ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 60


__ADS_3

"Kak Rey, m-maaf aku tidak bermaksud.." Ucapan Elsa tertahan karena merasa sangat bersalah kepada Rey.


"Aku tau Els, jadi kamu dan laki-laki itu pernah kemari?" Tanya Rey dengan tatapan kosong.


"T-tidak, bukan begitu kak! Dulu kak Sandy dan aku pernah berencana liburan kemari, tapi ternyata kami sama-sama sibuk sampai tidak memiliki waktu untuk berlibur." jelas Elsa.


Jujur saja, walaupun pernikahan mereka bukan karena perasaan satu sama lain, Elsa tetap merasa tidak enak dan merasa bersalah saat dirinya membahas tentang Sandy dan dirinya.


"Ah begitu, sepertinya kalian memang benar-benar sudah saling menyukai ya."


"Kak Sandy memang sudah menyukaiku kak, dia selalu berusaha untuk membuatku menyukainya selama ini, tapi kayaknya dia udah capek dan ngerasa usahanya sia-sia saat dia tau kalau di hatiku masih ada seseorang dari masa lalu." jelas Elsa.


Rey mengerutkan keningnya, apa maksud dari ucapan Elsa? Seseorang dari masa lalu? Mungkinkah dirinya?


"Kak Rey masih kesal ya?"


"Tidak, aku tidak kesal sama sekali tuh!"


"Benarkah?" Tanya Elsa kembali yang di balas anggukan oleh Rey.


"Oh iya, bisakah kamu ceritakan selama kamu bersama Sandy apa saja yang kalian lalui?" Tanya Rey tiba-tiba.


"Apa tidak masalah jika aku menceraikannya? Apa kak Rey tidak marah?"


"Kenapa aku harus marah?"


"Karena kejadian yang menimpaku dulu."


"tidak, makanya ceritakanlah."


Akhirnya Elsa duduk di kursi yang ada di balkon resort tersebut dan menyuruh Rey duduk di sebelahnya.


"Aku mulai ya kak? Yakin kan?" Tanya Elsa mencoba untuk meyakinkan.


"Aku yakin, cepatlah ceritakan jangan banyak bertanya!" ketus Rey yang sudah siap untuk mendengar cerita Elsa.


"Jujur saja kak, selama ini hubungan kami baik-baik saja, kak Sandy selalu memberikan apa yang aku mau tanpa di minta, dia selalu keinginanku dan aku sangat menghargai itu.

__ADS_1


Dia selalu berbuat baik, dia selalu menghargai dan menghormati aku kak, dia berusaha untuk membuatku menyukainya. Awalnya aku fikir dia tidak tau kalau aku sudah menyukai orang lain.


Awalnya aku fikir aku juga akan menyukainya lambat laun karena semua usahanya, tapi ternyata aku salah kak aku masih sangat menyukai orang itu dan kak Sandy menyadarinya.


Entah karena dia sudah lelah atau bagaimana, dia mulai mengekangku, dia mulai membatasi dengan siapa aku boleh keluar, dia selalu marah karena kesalahan kecil dan lama kelamaan hatinya sudah mengeras hingga dia menggunakan kekerasan kepadaku." jelas Elsa.


"Apa kamu tidak berniat untuk melepaskan diri dari dia?" Tanya Rey.


"Melarikan diri? Tentu saja, aku selalu memikirkan untuk memutuskan hubungan itu dan aku ingin pergi menjauh darinya, tapi aku kembali mengingat bagaimana selama ini dia sangat menyayangiku, memperhatikanku, menghormatiku.


Hal itu yang membuatku berusaha untuk kembali kuat untuk bertahan, aku tau itu bukan sifat asli kak Sandy jadi aku fikir aku bisa merubahnya kembali dengan kesabaranku, tapi ternyata dia justru semakin parah dan terjadilah insiden itu."


Elsa terus menceritakan kebersamaannya dengan Sandy dengan wajah yang tersenyum, sakit rasanya hati Rey mendengar wanita yang sudah mulai ia sukai itu menceritakan tentang mantannya, terlebih saat melihat senyum di wajahnya yang cantik saat menyebut nama sang mantan.


Tapi apa boleh buat, dia sendirilah yang penasaran dan ingin Elsa untuk menceritakan semuanya.


"Apa kamu membencinya setelah apa yang sudah dia lakukan padamu?" Tanya Rey.


"Benci? Tidak kak, aku tidak pernah membencinya, hanya saja aku merasa kecewa padanya, sangat di sayangkan orang yang sangat baik sepertinya jatuh di lubang yang salah hanya karena keinginannya memiliki seorang wanita."


"Apa aku boleh menanyakan satu pertanyaan lagi?"


"Siapa laki-laki yang masih berada di hatimu saat itu?"


Elsa sedikit terkejut mendengar pertanyaan dari Rey, apa dia pura-pura tidak tau atau memang dia tidak peka? Pikir Elsa.


"Ya, itu kamu kak Rey! Laki-laki yang selalu menjauhiku, laki-laki yang selalu bersikap dingin padaku, laki-laki yang acuh tak acuh padaku. Bodoh bukan? Di saat ada seseorang yang menyukaiku dan memperjuangkan aku, aku justru masih menyukai laki-laki itu!" ucap Elsa dengan senyum getir di wajahnya.


Rey merasa sangat bersalah kepada Elsa, sama seperti yang di rasakan oleh Elsa, dulu Rey juga sangat bodoh, karena ada wanita yang setia menunggunya, menyukainya dengan tulus, tapi dia malah memilih wanita yang jelas-jelas tidak hanya memanfaatkan dirinya saja.


Tanpa sadar, tangan kanan Rey sudah berada di atas kepala Elsa dan mengelus rambutnya dengan lembut.


Elsa yang mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa terpaku, wajahnya merah merona karena menahan malu, jantungnya berdetak kecang hingga mungkin Rey bisa mendengarnya.


"Em,, kak..." ucap Elsa yang berharap kalau Rey akan segera mengangkat tangannya.


Namun bukannya tangan di angkat, Rey malah memeluk tubuh Elsa dengan erat membuat Elsa semakin terkejut.

__ADS_1


"Kak, kak Rey kenapa?" Tanya Elsa.


"Biarkan seperti ini sebentar saja Els, aku benar-benar minta maaf karena sudah membuatmu menunggu sangat lama." ucap Rey dengan penuh penyesalan.


"Hah? Kak Rey sakit ya? Kenapa minta maaf?"


"Disaat kamu bodoh karena menungguku, aku juga sedang bodoh karena mempertahankan hubungan yang tidak sehat." ucap Rey.


Elsa yang awalnya mendorong tubuh Rey agar melepaskannya, seketika menghentikan gerakannya dan langsung tenang seketika setelah mendengar ucapan Rey.


"Kak Rey benar, seharusnya aku tidak menyalahkanmu waktu itu, karena kita sama-sama bodoh karena seseorang." balas Elsa.


"Sudah jangan di bahas, sekarang kita sudah bersama, aku akan membuatmu bahagia sekarang." ucap Rey.


"Ets! Tidak semudah itu ferguso!" ucap Elsa sambil mendorong tubuh Rey menjauhinya.


Rey hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kepada Elsa.


"Sudahlah ayo kak kita tidak punya waktu lagi! Kita harus segera jalan-jalan!" teriak Elsa dengan semangat.


"Sekarang? Kamu ga capek?"


"Engga kak! Gaada waktu buat capek kalo lagi liburan!" ucap Elsa sambil menarik tangan Rey.


Rey hanya menggelengkan kepala sambil berdiri dengan terpaksa, baru saja tadi mereka sudah membuat suasana menjadi melow, lalu tiba-tiba Elsa merusak segalanya.


"Hah,,, Sabar Rey sabar, emang susah ngadepin anak kecil!" gumam Rey.


Elsa berlari ke arah koper untuk mengganti pakaiannya, sedangkan Rey tidak berniat untuk mengganti pakaiannya karena malas.


Setelah selesai mengganti pakaiannya, Elsa segera keluar dan bersiap untuk berangkat jalan-jalan.


"Ayo kak!" ajak Elsa.


"Kamu semangat amat sih Els! Emang kamu mau kemana?" Tanya Rey.


"Kemana aja yang penting jalan-jalan kak! Sudahlah ayo jangan banyak bertanya yang ada nanti ga sempat kemana-mana." rengek Elsa.

__ADS_1


"Iya iya, sabar aku ambil kunci mobil dulu." ucap Rey.


Setelah semua siap, Rey dan Elsa segera keluar dari resort dan mengendarai Mobil mewahnya.


__ADS_2