ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 20


__ADS_3

Sebelum memulai ceritanya, author mau minta maaf lebih dulu karena hanya bisa update satu bab per hari, karena kemarin author sempat drop sehari terus pas baru sehat author langsung beraktifitas seperti biasanya lagi, eh tiba-tiba author malah makin drop huhuhu…


Makanya author hanya bikin cerita sebisanya, ga mau maksain harus update banyak bab karena author juga harus jaga tubuh biar ga drop terus,, tapi setelah author benar-benar sehat author akan update lebih dari satu bab per hari ya..


Kakak-kakak juga harus jaga kesehatan ya, kalau udah ngerasa gaenak badan udah deh istirahat full aja, jangan lupa minum vitamin ya biar daya tahan tubuh kuat karena cuaca sedang tidak menentu dan virus yang semakin merajalela.


Stay safe semuanya~~~ saranghae..💙




“Elsa! Kenapa kamu bicara seperti itu kepada Rey?” tanya Rose yang keluar kembali karena mendengar suara Elsa berteriak.



Elsa hanya menatap tajam ke arah Rey lalu melewati Rose begitu saja tanpa mengatakan apapun.



“Maaf ya Rey, mungkin Elsa masih bersedih karena kepergian Rania, ayo masuklah.” Ucap Rose.



“Sepertinya Rey pulang saja tante, mood Elsa masih tidak stabil jadi lebih baik dia beristirahat.” Ucap Rey yang langsung meninggalkan Rose yang masih berdiri di sana.



Rose hanya menghela nafas panjang saat melihat Rey meninggalkan rumahnya lalu Rose segera masuk ke dalam rumah untuk menghampiri Elsa.



“Els, kenapa kamu berteriak seperti itu kepada Rey? Itu tidak sopan, papa dan mama juga tidak pernah mengajarkanmu berteriak kepada orang yang lebih tua.” Ucap Rose kepada Elsa yang sedang duduk di sofa ruang tamu.



“Maaf ma, Elsa tadi kebablasan.”



“Apa kamu segitu tidak sukanya dengan Rey?” tanya Rose.



Elsa melirik ke arah mamanya sebentar lalu kembali melihat apapun yang ada di depannya.



“*Aku sangat menyukainya, sangat sangat menyukainya mama*!” batin Elsa.



Elsa tidak berani mengatakan kalau dia menyukai Rey, karena papa dan mamanya melarangnya berpacaran sebelum lulus SMA, jika Elsa mengatakan kalau dia menyukai Rey mungkin mamanya akan sangat terkejut dan langsung melaporkannya kepada papanya.



“Masuklah ke dalam kamarmu, lebih baik kamu istirahat saja setelah makan siang selesai mama akan memanggilmu.” Ucap Rose.



Elsa segera menuruti ucapan mamanya, dia segera naik ke atas untuk beristirahat dan membersihkan tubuhnya.



Saat masuk ke dalam kamarnya, Elsa langsung membanting tubuhnya ke atas kasur dan melihat ke langit-langit kamarnya.



“Aku berjanji, aku akan berteman dengan banyak orang dan aku juga akan berusaha untuk menutupi perasaanku kepada kak Rey mulai hari ini, toh kak Rey juga sudah lulus dan aku tidak akan bertemu dengannya lagi di sekolah.” Gumam Elsa.



\*\*\*



Rey yang baru saja sampai di rumahnya, segera memasuki kamarnya dan membanting tubuhnya di atas tempat tidurnya.



“Kenapa? Aku juga bingung kenapa aku bisa tiba-tiba jadi memperhatikan Elsa! Bukankah dulu aku tidak menyukainya karena dia itu bawel dan seperti anak kecil? Lalu kenapa aku jadi mau menghiburnya tadi?” gumam Rey.



“Haah,, mungkin aku sudah gila!” ucap Rey kembali lalu beranjak dari tempat tidurnya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.



Setelah beberapa menit berada di dalam kamar mandi, Rey segera keluar dari kamar mandi dan memakai pakaiannya.


__ADS_1


Di depan rumah tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah Rey, Hani yang kebetulan sedang duduk di ruang tamu segera membukakan pintu lalu merasa heran melihat wanita yang tidak pernah dilihatnya.



“Selamat siang tante..” sapa wanita tersebut.



“Siang, kamu siapa ya?” tanya Hani.



“Ah, namaku Nala tante aku pacarnya Rey salam kenal.” Ucap Nala dengan ramah.



Hani sedikit terkejut mendengar ucapan Nala yang mengatakan kalau dia adalah pacar anak laki-lakinya karena selama ini Rey tidak pernah bercerita apapun tentang masalah pribadinya.



“Ah, tante tidak tau kalau Rey sudah memiliki pacar, silahkan masuk.” Ajak Hani dengan ramah namun sebenarnya dia masih tidak tau apa-apa.



“Silahkan duduk, tante akan memanggil Rey dulu.” Ucap Hani yang langsung meninggalkan Hani di ruang tamu.



Sepanjang menaiki tangga, Hani berfikir keras tentang Nala yang mengatakan kalau dia adalah kekasih anak semata wayangnya.



“Rey..” ucap Hani sambil mengetuk pintu kamar anaknya.



Cklek!! Rey membuka pintu kamarnya dengan segera.



“Apa ma? Makan siangnya sudah siap?” tanya Rey.



“Ada wanita yang mengaku kalau dia pacarmu Rey.”



“Hah? Maksud mama Nala?” tanya Rey yang terkejut.




“Aih apaan sih ma, masa mau bilang ke mama kan malu.”



“Emang kamu ga pake baju malu! Udah sana turun kasian dia sendirian di bawah.” Ucap Hani.



Akhirnya Rey segera turun untuk menemui Nala yang menunggunya di bawah.



“Nal, kamu ngapain di sini?” tanya Rey yang baru saja turun.



Nala yang mendengar suara kekasihnya itu langsung menoleh ke asal suara dan tersenyum dengan manis.



“Rey, kamu hari ini ga ngabarin aku jadi aku kemari untuk melihat keadaanmu.” Ucap Nala sambil memegang lengan Rey.



“Aku tidak mengabarimu? Benarkah?” tanya Rey yang kebingungan.



“Iya! Emang kamu kemana aja?”



“Eh, mm,, aku..” Rey bingung harus mengatakan apa karena dia juga takut kalau Nala marah lagi padanya.



“Apa Rey? Kamu kemana saja sampai lupa mengabariku?”

__ADS_1



“Aku baru bangun tadi terus langsung mandi jadi lupa ngabarin kamu.” Jawab Rey berbohong.



Rey bahkan lupa untuk menghubungi kekasihnya hanya untuk pergi ke bandara menemani Elsa.



**FLASHBACK**



Pagi-pagi sekali Rey terbangun dari tidur nyenyaknya karena suara alarm hpnya yang berbunyi tepat di telinganya.



“Aish! Aku ngapain bikin alarm jam segini sih kurang kerjaan aja!” gerutu Rey pada dirinya sendiri.



Rey terbangun untuk mematikan alarmnya dan melihat jadwal apa yang dia tulis sepagi itu.



“Mengantar Rania? Ah iya kemarin mereka bilang kalau Rania berangkat hari ini bukan?” gumam Rey.



Dia baru ingat saat mengantar Elsa dan Rania kemarin, mereka berdua mengatakan kalau Rania akan berangkan hari ini dan Elsa pasti akan mengantar kepergian Rania di bandara, jadi sesampainya di rumah Rey segera memasang alarm sepagi mungkin agar dia tidak terlambat.



Dan akhirnya dia langsung bersiap dan pergi ke bandara secepat mungkin untuk menyusul Elsa dan Rania sampai dia lupa mengabari Nala terlebih dahulu.



**FLASHBACK END**



“Oh iya kamu tau dari mana alamat rumahku?” tanya Rey.



“Ah, aku tau dari teman-temanmu Rey, lagian ga mungkin tidak ada yang mengetahui rumahmu Rey.” Ucap Nala.



Belum Rey menjawab ucapan Nala, Hani datang membawakan minuman dan makanan ringan untuk Rey dan Nala.



“Minum dan makanlah, sebentar lagi kita akan makan siang bersama.” ucap Hani.



“Terimakasih tante..” ucap Nala dengan ramah.



Hani hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan mereka berdua di ruang tamu.



“Rey, kemana papamu?” tanya Nala.



“Papaku bekerja lah sekarang masih siang tentu saja belum pulang.” Ucap Rey.



“Papa kamu kan yang punya perusahaan, lalu kenapa dia tetap bekerja di kantor?” tanya Nala.



“Lalu kalau papaku yang punya perusahaan dia tidak harus datang ke kantor?” tanya Rey.



“Nala, justru karena papa adalah CEO perusahaan itu harusnya dia menjadi contoh yang baik untuk para karyawannya, dia tidak boleh seenaknya hanya karena dia pemilik perusahaan.” Jelas Rey.



“Ah begitu,, aku kan ga tau, aku kira atasan tidak harus pergi ke perusahaan dan hanya memerintah para bawahannya saja.” ucap Nala sambil tertawa polos.



Rey tersenyum melihat wajah kekasihnya itu, namun seketika dia teringat akan senyuman bodoh Elsa yang biasa dia lihat.

__ADS_1



“*Aish, bodoh kenapa aku mengingat wanita manja itu*!” batin Rey sambil menggelengkan kepalanya.


__ADS_2