
Hari Yang di tunggu-tunggu Elsa akhirnya datang, dia dan Rey akan segera pergi ke Hawaii untuk berbulan madu, eh? Ralat, untuk berlibur maksudnya, karena mereka yakin kalau tidak akan ada hal yang terjadi di sana.
"Apa kamu sudah membawa bajumu?" Tanya Rey.
"Sudah kak, baju kak Rey juga sudah aku masukkan ke dalam koper kok."
"Kamu bersikap baik seperti ini karena aku setuju ke Hawaii bukan?" selidik Rey.
Sedangkan Elsa hanya memamerkan gigi putihnya ke arah Rey.
"Sudahlah ayo cepat, yang lain pasti sudah menunggu di bawah untuk mengantar kepergian kita." ucap Rey.
Elsa segera menganggukkan kepalanya dan membawa koper miliknya, dengan segera Rey mengambil koper yang ada di tangan Elsa, sehingga Rey saat ini membawa 2 koper besar, sedangkan Elsa hanya membawa tas selempang di bahunya.
Setibanya di lantai bawah, Rey dan Elsa terkejut melihat tulisan besar yang tertulis 'SELAMAT BERBULAN MADU!!' Tulisan yang sangat besar dengan foto pernikahan Elsa dan Rey hingga membuat keduanya malu bukan main.
"Kenapa mereka melakukan hal yang memalukan seperti itu sih? Siapa yang memiliki ide begitu!" Bisik Rey.
"Aku juga ga tau kak, aku juga malu tau liatnya!" balas Elsa.
"Hai kalian berdua! Selamat berbulan madu ya, kalian harus membawakan kami kabar baik setelah pulang dari Hawaii.." ucap Key dengan bersemangat.
"Hei tukang gossip! Pasti tulisan besar ini ide darimu ya!?" ketus Rey.
"Apa kamu bilang! Tukang gossip?! Beraninya kamu mengatakan aku tukang gossip!" teriak Key yang ingin mengejar Rey namun di tahan oleh Bernard.
"Duh sudahlah, kalian berdua ini jangan memulai pertengkaran!" ucap Bernard.
"Lagipula ini bukan ideku! Ini adalah ide dari kedua mama kalian!" ucap Key.
Rey dan Elsa melihat ke arah mama mereka yang hanya tersenyum tidak bersalah.
"Sudahlah, lebih baik turunkan tulisan itu dan biarkan aku dan Elsa berangkat sekarang." ucap Rey.
Elsa lebih dulu menaiki mobil, sedangkan Rey memasukkan koper mereka lebih dulu sebelum akhirnya ikut masuk ke dalam mobil.
Rey memang tidak ingin keluarganya mengantar mereka karena akan sangat merepotkan seperti akan berdemo karena seluruh keluarga ikut ke bandara. Jadi Rey memutuskan untuk membawa mobil sendiri ke bandara dan menaiki private jet miliknya.
Sebelum mobil mereka melaju, Elsa melambaikan tangannya kepada seluruh keluarga, begitu juga dengan yang lain, mereka juga melambaikan tangan kepada Elsa hingga mobil sudah di jalankan, tapi Elsa masih tetap melihat keluar kaca mobil.
Rey yang melihat Elsa sedang mengeluarkan kepalanya, langsung menutup kaca mobil perlahan hingga membuat kepala Elsa terjepit.
"Aaa!! Kak Rey! Kakak mau bunuh aku ya!?" ketus Elsa.
"Hah? Engga kok, ngapain aku bunuh kamu nanti aku jadi duda dong!"
"Ish! Terus ngapain nutup kaca mobil, kepala aku kan lagi nongol keluar!"
__ADS_1
"Salah sendiri kamu nongol keluar! Lagian mereka udah jauh kamu masih tetep aja dadah-dadah."
Elsa yang kesal langsung melipat kedua tangannya di depan dadanya dengan wajah cemberut.
"Kamu marah?"
"Ga!"
"Jangan marah lah!"
"Ga!"
"Kita ga jadi ke Hawaii?"
"Ga!"
"Eh? JADI!!" teriak Elsa yang tersadar.
Rey tertawa puas setelah bisa mengerjai Elsa dan membuatnya kesal.
"Els, bisa ga nanti di Hawaii kita jangan berantem." ucap Rey.
"Kak Rey yang ngajak berantem terus!" ketus Elsa.
"Hahaha, habisnya kalo ga denger teriakan kamu ga enak."
"Terserah!" ketus Elsa yang langsung memalingkan wajahnya ke kaca mobil di sebelahnya.
Hari itu bandara sangat ramai sehingga ada banyak sekali orang yang kesana kemari, namun mereka berdua tidak perlu khawatir karena mereka tidak perlu mengantri atau menunggu karena mereka menaiki private jet milik Rey.
"Hah, akhirnya aku bisa beristirahat di pesawat!" ucap Elsa yang sudah menyandarkan punggungnya di sandaran kursi pesawat.
Sedangkan Rey yang duduk di sebrang kursi Elsa hanya menggelengkan kepalanya sambil membuka laptop miliknya.
"Kak Rey ngapain?" Tanya Elsa yang sudah menoleh ke arah Rey.
"Aku lagi lihat dokumen kerja sama Els, kamu tidur saja sana."
"Kak, kita kan sedang cuti kenapa kak Rey masih saja sibuk bekerja?" Tanya Elsa.
"Els, aku cuti tapi tidak bisa lepas tanggung jawab begitu saja, asistenku membutuhkan bantuan untuk mengerjakan semuanya." jelas Rey.
"Huh, awas saja kalau nanti kak Rey tidak menemaniku jalan-jalan karena sibuk bekerja!" ketus Elsa.
"Tidak akan, aku akan menemanimu kemanapun tenang saja."
"Awas aja kalo sampe ingkar!" ketus Elsa.
"Sudahlah tidur aja kamu, kita masih membutuhkan waktu kurang lebih setengah hari untuk sampai di sana." ucap Rey.
__ADS_1
Elsa tidak mengucapkan apapun, dia langsung memejamkan kedua matanya dan langsung tertidur tanpa harus menunggu lama.
"Hah, aku lelah sekali tapi masih banyak hal yang harus aku urus, aku menikahi wanita yang sangat hebat, di usianya yang lebih muda dariku, dia sudah bisa memimpin perusahaan cabang papanya."
"Aku harus bekerja keras untuk membahagiakan dia kedepannya, aku ingin menjadi laki-laki yang layak untuknya." gumam Rey sambil menatap wajah Elsa yang sudah tertidur.
Setelah melakukan perjalanan selama beberapa jam, akhirnya Rey dan Elsa sampai di bandara Honolulu.
"Els, bangunlah kita sudah sampai." ucap Rey sambil menggoyangkan tangan Elsa perlahan.
Elsa membuka kedua matanya secara perlahan, dia menoleh ke luar jendela.
"Wah kita beneran udah sampai kak?" Tanya Elsa.
"Hm,, sudah sampai ayo turun." ajak Rey.
Tanpa aba-aba lagi, Elsa segera turun dari pesawat dan melompat-lompat layaknya anak kecil yang baru mendapatkan permen.
"Jangan seperti anak kecil Els, lihatlah semua orang melihatmu."
Elsa langsung berhenti saat mendengar peringatan dari Rey, dia ikut melihat sekelilingnya.
Karena terlalu malu, Elsa berjalan mendekati Rey dan bersembunyi di baling tubuh kekarnya.
"Kenapa ga bilang dari tadi sih kak?" Bisik Elsa.
"Lah dari tadi kamu langsung loncat begitu, gimana mau ngasih tau!"
"Kemana kita sekarang kak? Apa kamu sudah mencari resort untuk kita?"
"Sudah, aku ini sudah menyiapkan semuanya kemarin jadi kamu tenang saja!"
Elsa tersenyum lebar mendengar ucapa Rey, dia segera mengekori kemana Rey berjalan.
Rey juga sudah menyewa mobil selama seminggu mereka di sana, benar-benar liburan yang sangat sempurna.
Sepanjang jalan, Elsa terus saja bersenandung dengan mata yang terpejam, Rey yang melihatnya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Huaaa bagus sekali!!!" teriak Elsa yang langsung melihat sekeliling ruangan yang akan menjadi tempat tinggal mereka selama seminggu.
"Apa kamu sesenang itu?" Tanya Rey yang baru saja menaruh koper mereka di dekat tempat tidur.
"Tentu saja! Dulu kak Sandy pernah mengajakku liburan kemari, tapi tidak pernah ada waktu." ucap Elsa tanpa sadar.
Deg!! Mendengar ucapan Elsa membuat jantung Rey berdegup kencang.
Entah karena cemburu atau karena rasa marahnya karena kejadian yang sudah lalu.
__ADS_1
Elsa yang baru tersadar langsung menoleh ke belakang untuk melihat ekspresi wajah Rey. Dia merasa bersalah karena sudah keceplosan membicarakan mantan kekasihnya di depan suaminya.
"Duh, bagaimana ini! Kenapa mulutku ga bisa di rem sih!" batin Elsa.