
Rey sudah berada di depan rumah Kenan, dengan cepat Rey segera turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah.
“Hai!” sapa Rey kepada Kenan dan Belinda yang sedang berdebat.
Kenan dan Belinda yang melihat kehadiran Rey langsung terkejut dan mereka berdua berhenti berbicara dan saling menatap satu sama lain.
“Kamu ngapain di sini Rey?” tanya Kenan.
“Udah abang diem aja, kak Belinda terusin aja marahnya ya jangan perdulikan Rey, Rey mau ke Elsa dulu ke atas bye..” ucap Rey yang berjalan menaiki tangga dengan santainya tanpa memperdulikan Kenan dan Belinda yang sedang berdebat.
Kenan dan Belinda mengikuti ke arah Rey berjalan sampai dia masuk ke dalam kamar Alya.
“Apa dia gila?” tanya Kenan sambil menggeleng kepalanya.
Tanpa sadar Belinda sedang menatap tajam ke arah Kenan dan membuat Kenan menelan salvilanya.
“K-kamu kenapa ngeliatin aku kayak gitu sayang?” tanya Kenan.
“Gila-gila, kamu yang gila tau! Bisa-bisanya kamu membuat rumah menjadi seperti kapal pecah begini!” ketus Belinda.
“Hehehe maaf sayang, jangan marah ya.. aku tadi bingung pas El nangis, akhirnya aku nelfon yang lain dan ternyata mereka semua juga kewalahan ngurus anak mereka.”
“Kalian cuma ngurus anak kecil loh, masa iya ga bisa sih? Nangis ya tinggal kasih susu, ga mau ya di gendong kalo masih nangis ya berarti dia pup atau pip, masa gitu doang ga bisa?” tanya Belinda.
“Sayang,,, kita kan ga kayak kamu yang udah biasa dengan hal-hal seperti ini, aku kan masih belajar.”
“Gitu kamu kalo pulang kerja ada mainan Alya yang berantakan sedikit aja udah marah-marah, El nangis kamu juga marah bukannya bantuin aku.” Ketus Belinda.
Mendengar ucapan Belinda membuat Kenan merasa bersalah karena dia tidak tau kalau selama ini dia salah sudah memarahinya karena hal seperti itu.
“Aku tau kamu capek pulang kerja terus sampe rumah liat mainan berantakan dan anak nangis, tapi ya ngertiin juga kalo aku juga di sini capek ngurus dua anak belum ngurusin rumah, masak buat kamu, kamu kan tau kalo kita udah memutuskan untuk tidak menyewa pembantu atau pengasuh anak.” Ucap Belinda lagi.
“Iya sayang, maaf ya aku beneran salah maaf banget..”
“Sekarang tau kan susahnya gimana ngurus anak sekarang?”
“Iya iya sayang, kamu emang istri yang paliiiingg baik sedunia.” Ucap Kenan dengan suara yang di lebih-lebihkan.
Di sisi lain, Elsa terkejut saat Rey masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu lebih dulu.
“Yaampun kamu ini ngagetin aja sih Rey!” ketus Elsa.
“Hai uncle..” sapa Alya.
“Hai ponakan uncle yang cantik… Maaf Els, habis aku buru-buru ke sini soalnya di bawah tegang banget.”
“Hah? Tegang gimana?”
“Iya abang sama kak Belinda lagi perang dingin.”
“Hah? Perang dingin gimana?”
“Coba lihat aja sendiri.” Ucap Rey.
Elsa yang penasaran akhirnya segera keluar dari kamar untuk melihat Belinda dan Kenan. Namun saat masuk kembali, Elsa menatap Rey dengan tatapan yang tajam.
“Kenapa kamu liatin aku kayak gitu?” tanya Rey yang sedang bermain dengan Alya.
__ADS_1
“Mana ada mereka perang dingin! Orang mereka lagi pelukan tuh di bawah!” ketus Elsa.
Rey yang mendengar ucapan Elsa hanya bisa menganga, karena tadi dia jelas sekali melihat kalau Kenan dan Belinda sedang saling tatap dengan penuh amarah.
“Masa sih?” ucap Rey yang langsung melihat ke bawah.
Rey terkejut saat melihat Kenan dan Belinda benar-benar sedang berpelukan satu sama lain.
“Aneh, mereka tadi jelas-jelas lagi perang dingin! Sudahlah ayo kita pergi.” Ajak Rey.
“Lah terus Al sama baby El gimana?”
“Kan abang sama kak Belinda sudah baikan, jadi ya biarin mereka jaga Al dan El.” Ucap Rey.
Elsa hanya menganggukkan kepalanya dan mengambil tasnya yang ada di atas tempat tidur.
“Alya sayang, aunty dan uncle pergi dulu ya.. kamu jagain baby El di sini.” Ucap Elsa.
“Iya aunty, aunty dan uncle hati-hati di jalan ya..” ucap Alya yang di balas anggukan oleh Elsa.
“Bye cantiknya uncle..”
“Bye juga uncle ganteng!!”
Mendengar Alya memanggil Rey uncle ganteng membuat Elsa menatap tidak percaya kepada mereka berdua.
“Sepertinya Alya sangat menyukaimu!” ucap Elsa.
“Tentu saja, aku ini adalah laki-laki idaman Alya, jadi kamu harus hati-hati saat Alya sudah besar nanti.” Ucap Rey.
“Sayangnya aku tidak perduli! Aku akan memberikanmu padanya dengan senang hati!” ucap Elsa yang langsung keluar dari kamar Alya.
“Hai abang, kak Belinda,, aku dan Rey keluar dulu ya..” ucap Elsa yang sudah menuruni tangga.
“Kalian berdua mau kemana?” tanya Kenan.
“Rey ngajak aku keluar bang.”
“Jangan macem-macem ya Rey! Awas kalo macem-macem!” tegas Kenan kepada Rey yang berada di belakang Elsa.
“Tenang aja bang, aku juga takut mau macem-macem sama wanita ini.” ucap Rey sambil melirik ke arah Elsa.
“Kalian berdua hati-hati ya.”
“Hm iya kak, oh iya baby El tidur kak Alya kasihan main sendiri di kamar.” Ucap Elsa yang di balas anggukan oleh Kenan dan Belinda.
Setelah berpamitan kepada Kenan dan Belinda, Elsa dan Rey langsung menaiki mobil dan langsung menuju ke tempat yang mau mereka tuju.
“Kita mau kemana sih sebenernya kak?”
“Ya pokoknya makan lah Els aku laper banget belom makan dari tadi.”
“Lah jangan boong, orang kamu tadi order banyak makanan ke rumah abang.”
“Iya tapi aku ga makan, kasian sama yang lain soalnya mereka sudah susah payah ngurus anak-anak mereka.” Jelas Rey.
“Oh begitu..” ucap Elsa singkat.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, Rey dan Elsa sampai di restaurant yang selalu dia datangi dengan keluarganya, dengan segera Rey keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Elsa.
“Ayo turun.” Ucap Rey.
“Kamu ini kenapa sih kak? Lagi salah minum obat ya?” tanya Elsa yang merasa aneh dengan sikap manis Rey.
“Emang salah aku melakukan ini untuk calon istriku?” tanya Rey.
“Udahlah ga usah ngelantur ayo masuk!”
Rey dan Elsa mencari tempat duduk untuk makan malam bersama, Rey memilih tempat duduk yang berada di pojok ruangan.
Rey juga langsung memesan makanan dan minuman untuk mereka berdua, saat mereka sedang menunggu makanan yang mereka pesan datang, Elsa terus saja menatap Rey dengan tatapan aneh.
“Kenapa? Kenapa kamu melihatku seperti itu? Aku tau kok kalo aku ganteng tapi ga usah ngeliatin kayak gitu juga kali..” ucap Rey dengan percaya diri.
“Jangan kepedean jadi orang! Lebih baik kak Rey cepetan bicarakan apa yang mau di sampaikan.”
“Ah iya aku lupa kalau aku mau ngomongin sesuatu sama kamu.”
“Sekarang ada apa?” tanya Elsa.
“Em, Els aku ingin bertanya padamu, apa kalau aku menolong seseorang yang berasal dari masa lalu berarti aku selingkuh darimu?” tanya Rey.
“Kenapa nanya begitu? Selama kamu dan wanita itu tidak macam-macam ya tidak masalah.”
“Sebenarnya, tadi pulang dari rumah abang aku hampir menabrak seorang wanita dan anak kecil.”
“Hah?! kok bisa? Lalu bagaimana? Apa mereka tidak apa-apa?” tanya Elsa dengan panik.
“Tenanglah, mereka baik-baik saja kok, bahkan aku membantu mereka untuk mencari kontrakan baru karena dia di usir oleh suaminya.” Jelas Rey.
“Kasihan sekali dia..”
“Apa kamu tidak mau tau siapa wanita itu?”
“Memangnya siapa?”
“Nala.” Ucap Rey yang membuat Elsa terkejut dan melihat ke arah Rey.
“N-nala? Nala mantan kak Rey kan?” tanya Elsa yang di balas anggukan oleh Rey.
“Bagaimana kabarnya?”
“Baik, dia dan anaknya baik-baik saja, aku sudah mencarikan kontrakan untuknya.”
“Baguslah kalau begitu, setidaknya mereka tidak akan terlantar.”
“Apa kamu tidak apa-apa?”
“Tidak apa-apa gimana?”
“Apa kamu tidak marah?”
“Untuk apa aku marah? Dia hanya masa lalumu, jika kamu masih menyukainya silahkan pergi bersamanya sebelum kita menikah, tapi jika kamu tidak menyukainya maka aku tidak perlu khawatir.” Ucap Elsa.
Mendengar hal itu membuat Rey tersenyum, dia tau kalau Elsa yang ada di hadapannya sekarang adalah Elsa yang memiliki fikiran dewasa.
__ADS_1
"Setidaknya aku tidak merahasiakan tentang pertemuanku dengan Nala." batin Rey di dalam hatinya.