
Hari itu Key yang sedang pergi berbelanja dengan Karren yang sudah beranjak menjadi anak yang manis dan cantik.
"Mama! Itu uncle Rey!" ucap Karren sambil menunjuk ke arah Rey yang sedang berada di dalam cafe yang ada di mall tersebut.
"Yaampun Karren, uncle Rey kan lagi di luar negeri jadi ga mungkin ada di sini.. Lagian kamu kangen banget sama uncle, sampe ngehayal gitu?" ucap Key yang masih sibuk memilih pakaian untuk anaknya.
"No mama! Itu uncle Rey!" tegas Karren sekali lagi.
Dengan segera Key melihat ke arah yang di tunjuk anaknya lalu terkejut melihat Rey sedang makan bersama dengan Karina dan ada beberapa orang bersama mereka.
"Rey? Kenapa dia ada di sini?" gumam Key.
"Mama! Coba telfon aunty Elsa, kalau uncle di sini berarti aunty ada di sini juga!" ucap Karren dengan semangat.
Key menganggukkan kepalanya lalu segera menghubungi Elsa namun nomer Elsa tidak bisa di hubungi.
"Gimana ma?" Tanya Karren.
"Ga di angkat sayang.." jawab Key.
__ADS_1
"Kita samperin aja yuk ma.." ajak Karren.
"Hmm.." ucap Key sambil menggandeng tangan anaknya.
"Dia ada di sini bersama Karina? Jangan sampai dia menghianati Elsa! Jika hal itu terjadi aku tidak akan mengampuninya walaupun dia saudaraku!" batin Key dengan mata yang tajam.
Sesampainya di cafe tersebut, Key langsung berdiri sedikit jauh dari meja Rey, namun berada tepat di hadapannya hingga membuat Rey bisa melihat jelas keberadaannya.
Rey yang awalnya sedang berbicara dengan orang yang ada di hadapannya langsung terkejut saat melihat Key yang sedang menatap tajam ke arahnya.
"Permisi sebentar, saya mau ke belakang dulu." pamit Rey yang langsung menghampiri Key.
Key tersenyum sinis saat melihat Rey berjalan menghampirinya.
"Hai uncle!" sapa Karren.
"Key, Karren? Kalian berdua di sini?" Tanya Rey.
"Bukankah pertanyaan itu harusnya aku yang tanya ya? Aku bisa kapan aja di sini karena aku memang tinggal di negara ini! Kalau kamu?" Tanya Key.
__ADS_1
"Aku sedang berbisnis."
"Lalu? Elsa tau tentang bisnis kamu ini?"
Rey hanya diam tidak menjawab pertanyaan dari Key.
"Tidak tau kan? Rey, kamu seharusnya bilang sama Elsa kalo kamu lagi ada di Indo, kamu bilang kalo kamu masih mempekerjakan Karina sebagai sekretaris kamu!" ucap Key.
"Key,, aku ga bilang sama Elsa karena aku ga mau ngebebanin dia, dia udah sibuk sama anak-anak.. Kalo aku bilang sama Elsa kalo perusahaanku ada masalah, dia pasti makin kepikiran." jelas Rey.
"Dan untuk Karina, kamu tau kan kalo Karina itu kerjanya bagus, dia juga udah lama kerja sama aku dan dia tau betul tentang perusahaan, sekarang perusahaan lagi ada masalah jadi aku membutuhkan dia yang sudah mengenal perusahaan dan cara kerja aku." lanjutnya.
"Kamu sekarang bilang kayak gitu, terus kamu ga mikir gimana Elsa sendirian sekarang menjaga anak-anaknya? Bahkan tiga anak sekaligus!" ketus Key.
"Mama, kenapa mama marahin uncle?" Tanya Karren yang dari tadi mendengar ucapan key dan Rey.
"Karren, kamu pesan es krim dulu sana.. uncle dan mama mau bicara masalah orang gede." ucap Key.
Karren mengangguk pelan lalu meninggalkan meja Rey dan Key.
__ADS_1
"Rey, aku tau kalo maksud kamu baik.. Tapi istri mana yang ga sakit hati kalo suaminya ga jujur sama dia?" Tanya Key.
Rey diam, dia berfikir tentang perkataan Key yan menurutnya memang benar. Bagaimana Elsa mengurus anak-anaknya sendirian? Bagaimana perasaannya jika mengetahui kalau Karina masih bekerja dengan Rey bahkan saat ini dirinya sedang berada di Indonesia tanpa mengajak bahkan memberitahunya.