sih tanda-tanda kehidupan emang rumah hantu di tanya ada tanda-tanda kehidupan?" ucap Elsa.
"Hahaha kalian berdua ini kenapa sih suka banget berdebat? Maksud mama, ga ada tanda-tanda kehamilan?" Tanya Hani.
"Uhuk! Uhuk!! Apa ma?" ucap Elsa yang terkejut sampai tersedak makanan yang baru saja dia makan.
"Elsa lagi datang bulan ma, udah dua hari yang lalu." sambung Rey.
"Maaf ma, Elsa belum hamil sekarang.." ucap Elsa sambil menundukkan kepalanya.
"Kenapa kamu menundukkan kepala Els? Mama ga menyuruh kamu dan Rey memiliki anak cepat kok." ucap Hani.
"Sayang, kamu tidak perlu merasa bersedih karena aku akan terus berusaha untuk membuat Rey dan Elsa junior setelah kamu selesai datang bulan nanti." goda Rey yang membuat Elsa merona karena malu.
Elsa yang terlalu malu segera berlari menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya.
"Lihat kan? Ini gara-gara kamu Rey! Jangan godain Elsa terus kayak gitu!" ketus Hani.
"Hehe maaf ma, habisnya seneng Liat wajah Elsa yang lagi ngambek begitu.."
"Udah ah, minta maaf sana! Mama mau anter makanan ke ruang kerja papa." ucap Hani.
Setelah selesai menyantap makan malamnya, Rey segera menyusul Elsa yang berada di kamarnya.
"Els,, sayang.. Kamu marah ya?"
"Ga!" ketus Elsa yang sedang duduk di tepi tempat tidurnya.
Rey berjalan menghampiri Elsa, Rey duduk di sebelah Elsa dan memeluk tubuhnya dengan erat dan menciumi leher Elsa hingga membuatnya merintih.
"Sayang,, aku pingin boleh kan?" Bisik Rey.
"A-aku lagi datang bulan kak.."
"Aku tau kamu sudah tidak datang bulan sayang, pembalutmu bersih bukan? Aku melihatnya di tempat sampai kamar mandi tadi." balas Rey.
__ADS_1
Tanpa mendengar jawaban dari Elsa, Rey segera membaringkan tubuh Elsa dan melakukan pertempuran malam mereka.
"Ish nyebelin emang kak Rey!" ketus Elsa yang saat itu sedang memakai pakaiannya kembali setelah pertempuran mereka.
"Tapi suka kan sayang? Kamu sampe merem melek gitu loh!" goda Rey.
Mendengar ucapan Rey membuat wajah Elsa memerah seperti bom yang akan meledak, Elsa tidak membalas ucapan Rey.
"Aku cinta kamu Elsa Prasongko!" ucap Rey kembali.
Elsa tetap tidak mendengarkannya dia justru membuka koper miliknya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mensucikan diri setelah pertempuran mereka.
"Kamu mau kemana?" Tanya Rey kepada Elsa yang sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang rapih.
"Mau keluar sama Rania kak." ucap Elsa dengan sampainya.
"Mau ngapain kamu?! Kenapa ga bilang dulu sebelumnya?"
"Ini kan aku bilang... Tadi Rania baru ngehubungin aku kak, dia minta anter aku ke rumah sakit untuk periksa kandungan." ucap Elsa.
"Emang kak Roy kemana?"
"Dia ada kerjaan di luar kota, ga apa-apa kan sayang..?" tanya Elsa dengan manjanya.
"Cih! Giliran ada maunya baru bilang sayang!" ketus Rey.
Dengan senyum manisnya, Elsa berjalan menghampiri Rey dan langsung memeluknya.
"Sayang... Pliss,, aku boleh keluar kan??" rengek Elsa.
"Udah sholat?"
"Sudah dong.."
"Wih tatapannya mematikan sekali bang! Biasa aja dong,, aku kan lagi buru-buru sayang, lagian kamu kalo mandi lama banget udah kayak nunggu putri solo!" ucap Elsa.
"Udah ah aku berangkat dulu ya sayang, bye suamiku tercinta.." ucap Elsa yang langsung mencium pipi Rey dan berjalan keluar kamar.
Di bawah, Elsa juga berpamitan kepada kedua mertuanya yang kebetulan sedang duduk di ruang tamu.
Robert dan Hani mengijinkan menantu mereka untuk pergi, mereka juga menyuruh Elsa pergi di antar supir pribadi agar mereka bisa tenang membiarkan Elsa pergi.
Karena di paksa terus menerus akhirnya Elsa mengiyakan ucapan kedua orang tuanya dan segera pergi menjemput sahabatnya di rumahnya.
"Pak, tunggu di sini ya, saya masuk ke dalam dulu manggil teman saya." ucap Elsa.
Elsa masuk ke dalam rumah Rania untuk memanggilnya.
"Hai tante..." sapa Dafa dan Dafi secara bersamaan.
"Hai sayang, dimana mama kalian?" Tanya Elsa.
"Mama di kamar tante lagi ganti baju." ucap Dafa.
"Kalau begitu tante tunggu di sini aja deh bareng kalian."
Elsa duduk di sofa ruang tamu sambil melihat Dafa dan Dafi bermain.
Tiba-tiba hp Elsa berbunyi tanda ada pesan masuk, dengan segera Elsa melihat hpnya dan membaca isi pesan tersebut.
'Sayang kamu sudah sampai? Kalau ada apa-apa segera hubungi aku! Aku sangat sangat mencintaimu!'
__ADS_1
Elsa tersenyum saat membaca pesan yang di kirim Rey kepadanya. Sudah tidak ada lagi Rey Adibrata yang dingin dan cuek seperti dulu.
Kali ini Rey benar-benar memperlihatkan sikap yang sangat berbeda 180° di bandingkan dengan Rey saat berada di bangku SMA.
"Tante Elsa kenapa senyum-senyum begitu?" Tanya Dafi.
"Eh? Engga kok! Oh iya kalian berdua mau punya adik sebentar lagi ya? Seneng ga?" Tanya Elsa.
"Ga seneng!" ucap Dafa dan Dafi secara bersamaan.
"Loh kenapa?"
"Dokter bilang adik kami perempuan tante."
"Terus kenapa kalau perempuan? Biar mama kalian ada temennya dong, masa laki-laki semua sih."
"Ga seru! Ga bisa di ajak main."
"Sayang, Dafa Dafi duduklah di sini." pinta Elsa.
Dengan segera si kembar duduk di sebelah Elsa secara bersamaan.
"Kalian berdua jangan bilang seperti itu, kasihan dong adiknya nanti sedih kalau kalian tidak menginginkannya."
"Kalian berdua harusnya senang, karena Allah memberikan kalian kepercayaan untuk menjaga adik perempuan kalian dengan baik!" ucap Elsa.
"Kenapa? Kenapa harus di jaga?"
"Sayang, adik kalian akan menjadi tuan putri di rumah ini, tentu saja kalian harus menjaganya, jangan sampai adik kalian terluka sedikitpun, kalian harus menjaga adik kalian dari laki-laki yang punya niat jahat kepada adikmu." jelas Elsa.
"Ah begitu ya tante.."
"Iya sayang, jadi kalian janji sama tante harus menjaga adik perempuan kalian dengan baik! Oke?" ucap Elsa.
"Oke tante!" ucap keduanya secara bersamaan.
Tidak lama kemudian, Rania menuruni tangga dan menghampiri Elsa yang sudah menunggunya.
"Hai Els.." sapa Rania.
"Hai Ran, duduklah aku ingin bercerita sebentar denganmu." pinta Elsa.
"Ada apa tumben sekali."
"Ran, jadi dua hari lalu aku ini datang bulan kan, terus tadi bener-bener bersih udah ga ada darah sama sekali!"
"Terus? Kadang aku kalo datang bulan pernah cuma 3 hari kok tapi sekali keluar banyak banget." jelas Rania.
"Ih kalo itu aku juga tau Ran! Tapi dari hari pertama keluar cuma dikit banget."
"Warnanya cokelat?" Tanya Rania.
"Iya, ya kayak pertama kali datang bulan gimana sih Ran, ya flek gitu."
"Kamu hamil!" ucap Rania seketika membuat Elsa mematung di tempatnya.
Bukannya terkejut atau senang mendengar prediksi Rania, Elsa justru menaruh punggung tangannya ke kening sahabatnya itu.
"Kamu sehat Kan Ran?" Tanya Elsa.
"Apaan sih Els! Aku sehat lah!" ketus Rania sambil menepis tangan Elsa dari keningnya.
__ADS_1
"Ya kalo sehat kenapa ngomongnya ngelantur!" ketus Elsa dengan wajah sebalnya.