
Malam ini Rey tidak pulang ke rumah dan itu membuat Elsa mengkhawatirkannya.
"Aku harus menghubunginya." ucap Elsa.
Elsa mencoba untuk menghubungi Rey namun dia tidak menjawabnya, bahkan nomernya tidak aktif dan hal itu membuat Elsa semakin khawatir.
Elsa keluar dari kamarnya, dia melihat ketiga anaknya sedang bermain di lantai bawah. Sampai tiba-tiba suara bel pintu rumahnya berbunyi dan dengan segera Elsa berlari menuruni tangga dan membuka pintu rumahnya.
"Sayang, kamu kemana a...ja.." ucap Elsa yang langsung terdiam seketika saat melihat orang yang berada di hadapannya.
"Hai Els, kamu nunggu Rey ya?" Tanya seorang laki-laki yang tidak lain adalah Levin dan juga Sandy.
"Kalian di sini? Masuklah, Dika sedang bermain dengan anak-anakku." ucap Elsa yang sedang menahan malu.
Levin dan Sandy masuk ke dalam rumah. Belum saja mereka berdua duduk, Dika sudah berlari memeluk tubuh papanya dan juga kakeknya itu.
"Papa Ndy! Uncle Vin!" teriak Dika sambil berlari.
"Jangan lari-larian Dika nanti kamu jatuh." ucap Sandy.
"Kalau begitu aku ke belakang dulu siapin minuman untuk kalian." ucap Elsa yang langsung berjalan menuju dapur.
Sandy hanya memandang punggung Elsa yang sudah menjauh dari dirinya.
"Dika, kemana papa Rey?" Tanya Sandy.
"Papa? Em,, keja.." ucap Dika.
"Sepertinya Elsa sedang menunggu kedatangan Rey." ucap Levin kepada Sandy, sedangkan Sandy hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, Elsa datang dengan tangan yang membawa nampan yang berisi segelas air.
"Minumlah.." ucap Elsa sambil menaruh nampan yang dia bawa di atas meja.
"Maaf kami datang kemari malam Els, kami baru ada waktu sekarang untuk melihat Dika." ucap Sandy.
"Gapapa kak Sandy, kebetulan kalian kemari karena di rumah hanya ada aku dan anak-anak saja." ucap Elsa.
"Kemana Rey? Sepertinya kamu sangat berharap kalau kami adalah Rey." ucap Levin.
"Tadi pagi dia berangkat kerja, aku menghubunginya tapi tidak bisa." ucap Elsa.
"Els,, sebenarnya ada masalah di perusahaan pusat Rey, entah karena CEO perusahaan itu tidak ada di tempatnya dan itu membuat musuh memanfaatkan keadaan itu." jelas Sandy.
"Kamu tau tentang hal itu kak? Lalu kenapa kak Rey tidak mengatakan apapun kepadaku?"
"Mungkin, tapi seharusnya dia bilang kalo mau ke Indonesia jadi aku tidak khawatir seperti ini."
"Sudahlah, tunggu saja kabar dari Rey.. Dia pasti menghubungimu." ucap Levin.
Elsa hanya mengangguk mendengar ucapan Levin, lalu tiba-tiba saja dia memikirkan sesuatu.
"Bagaimana kalau aku dan anak-anak kembali ke Indonesia saja?" Tanya Elsa.
"Apa!? Apa kamu yakin?" Tanya Sandy.
"Yakin, toh Giffari juga hanya tinggal rawat jalan saja dan di rumah sakit abangku juga ada dokter jantung yang bagus." ucap Elsa.
"Selama tidak terlalu kelelahan, Giffari akan baik-baik saja kok." ucap Levin.
__ADS_1
"Lalu Dika bagaimana?" Tanya Sandy.
"Dika ikut denganku jika kalian mengijinkannya."
"Tidak! Kami akan mengambil Dika kembali." sahut Levin.
"Tapi.. kalau anak-anak di pisahkan,, bagaimana jadinya?" Tanya Elsa.
"Tidak apa, kami akan sering-sering datang ke Indonesia dan kami tidak akan membiarkan anak-anak putus hubungan." ucap Sandy.
"Liat nanti aja deh,,, aku juga harus rundingan sama kak Rey dulu." ucap Elsa.
Sandy dan Levin hanya mengangguk menyetujui ucapan Elsa.
"Kalau begitu kami pamit pulang dulu ya.." ucap Levin.
"Loh kenapa cuma sebentar? Makanya kalian berdua kalo kemari jangan malem-malem!" ucap Elsa.
"Ya gimana lagi, kalo kita punya waktunya malem? Yang penting kami sudah bertemu dengan anak-anak." ucap Sandy.
Dika, Gilang dan Giffari segera mencium punggung tangan Sandy dan Levin, lalu melambaikan tangannya saat Sandy dan Levin meninggalkan rumah mereka.
"Oke, kalau begitu para pangeran mama sekarang harus tidur ya karena sudah malam.." ucap Elsa.
Ketiga anak laki-laki itu hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, mereka segera berlari menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar.
"Anak-anak jangan lari-larian.." teriak Elsa yang masih berada di bawah.
Elsa hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, Elsa sangat bersyukur karena di berikan kesempatan untuk hidup dan melihat anak-anaknya berkembang dan tumbuh dengan sehat.
__ADS_1