ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 114


__ADS_3

"Kenapa kamu tidak langsung minta pulang di saat ibu itu bertanya?" Tanya Jef kepada Sarah.


Mendengar pertanyaan Jef membuat Sarah menoleh ke arahnya dengan senyum tipisnya.


"Karena kamu merasa ga nyaman saat di tanya tentang orang tuamu." jawab Sarah.


"Aku besar di panti asuhan sejak kecil sampai besar, dan aku menganggap bapak dan ibu panti sebagai orang tuaku sendiri karena hanya akulah anak yang paling lama berada di sana."


"Akhirnya bapak dan ibu panti mengangangkatku sebagai anaknya sendiri, sampai sekarang aku ga tau siapa orang tua kandungku." jelas Jef.


"Elsa udah pernah cerita kok, tapi entah kenapa saat mendengar langsung darimu membuatku tersentuh."


Jef segera merangkul tubuh Elsa dengan erat lalu mengajaknya berjalan ke parkiran.


***


Elsa sedang merapihkan barang-barangnya dan keluarganya untuk persiapan kembali ke Indonesia. Sedangkan Rey hanya melihat Elsa dari ambang pintu kamar sambil menggelengkan kepalanya.


"Kamu harus bawa semua barang itu? Kita pasti sesekali akan kembali kesini bukan?" Tanya Rey.


"Kamu ini ga tau apa-apa jadi diem aja! Di Mata emak-emak itu, lebih baik bawaan banyak dari pada harus beli lagi." ketus Elsa.

__ADS_1


"Iya, iya kamu selalu benar!" ucap Rey mengalah.


"Oh iya, nanti sore Sandy dan dokter Levin akan kemari." lanjut Rey.


Mendengar ucapan suaminya membuat Elsa terkejut dan langsung berdiri tegap di hadapan Rey.


"Apa kamu bilang!? Kenapa ga bilang dari tadi sih.." ucap Elsa yang langsung berjalan cepat meninggalkan pakaiannya.


Rey mengerutkan keningnya melihat tingkah istrinya itu, Rey langsung menggenggam lengan Elsa hingga membuat Elsa berhenti.


"Apa lagi sayang? Aku harus bersiap.." ucap Elsa.


"Kamu mau bersiap kemana?"


"Apa?! Ngapain kamu bersiap untuk mereka? Ga usah masak! Mereka juga ga kekurangan makanan di rumahnya." ketus Rey.


"Hahaha,, kamu cemburu? Yaampun sayang, kamu ini gimana sih, kita kan mau membujuk mereka jadi kita harus menjamu mereka dengan sangat baik agar hati mereka luluh." jelas Elsa.


"Ah iya kamu benar! Kalo gitu aku akan membantumu memasak!" ucap Rey dengan semangat.


"Apa!? Kamu? Ah tidak sayang jangan macem-macem oke, yang ada semua masakanku gosong gara-gara kamu.."

__ADS_1


"Aku ini bisa masak jadi ga akan gosong."


"Kamu emang bisa masak, tapi kalo masak bersama yang ada kamu ga bisa fokus! Pokoknya aku masak sendiri, kamu jaga anak-anak mumpung kamu lagi libur." ucap Elsa yang langsung berjalan meninggalkan Rey.


Baru saja Rey mau mengejar Elsa, namun hpnya berdering hingga membuat Rey terpaksa menghentikan langkahnya dan mengangkat telfonnya itu.


"Halo? Ada apa?" tanya Rey setelah mengangkat telfonnya.


"Saya sudah mengetahui siapa orang tua kandung Jef yang sampai saat ini tidak di ketahui." ucap orang tersebut.


"Benarkah!? Bagus kalau begitu, segera kirim berkasnya ke kantorku di Indonesia karena besok aku akan kembali." ucap Rey.


"Tapi ada sesuatu lagi tuan."


"Katakan!"


"Orang tua Jef.."


"Ada apa!? Jangan bertele-tele!" tegas Rey.


"Mereka adalah musuh anda tuan."

__ADS_1


Mendengar ucapan orang suruhannya itu membuat Rey terkejut bukan main, apalagi saat orang itu mengatakan kalau Jef adalah anak satu-satunya keluarga itu yang sampai saat ini masih mereka cari keberadaannya.


__ADS_2