ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 48


__ADS_3

"Kalau begitu, Rey dan Elsa pergi dulu ya om tante.." Ucap Rey kepada Ryan dan Rose.


"Iya Rey hati-hati ya,," ucap Rose.


"Elsa sayang jangan ngerepotin Rey ya.." sambung Rose.


"Yang ada laki-laki ini yang akan merepotkanku!" gumam Elsa.


"Kamu ngomong apa Els?" Tanya Rey.


"Ah, eh, engga kok kak, ayo cepet berangkat aku pengen cepet selesai!" ketus Elsa yang langsung berjalan keluar rumahnya.


Akhirnya Rey dan Elsa pergi ke butik yang akan menghandle pakaian pernikahan mereka.


"Kamu ga masalah kan kalau aku membawa Nala ke rumahmu?" Tanya Rey.


"Selama dia tidak menggangguku tidak masalah!"


"Kamu ga cemburu?"


"Bukankah aku sudah bilang kalau aku tidak lagi menyukaimu kak, jadi aku tidak merasakan apapun!"


Rey sedikit kecewa mendengar ucapan Elsa, padahal awalnya dia berharap kalau Elsa akan cemburu melihatnya membawa Nala kesana.


"Aku tidak mau menjadi wanita bodoh lagi hanya karena dirimu kak Rey!" batin Elsa.


"Aku akan membuatmu cemburu melihatku dengan Nala." batin Rey.


Sesampainya di butik, mereka berdua segera masuk ke dalam butik dan bertemu dengan pemiliknya.


"Hai kalian berdua yang mau menikah kan?" Tanya pelayan yang ada di sana.


"Hm.." jawab Elsa dan Rey.


"Baiklah, silahkan duduk dulu kami akan mengambilkan pakaian yang sudah di pilih untuk kalian." ucap pelayan tersebut yang di balas anggukan oleh keduanya.


"Kamu sudah memilih pakaian?" Tanya Rey.


"Tidak, ini pertama kalinya aku kemari."


"Lalu kenapa pelayan itu bilang kalau mau mengambil gaun yang sudah dipilih?"


"Duh kak Rey, yang paling semangat karena pernikahan ini adalah kedua orang tua kita jadi aku yakin kalau mereka yang mempersiapkan semuanya." jelas Elsa.


Tidak lama kemudian, ada dua pelayan yang membawa dua stel gaun dan dua stel jas untuk Elsa dan Rey.


"Ini pakaian kalian, silahkan di coba." ucap pelayan tersebut.


"Kamu dulu sana kak, kamu kan lebih cepat di banding aku." ucap Elsa.


Akhirnya Rey masuk ke dalam ruang ganti lebih dulu untuk mencoba jas untuknya, sedangkan Elsa mengambil hp dari sakunya untuk membaca pesan masuk.


SRET!!! Suara tirai di buka membuat Elsa yang sedang melihat hp terkejut dan langsung melihat ke asal suara.

__ADS_1


Elsa semakin terkejut saat melihat Rey yang memakai jas berwarna putih.



"T-tampan sekali!" batin Elsa di dalam hatinya lalu Elsa menggelengkan kepalanya dengan kencang agar membuat dirinya tersadar.


"Sadar Elsa! Jangan sampai kamu kalah dalam permainan yang dia buat!" batinnya lagi.


Rey berjalan dan berhenti tepat di hadapan Elsa yang menatapnya.


"Bagaimana penampilanku?" Tanya Rey yang sudah membungukkan badannya kedepan agar sejajar dengan wajah Elsa.


Elsa yang di perlakukan seperti itu hanya bisa menelan salvilanya karena gugup saat Rey terlalu dekat dengan wajahnya.


"Kenapa diam saja? Aku terlalu tampan ya?" Tanya Rey dengan senyum sinisnya.


Elsa yang kesal melihat senyum sinis Rey langsung mendorong tubuh Rey hingga Rey menjauh dari wajahnya.


"Biasa aja makanya aku ga ngomong karena memang biasa aja! Sampai tidak ada lagi kata-kata yang bisa aku ucapkan!" ketus Elsa.


"Aku harus mengganti jasnya!" ucap Rey.


"Kenapa harus mengganti jasnya? Walaupun kak Rey memakai semua jas yang ada di butik ini, tetap saja tidak akan ada yang cocok!"


"Kenapa?" Tanya Rey heran.


"Karena yang bermasalah bukanlah jasnya, tapi wajah kak Rey yang terlalu biasa!" ketus Elsa dengan senyum sinisnya.


Rey kesal mendengar ucapan Elsa yang meremehkan dirinya, tapi baru saja Rey mau membalas ucapan Elsa, Elsa justru sudah berjalan masuk ke dalam ruang ganti dengan santainya.


Tidak lama kemudian, Elsa keluar dari ruang ganti dengan gaun berwarna putih yang membuatnya semakin terlihat cantik dan anggun.


Namun tidak bagi Rey, dia tidak suka Elsa memakai gaun tersebut karena memperlihatkan bagian punggung mulus Elsa, dan itu akan membuat semua perhatian laki-laki tertuju padanya.


"Kenapa melihatku seperti itu? Aku tau aku cantik." ucap Elsa dengan senyum sinisnya.


"Cantik? Hahaha tidak! Kamu terlihat seperti badut dengan gaun seperti itu!" ucap Rey.


Mendengar hal itu bukannya membuat Elsa kesal, dia malah tersenyum puas.


"Saya pilih yang ini ya." ucap Elsa.


"Kenapa? Aku kan bilang kamu seperti badut!" ketus Rey.


"Semakin kamu tidak menyukainya semakin aku ingin memilih gaun ini." ucap Elsa.


"Kalau begitu aku menyukainya, sangat menyukainya!" ucap Rey dengan semangat.


"Kalau begitu aku akan memilihnya karena kamu menyukainya." ucap Elsa.


Mendengar itu membuat Rey frustasi karena Elsa sangat menyebalkan, berbeda dari Elsa yang dulu selalu mengikuti ucapannya.


"Terserah! Kamu menyebalkan sekali Els!" ketus Rey.

__ADS_1


"Terimakasih!" ucap Elsa dengan senyum manisnya.


Sedangkan Rey yang kesal hanya bisa diam dan menatap sinis ke arah Elsa.


"Kenapa kak? Kenapa kamu melihatku seperti akan memakanku?" tanya Elsa.


"Sudahlah, aku lapar!"


"Hah? Lapar? Kak Rey beneran mau makan aku?" Tanya Elsa.


"Engga lah! Ayo cari makan di luar, aku sampai tidak makan pagi dan sekarang sudah siang karena berdebat denganmu!" ketus Rey.


"Cih! Kak Rey tidak sarapan karena sibuk mengurusi mantan!" ketus Elsa.


Rey menoleh ke arah Elsa dan merasa kalau ucapannya memang benar.


"Apa kamu marah karena aku membantu Nala?" Tanya Rey.


"Apa kamu masih menyukai Nala?" Tanya Elsa.


"Kenapa kamu malah balik tanya?"


"Emang tidak boleh?"


"Bukankah aku sudah bilang? Aku sudah tidak menyukaimu dan aku tidak akan cemburu dengannya." lanjut Elsa.


"Benarkah?" selidik Rey yang di balas anggukan oleh Elsa.


Entah kenapa Rey dan Elsa terus saja berdebat hingga membuat pelayan yang ada di butik itu merasa aneh dengan pasangan yang ada di hadapannya itu.


"Sudahlah diam! Ayo kita pergi mencari makan." ajak Rey.


Akhirnya mereka berdua sedikit tenang dan mereka masuk ke dalam mobil untuk mencari restaurant terdekat.


"Els.." panggil Rey yang sedang fokus menyetir.


"Hm.." jawab Elsa.


"Tidak jadi."


"Hah,, dasar!"


Tidak lama kemudian akhirnya mereka berdua sampai di restaurant yang berada tidak jauh dari sana.


Elsa pergi untuk memesan makanan sedangkan Rey duduk dan menunggu Elsa yang sedang memesan makanan.


"Udah pesen?" Tanya Rey kepada Elsa yang sudah duduk di hadapannya.


"Sudah, aku juga sudah pesan makanan kesukaan kak Rey."


"Ciye masih inget makanan kesukaan aku niyee.." goda Rey.


"Apa kak Rey fikir otakku ini sebodoh itu? Kita sudah sering bermain bersama, tentu saja aku mengingat semua makanan dan minuman kesukaanmu, kak Ken dan kak Key." ucap Elsa.

__ADS_1


Tentu saja Rey kembali kesal di buatnya, dia ingin sekali kalau Elsa hanya mengingat makanan kesukaannya, ternyata justru Elsa mengingat makanan kesukaan semua orang.


"Aish! Sebenarnya bagaimana caranya agar bisa membuatnya kembali menyukaiku?" batin Rey sambil menatap ke arah Elsa yang sedang memainkan hpnya.


__ADS_2