
"Nyonya, anda tidak boleh memakan makanan yang pedas!" ucap Jef saat Elsa hendak memesan mie pedas yang ada di sana.
"Jef! Sudah berapa kali kamu melarangku makan ini dan itu! Kamu maunya aku makan apa!?" Tanya Elsa kesal.
"Makan sayur saja nyonya! Itu baik untuk anda!"
"Yaampun Jef! Sama-sama makan sayur ya mending makan di rumah dong! Lagian kamu fikir aku ini kambing makan daun tiap hari!?" ucap Elsa.
"Saya tidak meminta anda makan daun nyonya, saya hanya menyuruh anda makan sayur." ucap Jef dengan polosnya.
Elsa dan Nala hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menepuk kening mereka masing-masing.
"Yaampun, itukan sama aja bambang... Sayur masih mentah ya bilangnya daun, makanannya sapi sama kambing!"
"Nyonya, nama saya Jef bukan bambang.." ucap Jef.
"Aish! tau ah! Nama kamu mulai sekarang bambang titik! Jangan membantah atau melarangku, aku ingin makan apapun yang aku inginkan hari ini!" tegas Elsa.
Mendengar ucapan Elsa membuat Jef merapatkan bibirnya dan menundukkan kepalanya.
"Padahal tuan Rey sudah memberiku nama bagus sekali, tapi kenapa nyonya Elsa mengganti namaku menjadi bambang?" batin Jef yang sedang meratapi nasibnya.
Sedangkan Elsa yang masih kesal hanya memesan apapun yang dia fikir enak, entah itu kesukaannya atau tidak.
"Kenapa anda memesan banyak sekali nyonya, anda kan sedang ha.." ucapan Jef tiba-tiba terpotong karena Elsa menyautinya.
"Hahaha, yaampun Jef kamu ini pintar sekali sih?" ucap Elsa mengalihkan pembicaraan.
"Apaan? Ha apa Jef, kenapa kamu tidak melanjutkannya!?" Tanya Nala yang penasaran.
"Ha,, haid maksudnya kak! Aku lagi haid jadi ga boleh makan terlalu banyak.." ceplos Elsa.
"Haid? Kalau haid lalu kenapa tidak boleh makan banyak? Aku aman-aman aja kok." ucap Nala.
"Mungkin Jef takut aku gendut kak.. Kan kalo lagi datang bulan hormon kita meningkat." ucap Elsa asal.
"Hmm,, ya mungkin saja.. Kalau begitu ayo cepat makan! Ga usah pilih-pilih makanan biar ga sakit!" tegas Nala yang tidak melanjutkan introgasinya.
Elsa menatap tajam ke arah Jef yang masih berdiri di sebelahnya.
"Gawat nih si Jef! Bahaya kalo mulutnya ga bisa ngerem!" batin Elsa.
"Jef duduklah, kenapa kamu berdiri di situ? Kak Rey akan memarahiku kalau asisten kesayangannya kelelahan dan kelaparan." ucap Elsa.
"Tidak akan nyonya, yang penting nyonya baik-baik saja."
__ADS_1
"Jef.. Satu!" Elsa mulai menghitung dan membuat Jef akhirnya duduk di sebelah Elsa.
"Bagus! Duduklah dengan tenang! Ayo makan semua pesananku, aku sudah kenyang sekali!" ucap Elsa saat Jef baru duduk.
"Hah? Sebanyak ini nyonya? Tapi saya tidak akan bisa menghabiskan ini.." ucap Jef memelas.
"Jef ayolah!! Aku ingin kamu makan ini semuanya Jef harus habis!" tegas Elsa.
"Tapi nyonya... Bagaimana ini sepertinya saya tidak bisa.."
"Habis Jef,,, Jef pintar kan jadi harus habis.." ucap Elsa sambil menyodorkan semua piring ke hadapan Jef.
Akhirnya dengan terpaksa Jef memulai memakan satu per satu hidangan yang ada di hadapannya dengan perlahan karena memang rasanya melihat semua makanan di hadapannya saja sudah membuatnya kekenyangan.
"Els, kasihan tuh si Jef kayaknya perutnya udah penuh." ucap Nala.
"Aku kenyang kak tiba-tiba, Jef sih ngomong mulu jadi kekenyangan aku, padahal tadi paper banget!" protes Elsa.
"Iya nyonya maaf saya yang salah, kalau begitu silahkan di makan lagi nyonya, saya tidak akan melarangnya." ucap Jef.
"Ih engga ah, telat! Aku udah ga ***** makan!" ketus Elsa.
Namun karena kasihan melihat Jef harus menghabiskan makanan yang dia pesan, akhirnya Elsa membantu Jef untuk memakan makanan yang ada di sana walaupun akhirnya Elsa tidak kuat dan memuntahkan isi di perutnya.
"Kamu kenapa sih Els? Masuk angin? Biasanya juga makan banyak ga muntah, ini bukan makan nasi loh!" ucap Nala yang membantu mengelus punggung Elsa.
"Yaudah kita ke rumah sakit aja ya.."
"Ga usah kak, kita kembali ke perusahaan aja ya,, aku istirahat di ruanganku aja." tolak Elsa.
"Baiklah kalau begitu, ayo Jef bantu Elsa berjalan ya, aku akan membawa tasnya." ucap Nala.
"Maaf nyonya Nala, tapi saya bisa di bunuh tuan Rey kalau menyentun nyonya Elsa."
"Jef! Ini bukan waktunya untuk memikirkan hal itu! Rey juga akan mengerti kalau kamu membantu Elsa yang sedang sakit!" ucap Nala.
Mendengar hal itu akhirnya Jef mengalah dan membantu Elsa untuk berjalan karena elsa sudah lemas sekali saat itu.
"Maafkan aku tuan,, ini terpaksa serius deh!" batin Jef di dalam hatinya.
"Jef, maaf ya jadi merepotkanmu... Maaf juga tadi aku menyuruhmu menghabiskan makanan yang aku pesan, ternyata memang tidak enak." ucap Elsa.
Jef yang mendengar ucapan maaf dari Elsa hanya menatapnya dengan penuh tanda tanya.
"Apa wanita hamil memang seperti ini ya? labil!" Batin Jef.
__ADS_1
"Oh iya Jef, kamu tau dari mana kalau aku hamil? Seingatku hanya Rania dan kak Rey saja yang tau kalau aku hamil!" Bisik Elsa agar tidak terdengar oleh Nala yang berjalan di depan mereka.
"Kan tadi pagi tuan dan nyonya berdebat tentang pembuatan lift di hadapanku." jawab Jef.
"Ah iya kamu benar! Dia benar-benar keterlaluan bukan? Bagaimana bisa rumah hanya dua lantai di buat lift, sepertinya dia sudah gila Jef!" ucap Elsa.
"Itu karena tuan sangat menyayangi anda nyonya."
"Iya sih kamu benar juga.. Hanya saja dia sangat berbeda dengan kak Rey yang aku kenal dulu.."
"Hei! Kalian berdua ini kenapa bisik-bisik tetangga sih dari tadi!? Ngomongin aku ya!" ketus Nala.
"Engga lah kak, kepedean banget sih jadi orang!" ketus Elsa.
Nala hanya diam dan melanjutkan berjalan menuju mobil Elsa. Jef segera mengantar Elsa dan Nala kembali ke perusahaan.
"Jef kamu langsung kembali ke perusahaan Rey saja, bilang padanya kalau ada Nala yang menjagaku di perusahaan." ucap Elsa.
"Tapi nyonya, jika tuan bertanya tentang hari ini?"
"Jawab saja apa adanya, ceritakan semuanya tanpa ada yang di tutupi karena itu adalah pekerjaanmu." ucap Elsa.
Jef segera menganggukkan kepalanya dan berpamitan untuk segera kembali ke perusahaan Rey menggunakan mobilnya.
"Kamu sudah baik-baik saja Els?" Tanya Nala.
"Aku baik-baik saja kak, hanya mual sementara."
"Tapi kayaknya mual kamu bukan karena masuk angin deh!" ucap Nala yang mulai curiga.
"Ih apaan sih kak! Bisa jadi lah, aku kan baru pulang dari Hawaii, jadi kemungkinan aku sedang menyesuaikan diri lagi." ucap Elsa.
"Yah, kamu benar juga! Kalau begitu istirahatlah di ruanganmu, aku akan mengatur ulang jadwal pertemuan nanti." ucap Nala saat keduanya sudah sampai di ruangan Elsa.
"Jam berapa pertemuannya?" Tanya Elsa.
"Jam 3."
"Ini masih jam 1 kak, masih ada waktu dua jam untukku beristirahat, jadi jangan merubah jadwalku, aku tidak ingin memiliki banyak tanggungan." jelas Elsa.
"Kamu yakin?"
"Yakin kak, aku hanya butuh istirahat saja kok." ucap Elsa meyakinkan.
"Baiklah kalau begitu, istirahatlah.. Kalau ada apa-apa segera hubungi aku atau panggil aku di meja depan." ucap Nala yang di balas anggukan oleh Elsa.
__ADS_1
Akhirnya Elsa memutuskan untuk berbaring di sofa ruangannya, sedangkan Nala keluar dari ruangan Elsa dan duduk di meja yang ada di depan pintu ruangan Elsa.