
Malam pun tiba, sesuai rencana Rey tadi siang, mereka berdua mengantar ketiga anak mereka ke rumah mama Elsa.
“Papa, mama, kenapa kami harus tinggal di rumah opa dan oma?” tanya Gilang yang duduk di kursi belakang.
“Karena mereka udah kangen banget sama kalian.” Jawab Rey.
“Biasanya juga kalo kangen papa dan mama ikut menginap.” Balas Gilang.
“Ah abang ga peka deh! Papa dan mama mau buatin kita adik lagi tuh!” sahut Giffari yang sibuk dengan hpnya.
Mendengar ucapan Giffari membuat Gilang dan juga Dika langsung menoleh ke arah Giffari dan berganian menoleh kea rah kedua orang tuanya.
“Benarkah itu pa, ma?!” tanya Dika dan Gilang secara bersamaan.
“Yaampun kalian ini percaya aja sama Giffa, sudah jangan di bahas lebih baik kalian duduk yang manis..” ucap Elsa.
Elsa menatap ke luar jendela setelah menyuruh anak-anaknya diam.
“Bagaimana memiliki anak lagi, bahkan berharap saja aku tidak mampu rasanya.” Batin Elsa yang hampir meneteskan air mata.
Jujur saja sebenarnya Elsa sangat menginginkan seorang anak perempuan, tapi mau bagaimana lagi, rahim Elsa sudah di angkat yang artinya dia sudah tidak memiliki harapan untuk memiliki anak lagi.
Rey melirik sekilas ke arah istrinya itu lalu menggenggam tangan Elsa dengan erat untuk menguatkannya, karena dia tau betul kalau istrinya pasti kembali bersedih jika menyangkut tentang kehamilan.
__ADS_1
“Aku baik-baik saja sayang.” Bisik Elsa yang serasa sudah tau jika suaminya mengkhawatirkannya.
“Mama, pokoknya Gilang ga mau punya adik lagi!” tegas Gilang.
“Sama, Dika juga tidak mau!” sambung Dika.
“Tapi Giffa mau! Giffa juga mau jadi kakak, biar kakak dan abang ga ngeledek Giffa terus.” Ucap Giffari.
Mendengar ucapan adiknya membuat Dika dan Gilang menoleh ke arah Giffari dan menatapnya dengan tajam.
Sedangkan Rey dan Elsa hanya tersenyum tipis dan menggelengkan kepala mendengar perdebatan ketiga anaknya.
Setelah beberapa menit mereka berkendara, akhirnya mereka sampai di rumah orang tua Elsa. Rose dan Ryan sudah menunggu kedatangan mereka di depan rumah dengan wajah yang terlihat bahagia.
“Lihatlah betapa bahagianya opa dan oma kalian menyambut kedatangan kalian.” Ucap Rey kepada ketiga anaknya.
“Ah benarkah itu?” tanya Rey pura-pura tidak tau.
“Pokoknya aku mau ikut papa dan mama!” tegas Gilang.
“Gilang, papa dan mama juga butuh waktu berduaan tau.” Ucap Rey yang tidak mau kalah.
“No, pokoknya Gilang mau ikut kalian kemanapun!”
__ADS_1
“Gilang sayang, papa dan mama hanya makan malam bersama saja kok, kalian di sini dulu nanti papa dan mama akan langsung menjemput kalian.” Ucap Elsa dengan lembut.
“Sudahlah Gilang, kita turun saja dulu.” Ajak Dika.
Dengan wajah terpaksa akhirnya Gilang turun mengikuti saudaranya, begitu juga dengan Rey dan Elsa yang ikut turun saat ketiga anaknya turun.
“Hai pa, ma..” sapa Rey dan Elsa.
“Hai sayang,, kenapa wajah Gilang seperti itu?” tanya Rose saat melihat Gilang yang turun dari mobil dengan wajah kesal.
“Dia ga mau aku sama kak Rey keluar bareng ma, mereka mau ikut terus sama kita.” Jelas Elsa.
Mendengar penjelasan Elsa membuat Rose menggelengkan kepala lalu berjongkok di hadapan cucunya.
“Anak-anak, kalian laki-laki kan? Sekarang juga kalian sudah sekolah, jadi kalian harus mandiri dan tidak boleh selalu apa-apa orang tua.” Jelas Rose.
“Kalian nanti akan menjadi laki-laki dewasa, kalian harus bekerja dan menghasilkan uang sendiri, jadi mulai dari sekarang kalian harus mulai mandiri oke?” lanjut Rose.
Ketiga anak laki-laki itu menganggukkan kepalanya dengan pelan saat Rose menjelaskan kepada mereka.
Rey dan Elsa hanya tersenyum saat ketiga anaknya menurut begitu saja kepada neneknya. Karena memang mereka sangat menghormati kedua kakek dan neneknya, mereka tidak akan pernah membantah ucapan kakek dan nenek mereka.
Setelah menitipkan anak-anak mereka, keduanya segera berpamitan untuk pergi kepada kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Mama inget jangan bikin adik lagi!" teriak Gilang membuat semua orang yang ada di sana terkejut mendengarnya.
Namun Elsa berusaha untuk bersikap biasa dan tersenyum ke arah anaknya dan mengangguk pelan lalu segera naik ke dalam mobil.