ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 77


__ADS_3

"Jef, kenapa kamu kembali?" Tanya Rey kepada Jef yang baru saja masuk ke dalam ruangannya dengan pakaian jas rapih seperti biasanya.


"Nyonya menyuruhku kemari tuan."


"Apa kamu memakai pakaian seperti ini tadi? Bukankah Elsa bilang kalau dia tidak ingin kamu memakai pakaian seperti ini?" Tanya Rey.


"Saya tadi memakai pakaian biasa tuan, tadi saya mengganti pakaian sebelum kemari." ucap Jef.


"Lalu kenapa kamu kembali kemari?" Tanya Rey kembali.


"Nyonya sudah sampai di perusahaannya tuan. Nyonya juga sudah membuat perut saya terisi penuh." ucap Jef.


"Penuh bagaimana maksudnya?"


"Nyonya memesan banyak sekali makanan dan membuat saya memakan semua makanan itu." jelas Jef.


"Benarkah? Lalu bagaimana Elsa sekarang?"


Akhirnya Jef menceritakan semua kejadian yang tadi dia alami sebagai bodyguard Elsa, bahkan Jef juga menceritakan kalau Elsa sempat memuntahkan makanan itu.


"Lalu bagaimana sekarang!? Kamu sudah membawanya ke rumah sakit!?" Tanya Rey.


"Belum tuan, nyonya menolak untuk pergi ke rumah sakit."


"Kenapa kamu tidak memaksanya Jef!?"


"Anda tidak tau bagaimana nyonya tuan, dia benar-benar menyeramkan kalau sudah marah." ucap Jef.


"Ayo ke perusahaannya sekarang!" ajak Rey.


"Tapi tuan,, anda masih ada pertemuan dengan-..." belum saja Jef menyelesaikan ucapannya, Rey sudah memberinya tatapan tajam.


"Baik tuan, saya akan mengatur ulang janji temu anda." ucap Jef mengalah.


Setelah mengatur ulang janji temu Rey, Jef segera pergi ke parkiran mobil dan menjemput Rey yang sudah menunggu di depan pintu keluar.


"Silahkan masuk tuan!" ucap Jef.


Setelah Rey masuk ke dalam mobil, keduanya segera menuju perusahaan Elsa.


"Dimana ruangan istriku?" Tanya Rey kepada receptionist yang sedang bertugas.


"Istri anda siapa ya tuan?" Tanya receptionist tersebut.


"Apa!? Pernikahanku semegah itu tapi kamu tidak tau apapun? Bagaimana bisa!" ketus Rey.


"Maaf tuan! Dia masih baru jadi tidak mengenal anda, silahkan langsung naik ke lantai paling atas tuan, ruangan paling pojok." ucap receptionist yang lain.

__ADS_1


"Tuan jangan di perpanjang." bisik Jef.


Akhirnya Rey menuruti ucapan asistennya itu dan langsung berjalan menuju lift yang ada di sana.


"Kenapa banyak sekali orang yang mengantri? Apa tidak ada lift khusus untuk CEO perusahaan?" Tanya Rey kepada Jef.


Namun suara Rey yang begitu keras membuat karyawan yang mengantri menoleh ke arahnya. Semua karyawan perusahaan Elsa memang di undang ke acara pernikahannya, namun ada banyak juga yang tidak bisa datang karena pekerjaan di perusahaan tidak bisa di tinggal, itulah kenapa cukup banyak orang yang tidak tau bagaimana wajah suami atasannya itu.


"Maaf tuan, tapi CEO kami tidak pernah mau membedakan lift untuk dirinya dan karyawannya." ucap salah satu karyawan laki-laki yang ada di sana.


"Iya benar, CEO kami sangat sempurna! Baik, tidak sombong, cerdas, dan lagi wajahnya sangat cantik!" jawab yang lain.


"Iya kamu benar!!" Sambung yang satunya.


Mendengar hal itu membuat Rey emosi mendengarnya, bagaimana tidak? Ada laki-laki yang memuji istrinya dengan tatapan buaya seperti itu, tentu saja Rey murka dan hampir saja melayangkan tinjunya ke wajah mereka jika Jef tidak menghalanginya.


"Tuan, tahan.. Anggap saja mereka hanya angin lewat." bisik Jef.


"Bagaimana bisa aku menganggapnya angin lewat kalau dia sedang mengangumi istriku!?" ketus Rey.


"Sabar tuan, jika nyonya tau pasti anda yang di salahkan karena kemari tanpa memberitahunya." ucap Jef kembali.


Rey hanya diam saja karena menurutnya apa yang di ucapkan Jef ada benarnya juga.


"Ayo cepat! Aku ingin cepat-cepat bertemu dengan istriku!" tegas Rey yang di balas anggukan oleh Jef.


Sesampainya di lantai paling atas, Rey dengan cepatnya berjalan menuju ruangan yang berada di paling pojok. Rey segera membuka pintu tersebut dengan kencang, namun seketika wajah Rey berubah menjadi hambar.


"Kemana istriku Jef!! Kenapa toilet yang ada di sini!? Beraninya receptionist itu membohongiku!!" teriak Rey.


Jef yang melihat tingkah atasannya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Tuan, tapi itu memang toilet! Ruangan nyonya ada di sebelah sini." ucap Jef sambil menunjuk ke arah yang berlawanan.


Mendengar hal itu membuat Rey berdehem lalu berjalan menuju ruangan yang di tunjuk oleh Jef.


"Kenapa receptionist itu tidak memberitahu kalau ruangan Elsa ada di sebelah kiri!?" ketus Rey yang justru menyalahkan receptionist.


"Anda yang salah karena tidak membaca tulisan di depan pintu tuan.." ceplos Jef.


"Diam! Kau mau mati Jef!?" ketus Rey sambil memberikan tatapan tajam kepadanya.


"T-tidak tuan.." jawab Jef yang seketika membeku dan menundukkan kepalanya.


Rey langsung masuk ke dalam ruangan tanpa mengatakan apapun lagi kepada Jef. Rey terkejut saat melihat Elsa yang sedang berbaring di sofa dengan kedua tangan yang berada di atas perutnya dan mata yang tertutup.


"Jef! Ada apa dengan istriku!?" teriak Rey.

__ADS_1


"Kenapa tuan? Nyonya tidak apa-apa."


"Tidak apa-apa bagaimana! Lihatlah itu dia tidak sadarkan diri!" teriak Rey.


Elsa yang mendengar teriakan suaminya langsung membuka kedua matanya.


"Kamu berisik banget sih kak!" ketus Elsa yang saat ini sudah dalam posisi duduk.


"Els! Sayang kamu tidak apa-apa?" Tanya Rey.


"Aku ga apa-apa kak! Kenapa kamu teriak begitu sih!?"


"Aku takut kamu kenapa-kenapa, Jef bilang kamu tadi habis muntah, ayo kita periksa." ajak Rey.


"Ga mau kak, aku baik-baik saja kok."


"Wajahmu pucat! Kamu mau apa? Aku belikan ya."


"Aku mau buah kesemek kak!" ucap Elsa.


"Hah? Keresek? Kesemek? Itu buah apa sayang?" Tanya Rey.


"Ituloh, buah yang ada bedaknya kak.."


"Kamu lihat di mana? Aku akan menyuruh Jef membelikannya."


"Aku lihat di sosmed barusan, ada yang memakan buah kesemek sepertinya enak sekali.."


"Baiklah aku akan menyuruh Jef mencari ke seluruh toko buah yang ada di sini."


"Tapi aku mau kamu yang beli kak.."


"Sayang, Jef saja ya.. Aku akan menjagamu di sini."


"Tidak! Aku mau kamu yang beli! Sana cepat pergi aku bosan melihatmu kak.." rengek Elsa.


"Apa! Bosan? Jef, aku harus melakukan operasi pelastik untuk merubah wajahku sekarang!" teriak Rey.


"Ih ga gitu kak... Ah tau ah! Di luar ga ada kak Nala? Kenapa kalian bisa masuk begitu saja!?" Tanya Elsa.


"Sayang jangan perdulikan Nala sekarang! Kamu tunjukkan padaku wajah seperti apa yang membuatmu tidak bosan lagi padaku!" ucap Rey.


"Seperti Lady Gaga!" ketus Elsa.


"Apa!? Tidak bisa sayang, dia wanita! Gimana jadinya kalo nanti aku menjadi seperti wanita? Nanti anak kita bingung siapa mamanya!"


Mendengar ucapan Rey membuat Elsa dan Jef menggelengkan kepala karena tidak percaya dengan apa yang baru saja Rey katakan.

__ADS_1


"Yaampun tuan Rey ternyata oon ya! Kenapa dia bisa jadi CEO kalo oon begini ish,, ish,, ish.." batin Jef yang sebenarnya oonnya lebih lebih parah dari Jef hihihi...


__ADS_2