ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 24


__ADS_3

Hai kakak-kakak,, hari ini author langsung loncat di mana Elsa sedang pergi ke acara kelulusan dan menerima cinta Sandy ya, karena author yakin kalau kakak-kakak udah pada penasaran kan ya..


Selamat membaca~~


***


Hari ini adalah hari kelulusan Elsa, papi Kalandra menyiapkan sebuah pesta untuknya yang di hadiri para keluarga dan kerabat Elsa, teman-temannya juga datang untuk merayakan kelulusan mereka.


“Els, ayo cepat kenapa kamu lama sekali sih?” teriak Ryan dari bawah.


“Yaampun sabar kek pa Elsa juga harus dandan tau!” ucap Elsa dari dalam kamarnya.


“Ga usah cantik-cantik! Papa ga mau kamu jadi pusat perhatian.” Ucap Ryan kembali.


Rose yang dari tadi mendengar ucapan suaminya hanya bisa menggelengkan kepalanya dan langsung menghampiri sang suami.


“Kenapa kamu cerewet sekali sih kak, semua orang tua ingin anaknya menjadi pusat perhatian tapi kamu malah tidak menginginkan anakmu menjadi pusat perhatian?” ucap Rose.


“Tentu saja, aku tidak mau banyak buaya yang melihatnya!” ketus Ryan.


“Siapa yang buaya?” ucap Elsa yang baru saja menuruni tangga.


Rose dan Ryan melihat ke arah Elsa yang sedang menuruni tangga, mereka berdua terkejut melihat anak perempuan mereka yang sangat cantik hari itu.


“Wah, anak mama cantik sekali!” ucap Rose yang berjalan menghampiri Elsa dan mencium keningnya.


“Apa kamu harus secantik ini? cepat ganti pakaianmu.” Ucap Ryan.


“Kak! Jangan membuatnya kesal di hari bahagianya.” Tegur Rose.


Mendengar ucapan Rose, Ryan hanya bisa diam tidak mengucapkan apapun lagi dan hanya diam di tempatnya.


Elsa yang mengerti kalau papanya sedih itu langsung menghampirinya dan merangkul lengan papanya.


“Pa, papa jangan marah dong aku akan tetap bersama papa di sana tenang saja.” ucap Elsa.


“Ya, ya baiklah, sudah ayo kita berangkat! Semua orang pasti sudah menunggu kita di sana.” Ajak Ryan.


Akhirnya mereka bertiga pun segera masuk ke dalam mobil untuk menuju ke kampus Elsa.


***


Di sisi lain, Rey yang masih berada di ruangannya melihat jam di tangannya dan langsung berdiri merapihkan jas yang dia pakai karena dia akan datang ke acara kelulusan Elsa.


__ADS_1


Drrtt,,drrtt..


Hp Rey berbunyi, ada pesan masuk di hpnya yang segera ia lihat. Namun betapa terkejutnya Rey saat membaca pesan yang berasal dari nomer yang tidak ia kenal.


‘Jika mau menyelamatkan Elsa, jadikanlah dia milikmu! Kalau tidak, kamu akan kehilangannya untuk selamanya’ Isi pesan tersebut yang membuat Rey geram membaca pesan tersebut.


“Apa maksudnya ini!?” gumam Rey yang sedikit kesal.


Namun Rey hanya menganggapnya sebagai pesan sampah belaka, dia hanya menganggap pesan tersebut hanya ancaman biasa yang sudah sering ia dapatkan.


Rey segera keluar dari ruangannya dan di sambut oleh Karina yang sudah menunggunya.


“Apa kita berangkat sekarang Rey?” tanya Karina.


“Hm, ayo kita berangkat sekarang.” Ajak Rey.


Mereka berdua pun akhirnya berangkat bersama ke acara kelulusan Elsa, namun di sepanjang jalan Rey hanya melamun memikirkan isi pesan yang dia baca tadi.


“Bagaimana ini, aku harus percaya atau tidak?” gumam Rey yang bisa di dengar oleh Karina.


“Apanya yang percaya atau tidak Rey?” tanya Karina membuat Rey terkejut dan menoleh ke arahnya.


“Ah, tidak ada hanya tiba-tiba kepikiran sesuatu aja.” Ucap Rey berbohong.


“Kar!” ucap Rey.


“Kalau kamu mendapatkan pesan yang berisi sedikit mengancam, apa kamu akan menanggapinya atau hanya menganggapnya angin lalu?” tanya Rey.


“Kenapa kamu bertanya seperti itu? Apa kamu mendapatkan pesan ancaman!?” ucap Karina yang khawatir.


“Tidak, bukan aku, tapi temanku dia bilang kalau dia mendapatkan pesan ancaman, kalau kamu jadi dia kamu akan menanggapinya atau hanya membiarkannya begitu saja?” ucap Rey berbohong.


“Hm, mungkin aku akan membiarkannya tapi aku tetap harus selalu waspada karena bisa saja pesan itu benar-benar akan terjadi.” Ucap Karina.


Rey hanya menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Karina lalu kembali fokus untuk menyetir.


Sesampainya di sana, semua orang berbincang-bincang dengan bahagia dan memberikan selamat kepada Elsa, Rey kesal karena dari tadi Sandy selalu berada di sebelah Elsa.


Seketika Rey berfikir kalau Sandy yang memberikannya pesan ancaman tersebut, mungkin saja Sandy yang akan menyakiti Elsa.


“Aku harus berbicara padanya.” Gumam Rey yang menghampiri Elsa dan akhirnya menarik tangan Elsa ke taman belakang.


“Kak Rey apa-apaan sih!” ketus Elsa yang kesal dengan perlakuan Rey kepadanya.


“Els, apa kamu menyukai Sandy?” tanya Rey.

__ADS_1


“Kenapa kak Rey menanyakan tentang hal itu? Aku menyukainya atau tidak itu bukan urusan kak Rey!” ketus Elsa.


“Karena kamu menyukaiku Elsa! Kamu tidak menyukai Sandy karena kamu sangat mencintaiku!”


“Hahaha! Percaya diri sekali kamu kak Rey! Aku sudah tidak memiliki perasaan apapun kepadamu!” tegas Elsa.


“Bohong!” batin Elsa setelah mengucapkan hal itu kepada Rey.


“Tidak Elsa! Kamu berbohong! Kamu tidak boleh menyukainya!”


“Kak Rey sebenarnya kenapa sih!? Aku menyukainya juga urusanku bukan urusanmu!”


“Karena aku menyukaimu!” tegas Rey.


“Ah bodoh! Kenapa aku jadi bicara seperti itu kepadanya!” batin Rey yang mengutuk dirinya sendiri.


“A-apa? Apa yang barusan kak Rey katakan!?” tanya Elsa yang terkejut dengan pernyataan Rey.


“Aku menyukaimu Elsa! Aku menyukaimu, maka dari itu jadilah kekasihku!” ucap Rey.


Elsa menatap kedua mata Rey, dia merasa ucapan Rey tidak benar-benar tulus dari hatinya, Elsa tau kalau Rey terpaksa menyatakan cinta kepadanya.


“Maaf kak Rey tapi aku tidak bisa menerima kamu karena aku sudah memilih kak Sandy.” Ucap Elsa yang langsung pergi meninggalkan Rey begitu saja.


Rey hanya bisa pasrah jika Elsa lebih memilih Sandy di bandingkan dirinya, namun sebenarnya dia sangat kesal dan merasa kalau harga dirinya turun karena orang yang dulu menyukainya sudah tidak menyukainya lagi.


“Aku akan memantaumu! Kalau memang dia benar-benar baik untukmu baru aku bisa sedikit lebih tenang melepasmu bersamanya.” Gumam Rey sambil melihat Elsa dan Sandy yang sedang tertawa bersama di dalam.


Sandy yang mendengar Elsa menerimanya langsung terkejut dan sangat senang, dia tidak menyangka kalau Elsa akan memilih dirinya di bandingkan dengan Rey.


“Terimakasih Els, aku akan membuatmu menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini.” ucap Sandy sambil menggenggam tangan Elsa.


Jujur saja itu adalah pertama kalinya Sandy memberanikan diri untuk memegang tangan Elsa yang membuat Elsa merasa risih akan hal itu, Elsa segera melepaskan genggaman tangan Sandy dengan perlahan hingga akhirnya tangannya terlepas dari tangan Sandy.


“Kak Sandy, tapi aku harus segera pergi ke Paris setelah ini.” ucap Elsa dengan wajah yang tidak enak kepada Sandy.


“Tidak masalah, karena aku juga akan memegang perusahaan papa yang berada di Paris.” Ucap Sandy yang membuat Elsa terkejut mendengarnya.


“Benarkah? Wah kebetulan sekali.”


“Mungkin kita di takdirkan untuk bersama, benar bukan?”


Elsa yang mendengar hal itu hanya memaksakan senyumannya, karena menurutnya Sandy sedikit berlebihan untuk hari pertama menjadi kekasihnya.


“Baiklah kak, sebaiknya kita berkumpul dengan yang lainnya juga.” Ucap Elsa yang di balas anggukan oleh Sandy dan akhirnya mereka berdua berkumpul dengan yang lainnya.

__ADS_1


Sepanjang hari Elsa hanya memikirkan ucapan Rey, dia sangat senang karena Rey bilang kalau dia menyukainya, tapi di sisi lain dia kembali mengingat ketidak tulusan di wajah Rey membuatnya kembali bersedih.


__ADS_2