ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 129


__ADS_3

Ciitt!! Suara rem mobil terdengar sangat nyaring tepat di depan rumah sakit.


Seseorang keluar dari mobil mewahnya dengan segera berjalan masuk ke dalam rumah sakit, banyak sekali orang yang menundukkan kepala kepadanya.


"Tuan Rey, ada perlu apa anda kemari? Apa anda sedang sakit?" Tanya seorang dokter kepada Rey.


Ya, Rey mengunjungi rumah sakit Kenan untuk melakukan sesuatu.


"Abang Ke.. Tuan Kenan ada?" Tanya Rey kepada petugas keamanan di rumah sakit.


"Ada tuan! Silahkan langsung masuk ke dalam ruangannya saja."


Akhirnya Rey segera berjalan dengan cepat masuk ke dalam lift dan menekan lantai paling atas tempat Kenan berada.


"Abang!" ucap Rey saat masuk ke dalam ruangan Kenan.


"Yaampun Rey kamu ini sengaja bikin aku jantungan!?" ketus Kenan.


"Bang! Tolong berikan dokter jantung terbaik untuk Giffari.." ucap Rey dengan putus asa.


Mendengar ucapan Rey membuat Kenan merasa aneh, dia tau kalau ada sesuatu yang terjadi.


"Ada apa? Apa terjadi sesuatu kepada Giffa? Bukannya dia baik-baik saja?"


"Iya memang bang, tapi dia sangat ingin bermain dengan kakak dan abangnya, dia juga ingin bermain dengan teman-teman sebayanya." jelas Rey.

__ADS_1


"Rey, jantung Giffari masih terbilang jantung yang sehat, hanya saja sedikit lemah dan tidak boleh terlalu di pacu." jelas Kenan.


"Giffa juga masih kecil, kamu tega ngeliat anak kamu penuh dengan selang di dada dan hidungnya? Untuk anak sekecil Giffa, sulit mencari jantung yang benar-benar sehat." lanjutnya.


"Kamu mau jantung Giffari di ganti sama jantung orang yang sering kena asap rokok?" Tanya Kenan.


"Ga mau bang!"


"Makanya sabarlah.. Semua yang terbaik harus di cari dengan hati-hati Rey.."


Ceklek.. Tiba-tiba saja Key membuka pintu ruangan Kenan dan terkejut melihat Rey yang ada di sana.


"Rey? Sedang apa kamu di sini?" Tanya Key.


"Aku sedang konsultasi."


"Bukan aku Key! Aku sedang konsultasi tentang keadaan Giffa." ucap Rey yang membuat Key akhirnya berhenti.


"Giffa? Ngomong-ngomong soal Giffa, Karren pernah bilang kalau salah satu anak kembarmu selalu di jauhi teman-temannya." jelas Key.


Kebetulan Karren juga berada di sekolah yang sama dengan Dika, Gilang dan Giffari. Jadi Karren selalu mengawasi semua saudaranya itu


"Pasti temannya tidak mau berteman dengannya karen Giffa sering kelelahan dan kakak-kakaknya akan memarahi temannya yang membuat Giffa kelelahan." ucap Rey.


"Rey, tenanglah.. Mungkin Giffa jantungnya lemah, tapi hatinya sangat luar biasa luas, dia sudah terbiasa dengan ejekan teman-temannya dan itulah yang akan membuatnya jauh lebih kuat!" jelas Key.

__ADS_1


"Iya kamu benar..." balas Rey.


"Kamu tenang saja Rey, aku akan melakukan yang terbaik untuk mendapatkan donor jantung dan dokter terbaik untuk Giffari." ucap Kenan.


"Terimakasih bang.."


"Kamu kok sendirian? Dimana Elsa?" Tanya Key.


"Dia lagi nganter anak-anak ke rumah Ken, anak-anak mau main sama Darren." jelas Rey.


"Kalau begitu ayo sekalian barengan ke rumah Ken." ucap Key.


"Lah kamu emang niatnya ngapain kesini?" Tanya Kenan.


"Hah? Eh, aku ngapain ya bang? Lupa loh... Oh iya, kak Belinda bilang jangan lupa beli mainan Azzura bang."


"Yaelah ngomong gitu doang bisa lewat telfon kali Key.." ucap Rey.


"Aduh ga apa-apa lah, aku pusing di rumah Karren buat ulah terus.."


"Hahaha, dia persis kayak kamu waktu kecil Key, anggap aja itu karma karena sudah membuat mami susah waktu kecil!" ucap Kenan.


"Tapi aku masih sedikit kalem bang!"


"Apanya yang kalem, kamu sih senggol dikit bacok! Hahaha.." ucap Rey.

__ADS_1


Ketiga orang yang ada di dalam tertawa bersama setelah bercanda dan mengingat masa lalu mereka.


__ADS_2