ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 13


__ADS_3

Hari ini Elsa berniat untuk memberitahu Rey tentang Nala dan laki-laki yang kemarin dia temui, tapi Elsa yakin kalau Rey tidak akan mempercayainya jika tidak menyertai bukti.


Elsa berjalan sendirian ke toilet karena Rania sedang mengerjakan soal yang belum di selesaikan di dalam kelas.


“Huh, bagaimana ini? Harus aku beritahu atau tidak?” gumam Elsa sambil berjalan dengan tatapan kosong.


Namun dia terkejut melihat Rey yang sedang berbicara serius dengan Nala, dengan segera Elsa berjalan mendekati mereka berdua secara perlahan untuk mendengar pembicaraan mereka.


“Duh Els, kamu ini dosa banget ya sering nguping omongan orang!” gumam Elsa pada dirinya sendiri.


“Kamu apaan sih Rey! Jangan kayak anak kecil deh!” ucap Nala sambil mepelas genggaman tangan Rey dengan paksa.


“Kamu kemarin sama siapa Nala!? Aku melihatmu dengan laki-laki mesra sekali kemarin!” bentak Rey.


Elsa yang mendengar hal itu langsung terkejut, dia tidak tau kalau ternyata Rey juga mengetahui hal itu.


“Kenapa kak Rey bisa tau? Ah iya, kemarin aku dan mama bertemu dengan tante Hani tapi dia sendirian apa jangan-jangan tante Hani tidak sendirian kemarin?” gumam Elsa yang mencoba untuk mengingat kembali.


Elsa yang tidak mengingat apapun langsung menggelengkan kepalanya dan kembali mendengarkan pembicaraan keduanya.


“Apaan sih Rey, dia hanya temanku saja kok.”


“Teman!? Tidak ada yang namanya teman di antara laki-laki dan perempuan Nala!”


“Lalu bagaimana lagi!? Kalau begitu kita putus saja, aku juga sudah lelah berkencan denganmu Rey!” ketus Nala yang ingin pergi meninggalkan Rey namun di tahan oleh Rey.


“Apa hubungan kita hanya kamu anggap mainan Nala?! Selama ini aku sangat menyukaimu dan aku juga selalu menuruti apa yang kamu inginkan.”


“Itu semua tidak ada gunanya Rey, aku tidak menyukaimu karena kamu tidak menyenangkan!”


Nala pergi meninggalkan Rey, Rey pun hanya bisa pasrah melepaskan Nala yang terkasuk pacar pertama dan juga cinta pertamanya.


Elsa merasa kasihan kepada Rey, dia tau betul kalau Rey sangat menyukai Nala tapi yang dia dapatkan hanyalah rasa sakit saja.


“Bahkan di saat dia tau kalau dirinya di khianati juga dia tetap menyukainya.” Gumam Elsa yang sedih karena hati Rey memang benar-benar bukan untuknya.


Elsa akhirnya memutuskan untuk mendekati Rey, entah mau di tolak atau tidak intinya dia hanya ingin menghibur Rey saat itu.


“Kak Rey..” ucap Elsa dengan perlahan.


Rey yang mendengar namanya di panggil langsung menoleh ke arah Elsa, dia terkejut dengan kehadiran Elsa tapi dia sudah tidak memiliki tenaga untuk berdebat dengan Elsa.


“Kenapa kamu ada di sini?” ucap Rey dengan nada rendah.


“Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian kak maaf! Sebenarnya aku juga mau menemuimu karena mau memberitahu tentang Nala dan laki-laki yang ada di mall kemarin.” Ucap Elsa.

__ADS_1


“Apa?! Jadi kamu juga melihatnya?” tanya Rey yang di balas anggukan oleh Elsa.


“Kamu benar, Nala memang tidak benar-benar menyukaiku.” Ucap Rey.


“Apa kak Rey perlu pundakku untuk bersandar?” tanya Elsa secara tiba-tiba.


Rey langsung menatap tajam ke arah Elsa karena ucapan Elsa yang terkesan mencari kesempatan.


“Kamu mencari kesempatan dalam kesempitan ya!?” ketus Rey.


“Hah! Engga, aku tidak mencari kesempatan dalam kesempitan kak Rey!” balas Elsa.


“Ingat ya, walaupun aku sudah putus tapi aku tetap tidak akan menyukaimu! Aku akan mencari wanita baik lainnya intinya selain kamu!” tegas Rey yang langsung pergi meninggalkan Elsa sendirian di sana.


Elsa yang mendengar ucapan Rey hanya bisa mematung tidak percaya, dia tidak percaya dengan apa yang sudah di dengar olehnya.


“Ish, dasar cowok gila! Gimana bisa aku menyukai laki-laki sepertinya, mungkin hatiku harus di periksa ke dokter deh!” gumam Elsa sambil menggelengkan kepala melihat punggung Rey dari kejauhan.


Elsa kembali ke dalam kelas dengan wajah yang kesal, Rania yang melihatnya langsung tau kalau sahabatnya itu pasti habis bertemu dengan Rey.


“Ketemu kak Rey ya? bilangnya mau ke toilet..” ucap Rania.


“Aku beneran ke toilet tapi ga tau kenapa aku jalan sendiri sampe aku ketemu kak Rey dan Nala.” Jelas Elsa.


“Lalu?”


“Bagus dong Els! Kak Rey sudah tau kalau ternyata kamu benar dan mereka sekarang sudah putus.” Ucap Rania.


“Tidak semudah itu ferguso! Andai semudah itu pasti menyenangkan sekali.” ucap Elsa.


“Ferguso? Aku Rania bukan Ferguso Elsa! Kamu kenapa mengganti namaku.” Protes Rania.


“Yaampun Rania kenapa kamu lola sekali..”


Rania menatap tajam ke arah Elsa yang menyebutnya lola, sedangkan Elsa hanya bisa menggelengkan kepalanya.


***


Malam harinya, di dalam rumah Elsa sedang bersiap untuk keluar bersama Rania, sedangkan Ryan dan Rose pergi ke perusahaan untuk lembur bekerja.


“Halo Ran, kamu sudah siap? Tunggu aku ya nanti aku akan menjemputmu.” Ucap Elsa di telfon setelah itu ia langsung mematikan telfonnya.


Elsa segera menyuruh supir untuk menyiapkan mobilnya, Elsa sudah terbiasa tinggal di rumah sendirian, Elsa selalu di temani oleh pelayan rumah, supir pribadi dan satpam rumahnya.


Setelah selesai bersiap, Elsa segera berangkat menuju rumah Rania untuk menjemputnya.

__ADS_1


“Hai Els..” sapa Rania yang sudah membuka pintu mobil.


“Hai Ran, ayo masuk!”


Setelah Rania masuk ke dalam mobil, mereke berdua segera menuju mall.


“Kamu mau ajak aku kemana?” tanya Rania.


“Nonton! Aku sudah membeli tiket bioskop untuk kita berdua, mala mini kita akan berkencan sampai puas!” seru Elsa.


“Ih, aku masih normal ga mau kencan sama kamu Els! Jangan-jangan kamu begini karena di tolak kak Rey ya?”


“Kamu ini menyebalkan sekali!” ketus Elsa.


Sesampainya di basement mall, Elsa dan Rania baru saja ingin keluar dari mobil tapi di urungkan karena telfon dari papanya.


“Bentar Ran, papaku nelfon.” Ucap Elsa.


“Halo pa…”


“Els, ke rumah sakit sekarang juga!”


“Hah? rumah sakit? Ada apa pa?”


“Key kecelakaan!” ucap Ryan yang membuat Elsa terkejut mendengarnya.


Rania yang melihat perubahan ekspresi sahabatnya langsung tau kalau ada sesuatu yang terjadi kepada keluarganya.


“Ada apa?” tanya Rania.


“Pak! Ke rumah sakit sekarang!” teriak Elsa.


“Els, kenapa ke rumah sakit?” tanya Rania kembali.


“Hikss,, hikss…” Elsa mulai menangis kencang, sedangkan Rania tidak tau harus berbuat apa, dia hanya bisa memeluk tubuh Elsa dengan erat.


“Kenapa kamu menangis Els? Ada apa sebenarnya?”


“Hikss,, kak Key kecelakaan Ran..”


“Apa? Kecelakaan apa? Bagaimana bisa?”


“Entahlah, kondisinya parah kata papa karena dia kecelakaan mobil saat balapan.”


“Balapan?”

__ADS_1


“Iya, kak Key suka balapan dan dia mengalami kecelakaan hikss,,”


Elsa menangis karena dia ingat betul walaupun Key bersikap dingin kepadanya tapi Key juga yang memaksanya untuk periksa matanya, Key juga sibuk mencarinya saat dirinya tersesat di museum, Elsa tau kalau Key sebenarnya sangat baik hanya saja dia tidak menunjukkannya.


__ADS_2