
Ryan yang sedari tadi melihat Rey yang setia menunggu Elsa hanya bisa menghela nafas panjang, Ryan menghampiri Rey yang sedang duduk di sebelah tempat tidur pasien sambil menatap Elsa dengan tatapan sendu.
“Rey, bisakah kita bicara sebentar? Ada banyak hal yang ingin om tanyakan padamu.” Ucap Ryan sambil memegang bahu Rey.
Rey menoleh ke arah Ryan yang memegang bahunya.
“Tapi bagaimana dengan Elsa?” tanya Rey yang mengkhawatirkan keadaan Elsa.
“Tidak perlu khawatir, kita bicara di sofa itu jadi kita masih bisa melihatnya.” Ucap Ryan.
Akhirnya Rey menyetujui permintaan Ryan dan duduk di sofa yang masih ada di ruangan Elsa.
“Ada apa om? Apa yang ingin om tanyakan kepada Rey?” tanya Rey.
“Pertama om ingin mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepadamu karena sudah menyelamatkan Elsa, tapi om juga ingin kamu menceritakan semua yang sebenarnya di alami Elsa selama ini.” ucap Ryan.
Sejenak Rey menoleh ke arah Elsa sebelum akhirnya dia menceritakan semua yang sudah di lakukan Sandy terhadap Elsa.
“Jujur Rey juga ga tau semua kejadiannya om, tapi Rey akan menceritakan apa yang Rey ketahui saja.” ucap Rey yang di balas anggukan oleh Ryan.
FLASHBACK
Rey yang hari itu mendapat amanah dari Kenan untuk menjemput Alya segera melajukan mobilnya menuju sekolah Alya.
Namun karena tiba-tiba Kenan datang untuk menjemput Alya, akhirnya Rey memutuskan untuk kembali ke perusahaannya dan berniat untuk makan siang bersama Karina.
Rey yang sudah berada di dalam mobilnya sengaja melewati apartment milik Elsa dengan harapan bisa bertemu dengannya tanpa sengaja.
Rey memang berhasil melihat Elsa, namun bukannya Elsa yang sedang tersenyum, melainkan Elsa yang sedang memakai kaca mata hitam sedang di tarik secara paksa oleh Sandy.
Rey murka melihat Sandy memperlakukan Elsa seperti itu, dia segera memarkirkan mobilnya di pinggir jalan dan langsung keluar dari mobilnya untuk menghampiri Elsa dan Sandy.
Dengan cepat Rey menarik tangan Elsa hingga terlepas dari genggaman Sandy hingga membuat keduanya terkejut.
"Apa begini caramu memperlakukan wanita!" teriak Rey.
"K-kak Rey?" ucap Elsa saat melihat Rey.
"Huh! Kenapa? Kamu mau ikut campur hubunganku?" ucap Sandy sambil melirik tajam ke arah Elsa.
Elsa yang melihat ekspresi wajah Sandy segera berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Rey.
"Kenapa kamu berusaha melepaskan genggamanku Elsa!? Apa kamu di ancam olehnya hingga kamu setakut ini!?" Tanya Rey dengan nada membentak.
"Kak aku mohon lepaskan tanganku." ucap Elsa.
"Kenapa!? Kamu juga kenapa memakai kaca mata hitam di musim hujan hah!" ucap Rey sambil membuka kaca mata yang ada di wajah Elsa.
Betapa terkejutnya Rey saat melihat memar di sekitar mata Elsa.
__ADS_1
"Els! Bagaimana bisa! Bagaimana bisa kamu jadi seperti ini!" teriak Rey yang melepaskan genggamannya.
Setelah melepaskan genggamannya, Rey langsung memukul wajah Sandy dengan sangat keras.
"Kau! Beraninya memukul wajahku!" teriak Sandy.
Buk!!! Rey kembali memukul wajah Sandy tanpa mengatakan apapun.
"Kamu lihat bagaimana aku akan membalas semua yang sudah kamu lakukan kepada Elsa!" bentak Rey.
Rey langsung menarik tangan Elsa untuk masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Kak, aku mohon jangan begini.." ucap Elsa memohon kepada Rey.
"Apa kamu selalu di perlakukan seperti ini dengannya?!" Tanya Rey.
"Kak aku mohon."
"JAWAB AKU ELSA!" Teriak Rey.
"T-tidak, hanya sesekali kalau aku melakukan kesalahan." jawab Elsa.
"Gila! Apa om Ryan dan tante Rose tau tentang hal ini?"
"Tentu saja tidak! Mereka hanya tau kalau aku memiliki hubungan yang baik-baik saja dengan kak Sandy."
"Gila! Kamu benar-benar sudah gila Elsa!! Bagaimana kamu bisa bertahan selama ini!"
"Apa yang dia tau sampai kamu ketakutan seperti ini hah!"
"A-aku,, aku..."
"Aku apa Elsa! Jangan membuatku menjadi semakin kesal!" bentak Rey kembali.
"Maaf, aku belum bisa mengatakannya kepadamu kak."
Rey yang frustasi hanya bisa memukul stir mobilnya dengan keras hingga membuat Elsa terkejut.
"Kak, kita mau kemana?" Tanya Elsa.
"DIAM!"
Mendengar bentakan dari Rey membuat Elsa terdiam dan tidak mengucapkan sepatah katapun lagi.
Setelah beberapa menit melakukan perjalanan, Rey menghentikan mobilnya di depan rumah sakit tempat Kenan bekerja.
"Kak! Kenapa kemari? Bagaimana kalau abang tau? hikss,, aku mohon kak kembalikan aku ke apartmentku.." ucap Elsa dengan tangis yang sudah menetes di pipinya.
"Jangan menangis! Abang sedang tidak bekerja jadi kamu aman! Aku ingin mengambil visum untuk menuntut laki-laki brengsek itu!"
__ADS_1
"Kak, aku baik-baik saja.."
"Bahkan papa dan mamamu sudah tergila-gila dengan laki-laki itu sampai dia tidak pernah memeriksa keadaanmu!"
Elsa terus saja memohon untuk tidak menuntut Sandy hingga membuat Rey kesal.
"Apa kamu tidak bisa diam! Berisik sekali!"
Rey memeriksakan keadaan Elsa dan meminta visum untuk menuntut Sandy atas kekerasan yang dia lakukan kepada Elsa.
"Apa separah itu dok?" Tanya Rey.
"Ini sudah parah karena saya yakin kalau memar ini bukan hanya di pukul sekali saja." ucap dokter tersebut.
"Dengar!? Kalau kamu masih bertahan dengan laki-laki brengsek itu, kamu akan mati perlahan Elsa!"
"Tenanglah tuan, jika anda membutuhkan saksi saya beesedia untuk menjadi saksinya!" ucap dokter tersebut.
"Terimakasih banyak dok, saya harap dokter bisa menjaga rahasia tentang hal ini ya.." ucap Rey yang di balas anggukan oleh dokter tersebut.
Setelah itu, Rey membawa Elsa ke apartment pribadinya dan menyuruhnya untuk tinggal di sana.
"Kenapa kamu membawaku ke apartmentmu kak?" Tanya Elsa.
"Tinggalah di sini sampai aku berhasil memenjarakan Sandy!"
"Lalu kak Rey tinggal di mana kak? biarkan aku tinggal di apartmentku sendiri."
"Aku bisa tinggal di rumah orang tuaku! Laki-laki brengsek itu akan mendatangimu dan menerormu jika kamu tinggal di apartmentmu! Lebih baik kamu tinggal di sini atau aku akan memberi tahu tentang hal ini kepada yang lain." ancam Rey.
Mendengar ancaman dari Rey membuat Elsa ketakutan dan akhirnya mengalah untuk tinggal di apartment milik Rey.
FLASHBACK END
“Apa!? Jadi selama ini Elsa tinggal di apartmentmu?” tanya Ryan.
“Iya om, Elsa sangat ketakutan saat itu, jadi Rey fikir lebih baik Elsa menenangkan diri di apartment Rey, lagipula selama Elsa tinggal di sana Rey tinggal di rumah papa dan mama, hanya sesekali membawakannya makanan dan mengajaknya keluar untuk menghirup udara segar.” Jelas Rey.
“Om benar-benar telah gagal menjaga Elsa, om fikir Elsa selama ini bahagia dengan hidupnya, dia tidak pernah mengeluh sama sekali jadi kami berfikir kalau dia baik-baik saja.” ucap Ryan sambil memegang kepalanya dan menarik-narik rambutnya.
“Tidak om, om dan tante adalah orang tua yang baik untuk Elsa, kalian berdua sangat menyayangi dan menjaga Elsa dengan maksimal, hanya saja nasib buruk sedang menghampirinya hingga dia bertemu dengan laki-laki seperti Sandy.” Rey mencoba untuk menenangkan Ryan agar tidak merasa bersalah.
“Iya kamu benar Rey, om harus menghabisi Sandy dengan tangan om sendiri! Tidak akan om biarkan laki-laki itu melihat dunia luar lagi!” ketus Ryan dengan penuh tekad.
Rey hanya tersenyum menanggapi ucapan Ryan, jujur saja jika di ijinkan Rey sudah menghabisi Sandy sejak tadi, jadi Rey mendukung niat Ryan untuk menghabisi Sandy.
***
Hai kakak-kakak semua, di novel ini author sengaja menyingkat semuanya dengan seminimal mungkin dan author pakai alur maju mundur ya, jadi sesekali author akan buat flashback agar kakak-kakak juga ga lupa sama jalan ceritanya…
__ADS_1
Semoga suka ya,, selamat membaca semuanya saranghae…