
Rey dan Key menaiki mobil bersama menuju ke rumah Ken.
Tiba-tiba saja Key mendapatkan telfon dari seseorang, dengan segera Key mengangkat telfon tersebut.
"Halo? Kak Jo? Ada apa?" Tanya Key saat mengangkat telfonnya.
"Ada masalah dengan calon rekan bisnis kita, mereka ingin mengambil semua asset kakak mereka yang sudah meninggal dari keponakan mereka " jelas Jonathan, asisten pribadi Bernard dan sekarang juga menjadi asisten pribadi Key.
"Apa? Kalau begitu batalkan saja kerja sama kita, aku yakin kak Bernard juga ga mau bekerja sama dengan orang yang mau merebut harta keponakannya yang yatim piatu kak." jelas Key.
"Baiklah kalau begitu." ucap Joseph.
Setelah membuat keputusan, Key segera mematikan telfonnya dan memasukkan kembali hpnya ke dalam tasnya.
"Ada apa Key?" Tanya Rey yang masih fokus menyetir.
"Aku berencana untuk bekerja sama dengan PT Adithama, tapi ternyata dia menjadi salah satu tersangka yang di cari polisi karena sudah memindahtangankan hak keponakannya." jelas Key.
"Ya pokoknya begitulah aku juga ga paham sama masalah keluarga mereka, intinya mereka mau mengambil harta kakaknya yang sudah meninggal dari keponakannya yang lama hilang." jelas Key kembali.
Ciittt!!! Tiba-tiba saja Rey menginjak pedal rem dengan kuat hingga membuat Key hampir terbentur.
"Yaampun Rey, kamu apa-apaan sih!?" ketus Key.
"Sorry Key, kamu ga apa-apa kan?" Tanya Rey.
__ADS_1
"Hm, ga apa-apa kok.. Ada apa sih?"
"Aku kayaknya membuat kesalahan." ucap Rey.
"Hah? Kesalahan apa? Kesalahan sama Elsa? Wah parah, ntar ngamuk Elsa." ucap Key.
"Bukan Elsa! Kamu ikut aku dulu ke suatu tempat ya.." ucap Rey yang segera memutar balik dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Rey serius hati-hati! Aku masih mau liat Karren menikah!!" teriak Key sambil memegang gagang pintu mobil.
Walaupun Key juga senang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, tapi berbeda rasanya jika dia sedang duduk di kursi penumpang.
Terlebih yang mengendarai mobil adalah Rey, orang yang selama ini sangat menaati peraturan lalu lintas.
Akhirnya Key memutuskan untuk tidak berbicara lagi karena dia ingin membiarkan Rey fokus menyetir mobilnya.
Setelah sampai di tujuan, Rey segera keluar dari mobil tanpa mengajak Key atau menyuruh Key menunggunya di mobil.
"Dia kenapa sih sampe buru-buru gitu?" gumam Key yang memutuskan untuk keluar dan mengikuti Rey.
RESTAURANT
Jef dan Sarah sudah berada di restaurant, keduanya langsung menuju meja yang sudah di pesan oleh Rey.
Belum ada tanda-tanda kehadiran orang tua Jef di sana.
__ADS_1
"Kenapa orang tuamu belum datang?" Tanya Sarah.
"Entahlah.." balas Jef.
Tidak lama kemudian ada sepasang suami istri berpenampilan rapih dan terlihat sangat menonjol karena sang wanita memakai banyak sekali perhiasan dan juga semua yang dia pakai adalah pakaian bermerk.
Jef dan Sarah yang melihat keduanya segera berdiri dan tersenyum untuk menyambut keduanya.
Kedua suami istri itu bahkan sama sekali tidak menoleh ke arah Sarah, keduanya langsung menghampiri Jef dan memegang tangannya.
"Han... Han kami, kamu sudah besar nak.." ucap seorang laki-laki bertubuh besar yang langsung memeluk Jef.
"Han? Siapa Han? Apa bapak ini salah orang?" pikir Jef.
Jef segera melepaskan pelukan laki-laki besar itu dengan perlahan lalu menatapnya dengan tatapan aneh.
Jef segera menoleh ke arah Sarah dan menggenggam tangannya lalu menariknya agar berdiri di sebelahnya.
"Pertama-tama, perkenalkan saya Jef dan ini Sarah istri saya." ucap Jef.
"Jef? Kamu Han anak kami, bukan Jef." ucap wanita yang ada di sebelah laki-laki besar.
Sarah hanya diam melihat interaksi Jef dengan ketiga orang itu, Sarah merasa kurang nyaman berada di dekat dua orang itu.
"Wajah wanita itu,, seperti ibu yang waktu itu aku dan Jef temui.." batin Sarah sambil menatap ke arah wanita itu terus menerus.
__ADS_1