ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 19


__ADS_3

Hari ini adalah hari di mana Rania berangkat ke luar negeri, Elsa sedang sibuk mengambil barang-barang yang akan mereka berikan kepada sahabatnya itu.


“Elsa, apa masih lama? Jika kamu lama begini kita tidak akan sempat mengantar Rania!” teriak Rose dari bawah.


“Sebentar ma, Elsa bentar lagi selesai kok.” Jawab Elsa.


Tidak lama kemudian, Elsa turun dengan banyak paper bag di tangannya membuat Rose terkejut melihatnya.


“Yaampun Els, kenapa banyak sekali barang yang kamu bawa?” tanya Rose.


“Biarin aja! Biar dia tidak pernah melupakanku ma.”


Rose hanya menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas panjang melihat sikap anaknya.


“Baiklah kalau begitu kamu sarapan dulu roti isi ini, setidaknya perutmu tidak boleh kosong.” Ucap Rose sambil memberikan roti isi kepada Elsa.


“Tapi Elsa tidak lapar ma.”


“Harus makan atau mama tidak mau mengantarmu!” tegas Rose.


Dengan terpaksa akhirnya Elsa mengambil roti isi tersebut dan memakannya dengan cepat hingga membuatnya tersedak.


“Yaampun Elsa, apa kamu tidak bisa pelan-pelan kalau makan?” ucap Rose sambil memberikan segelas air putih kepada Elsa.


“Maaf ma, aku buru-buru tau.”


“Kamu buru-buru padahal dari tadi kamu yang lama di dalam kamar!” ucap Rose.


Elsa hanya memamerkan gigi putihnya mendengar ucapan mamanya dan langsung berdiri dari tempat duduknya saat telah menyelesaikan sarapannya.


“Sudah ma, ayo kita berangkat!” ajak Elsa dengan semangat.


Akhirnya Rose segera menggandeng anaknya sampai ke dalam mobil dan segera melajukan mobilnya sendiri.


“Mama kenapa boleh nyetir mobil sendiri sama papa?” tanya Elsa.


“Hm, tentu saja mama merayu papamu itu.”


“Hahaha, emang hanya mama pawang ampuhnya papa!” ucap Elsa sambil tertawa.


Selama di perjalanan Elsa tertawa seperti biasanya, namun saat dia sudah memasuki bandara seketika tawa Elsa berubah menjadi hening membuat Rose menoleh ke arahnya.


“Jangan menangis sayang, kamu hanya akan membuatnya bersedih kalau menangis.” Ucap Rose sambil mengelus rambut panjang anaknya dengan lembut.


“Hm ma, Elsa akan berusaha agar tidak menangis di dalam.” Ucap Elsa.


Rose keluar dari mobil lebih dulu, setelah itu dia membukakan pintu mobil untuk anaknya dan menggenggam tangannya dengan erat.


Rose juga membantu anaknya membawakan paper bag untuk Rania. Mereka berdua masuk ke dalam bandara untuk menemui Rania yang sudah berada di sana menunggu kedatangan mereka.

__ADS_1


“Elsa!” panggil Rania sambil tersenyum ke arahnya.


“Cih! Bagaimana bisa dia tersenyum seperti itu saat dia mau meninggalkanku!” gumam Elsa yang masih bisa di dengar oleh mamanya.


Rose hanya bisa tersenyum melihat anaknya yang sangat mirip dengan suaminya itu, Rose justru semakin mengeratkan genggaman tangannya.


“Hai Rania.” Sapa Rose dengan ramah.


“Hai tante, terimakasih karena sudah mau mengantarku tante..” ucap Rania.


“Sama-sama Rania, oh iya ini ada kenang-kenangan dari Elsa untukmu.” Ucap Rose sambil memberikan paper bag yang ada di tangannya.


“Yaampun ini banyak sekali!” ucap Rania sambil mengambil paper bag yang di berikan oleh Rose.


Rose menoleh ke arah Elsa yang sejak tadi hanya diam tanpa mengatakan apapun, bahkan Elsa memalingkan wajahnya karena tidak mau melihat Rania.


“Elsa, kenapa kamu diam saja? Bukankah kamu menangis semalaman karena mau kehilangan sahabatmu ini?” tanya Rose yang ingin menggoda anak perempuannya.


“Apaan sih ma! Mama jangan bilang begitu Elsa kan malu.” Ucap Elsa dengan nada pelan.


“Ah, jadi sekarang Elsa sedang jual mahal?” balas Rania yang membuat Elsa semakin kesal.


“Kalau begitu kalian berdua bicaralah, tante akan pergi membeli minuman dulu haus.” Ucap Rose yang langsung meninggalkan Elsa dan Rania di sana.


Setelah kepergian Rose, Rania berusaha untuk mendekati Elsa dan menggenggam kedua tangan sahabatnya itu membuat Elsa akhirnya menatap wajah Rania.


“Els, maaf karena aku harus meninggalkanmu seperti ini.” ucap Rania dengan tulus.


“Mereka pergi lebih dulu karena harus mengurus beberapa hal.”


“Lihatlah, mereka bahkan membiarkanmu untuk pergi sendirian!” ketus Elsa.


“Mereka harus mengurus beberapa hal di sana Elsa.”


“Ya ya terserah kamu saja!"


“Els, semoga kamu bisa memiliki banyak teman yang bisa menghargaimu dan menjagamu ya, semoga kamu juga segera bisa melupakan kak Rey yang selalu dingin kepadamu, kamu pantas mendapatkan laki-laki yang lebih baik darinya.” Ucap Rania.


“Rania benar! Kamu pantas mendapatkan laki-laki yang lebih baik dariku, tapi sayangnya tidak ada laki-laki yang sepertiku.” Ucap seseprang yang berasal dari belakang tubuh Elsa.


Rania yang melihatnyalangsung membuka kedua matanya lebar-lebar karena tidak percaya dengan orang yang berada di hadapannya.


“Kak Rey..” ucapnya membuat Elsa ikut menoleh ke belakang.


“Kak Rey? Kenapa kamu berada di sini?” tanya Elsa.


“Tante Rose bilang kalau Rania akan berangkat hari ini, jadi aku tidak mungkin tidak kemari.” Ucap Rey.


“Hati-hati di jalan ya Rania, semoga kamu bahagia di sana dan tidak mendapatkan sahabat seperti Elsa lagi.” Ucap Rey.

__ADS_1


Elsa yang mendengar hal itu langsung memberikan tatapan tajam kepada Rey, sedangkan Rey hanya tersenyum sambil mengangkat kedua alisnya.


“Kamu tenang saja Rania, aku juga akan melupakan kak Rey karena dia bukanlah laki-laki yang baik!” sindir Elsa.


Rania hanya tersenyum melihat sikap keduanya yang saling menyindir satu sama lain itu, menurut Rania Elsa dan Rey adalah pasangan serasi hanya saja Rey tidak bisa menyadari perasaannya.


“Kalau begitu aku pamit dulu ya, titip salam buat mama kamu ya Els, ingat kamu harus melupakan kak Rey!” sindir Rania sambil melirik Rey yang sedang mentapnya.


Elsa sebisa mungkin berusaha untuk tidak menangis karena air matanya sudah habis karena semalaman dia menangisi kepergian Rania.


Saat tubuh Rania sudah tidak terlihat lagi, barulah Elsa mengeluarkan hpnya dan menghubungi Rose untuk meghampirinya, sedangkan Rey yang ada di sana hanya diam mendengar pembicaraan Elsa dan mamanya.


“Kenapa kak Rey ada di sini?! Bukankah kak Rey juga tidak dekat dengan Rania?” ketus Elsa namun matanya tidak melihat ke arah Rey.


“Memangnya kenapa? Aku hanya takut kalau kamu menangis lagi seperti kemarin.” Goda Rey.


“Lebih baik kak Rey urus kekasih kak Rey saja! jangan memperhatikan wanita lain atau nanti kekasihmu akan cemburu!” ketus Elsa.


“Memangnya kamu wanita? Aku hanya menganggapmu sebagai anak kecil dan kekasihku tau itu jadi dia tidak akan pernah cemburu denganmu.” Ucap Rey dengan santainya.


“Dasar laki-laki menyebalkan! Hatiku yang tidak menerima perlakuanmu yang seperti ini!” batin Elsa sambil menatap tajam ke arah Rey.


Rose yang baru saja datang langsung terkejut saat melihat Rey yang sedang berada di sebelah anaknya.


“Loh Rey, kamu beneran datang kemari?” tanya Rose.


“Iya tante, Elsa pasti butuh teman untuk menghiburnya bukan? Jadi Rey datang untuk menghiburnya.” Ucap Rey.


Entah kenapa sikap Rey sangat berubah-ubah, kadang dia sangat cuek kepada Elsa, namun saat Elsa berusaha untuk melupakannya dia malah sangat ramah dan perhatian kepada Elsa.


“Sebenarnya apa mau laki-laki ini.” gumam Elsa sambil menatapnya dengan tajam.



“Kalau begitu, kamu main ke rumah saja ya sekalian kita nanti makan siang bersama karena tante akan memasak makanan untuk kalian berdua.” Ucap Rose.


Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk pulang ke rumah Rose, namun Rey mengendarai motornya ke rumah Rose.


Sesampainya di rumah, Rose segera masuk ke dalam rumah untuk mulai memasak, sedangkan Rey segera membukakan pintu mobil untuk Elsa yang ingin keluar dari mobil.


“Kak Rey kerasukan ya? atau salah minum obat?” tanya Elsa.


“Kenapa kamu bertanya seperti itu?”


“Karena kak Rey bertingkah aneh! Selama ini kak Rey tidak pernah memperdulikan aku, lalu kenapa sekarang malah bertingkah seperti ini?”


“Memangnya salah?” tanya Rey dengan polosnya.


“Tentu saja salah! Sikap kak Rey kepadaku membuat hatiku bingung, aku sudah mau melupakan kak Rey jadi aku mohon jangan berlaku seperti ini jika memang tidak ingin memberikan harapan!” ucap Elsa.

__ADS_1


Rey terkejut melihat Elsa yang mengungkapkan semua uneg-unegnya itu, baru kali ini Elsa berbicara seperti itu kepadanya


__ADS_2