ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 84


__ADS_3

"Tidak! Mereka tidak boleh tau,, mereka akan menyuruhku untuk melepaskan anak ini kalau mereka tau!" ucap Elsa dengan wajah paniknya.


"Sayang tenanglah! Papa dan mama tidak akan menyuruhmu untuk melepaskan anak ini! Aku akan melindungi kalian berdua jadi kamu tenang saja okey?" ucap Rey meyakinkan.


"Benarkah? Apa mereka tidak akan menyuruhku untuk menggugurkan anak ini?" Tanya Elsa.


"Hm,, aku sudah menghubungi mereka tadi dan mereka sedang dalam perjalanan kemari." ucap Rey.


Benar saja, tidak lama kemudian, orang tua Rey dan Elsa datang dan langsung masuk ke dalam ruangan pasien Elsa.


"Sayang, anak mama sayang bagaimana keadaanmu? Kenapa kamu berada di rumah sakit sayang?" Tanya Rose yang khawatir.


Elsa hanya diam tidak menjawab ucapan mamanya, Elsa justru hanya menoleh ke arah Rey sambil merangkul lengan tangannya seperti ketakutan.


"Pa ma, duduklah dulu... Rey akan berbicara dengan kalian semua." ucap Rey dengan tenang.


Akhirnya kedua orang tua mereka duduk di sofa yang ada di dalam ruangan, Rey pun melepaskan tangan Elsa dari lengannya dan ikut duduk di sofa bersama yang lain.


"Ada apa Rey? Kenapa kamu tidak langsung saja menjelaskan kepada kami?" Tanya Ryan.


"Iya pa, ini juga Rey mau menjelaskan kok." ucap Rey sambil menarik nafas panjang sebelum melanjutkan ucapannya.


"Jadi,, sebenarnya Elsa sedang mengandung anak kami.." ucap Rey.


Mendengar hal itu membuat para orang tua saling mengucapkan syukur dan berpelukan satu sama lain.


"Bagus dong kalau begitu! Berarti Elsa tidak seperti mama dulu." ucap Rose.


"Tapi ada satu hal lagi." ucap Rey yang membuat semuanya terdiam.


Sebelum Rey mengatakan tentang kanker yang di derita Elsa, Jef memutuskan untuk berpamitan keluar ruangan terlebih dahulu.


"Saya permisi keluar dulu tuan, nyonya." ucap Jef.


Rey dan Elsa hanya terdiam melihat Jef keluar dari ruangan Elsa, namun para orang tua yang ada di sana menatap Jef dengan tatapan aneh.

__ADS_1


"Jadi, sebenarnya Elsa memiliki kanker rahim." ucap Rey yang membuat semuanya terkejut dan berteriak secara bersamaan.


"Apa!? Bagaimana bisa? Lalu bagaimana Rey?" Tanya Ryan.


"Hikss,, hikss,, anak mama sayang... Kenapa kamu harus mendapatkan cobaan seperti ini hikss.." ucap Rose yang mulai menangis.


"Rey, pasti ada jalan keluar untuk hal ini kan?" Tanya Hani yang mencoba untuk tenang.


"Tidak bisa ma, jika Elsa memutuskan untuk operasi sebelum kanker itu semakin menyebar, bayi kami harus di gugurkan. Dan jika Elsa mempertahankan bayi ini, dia yang akan menderita selama kehamilan dan saat melahirkan nanti kemungkinan Elsa tidak akan selamat." jelas Rey sambil meneteskan air mata dengan suara bergetar.


Rose dan Hani saling menatap satu sama lain, keduanya meneteskan air mata sambil bersandar di sandaran sofa.


"B-bagaimana bisa! Bagaimana bisa anakku mengalami hal seperti ini hikss.." ucap Rose.


Hani yang melihat besannya seperti itu langsung menghampirinya dan merangkulnya untuk menenangkannya.


"Rose, tenanglah.. Elsa adalah anak yang kuat, dia juga pasti tau apa yang terbaik untuknya." ucap Hani.


"Hikss,, kak Hani.. Bagaimana ini, kenapa anakku mengalami hal seperti ini hikss.." ucap Rose.


"Tidak ma!! Tolong jangan minta Elsa untuk menggugurkan bayi ini karena sampai kapanpun Elsa akan tetap mempertahankan anak ini!" tegas Elsa sambil melindungi perut ratanya dengan kedua tangannya.


"Els, papa mohon... Kami tidak mau kehilangan anak kami satu-satunya.." ucap Ryan.


"Papa bicara seperti itu, lalu Elsa? Apa Elsa salah jika harus menyelamatkan anak Elsa? Apa papa bisa menjamin Elsa bisa hamil lagi setelah melakukan operasi?" Tanya Elsa.


Mendengar pertanyaan Elsa membuat Ryan dan Rose terdiam dan saling menatap satu sama lain.


"Pa, ma, Rey janji akan memberikan perawatan terbaik untuk Elsa, Rey juga sudah mencari dokter terbaik untuk Elsa, jadi mungkin beberapa hari lagi kami akan pergi ke luar negeri." jelas Rey.


"Dan untuk perusahaan, kami akan serahkan kepada papa papa sekalian." lanjutnya.


"Jangan pikirkan tentang perusahaan Rey, Jaga Elsa dan calon cucu kami dengan baik, kami percaya kalian berdua adalah orang yang kuat dan pantang menyerah." ucap Robert.


"Elsa sayang, jika suatu saat nanti kamu benar-benar sudah tidak kuat, mama mohon jangan paksakan keadaanmu, itu justru akan membuat kamu dan bayi kamu berada dalam bahaya." ucap Hani.

__ADS_1


"Mama Hani tenang saja, mama tau kan kalau Elsa kuat sekali? Elsa pasti bisa menahan hal seperti ini." ucap Elsa dengan senyuman di wajahnya.


BRAK!!! Seketika pintu ruangan Elsa terbanting, Kenan, Ken dan Key masuk ke dalam dengan tergesa-gesa.


"Els!! Kamu baik-baik saja!? Hikss... Aku tadi mendengar semuanya hikss..." ucap Key yang langsung memeluk erat tubuh Elsa.


"Kak Key, kenapa kalian semua kemari?" Tanya Elsa.


"Rey memberitahu kami kalau kamu masuk rumah sakit, tapi saat berada di depan pintu kami malah mendengar hal yang benar-benar tidak ingin kami dengar!" ucap Key.


"Kenapa kamu tidak ke rumah sakit abang?" Tanya Kenan.


"Maaf bang, kita kan awalnya hanya ingin memeriksa kandungan, jadi kami mencari rumah sakit terdekat." jelas Rey.


"Lain kali kalau ada apa-apa segera pergi ke rumah sakitku saja, mengerti!?" tegas Kenan.


"Siap bos!" balas Rey dan Elsa serentak.


"Oh iya, kemana papi dan mami?" Tanya Elsa.


"Mereka kami suruh mengasuh anak-anak, kami kira kamu hanya sakit biasa, tapi jika tau kamu mengalami kanker seperti ini mungkin mereka akan memaksa ikut." ucap Kenan.


"Plis jangan beritahu mereka sekarang bang, aku tidak mau papi Andra meledakkan rumah sakit ini.." ucap Elsa dengan nada bercanda.


"Lihatlah mama Rose, adikku ini baik-baik saja! Buktinya dia bisa bercanda seperti ini!" ucap Key.


"Iya benar! Dia tidak sakit kanker, dia hanya masuk angin saja tadi." sambung Ken.


Semuanya tertawa mendengar ucapan Elsa, Ken dan Key. Sedangkan Rey bersyukur sekali karena keluarganya bisa membuat istrinya tertawa kembali, karena membuat Elsa tidak stress adalah salah satu cara untuk membuat keadaannya membaik.


Sedangkan Rose hanya bisa menatap anaknya dengan tatapan sedih, dia ingin menyelamatkan anaknya namun sang anak juga memiliki keinginan untuk menyelamatkan anaknya sendiri.


"Apa kita hanya bisa membiarkan Elsa mempertahankan kandungannya kak?" Tanya Rose kepada sang suami.


"Elsa tau yang terbaik untuknya dan bayinya sayang, jadi biarkan dia memutuskan yang terbaik." balas Ryan sambil merangkul tubuh istrinya.

__ADS_1


Para orang tua memutuskan untuk keluar dari ruangan Elsa, mereka membiarkan Kenan, Ken dan Key menghibur Rey dan Elsa.


__ADS_2