
Dua bulan sudah berlalu, saat ini Rey dan Elsa sudah berada di luar negeri untuk melakukan pengobatan, usia kandungan Elsa saat ini juga sudah hampir menginjak 3 bulan.
Selama di luar negeri Elsa selalu bersikeras untuk melakukan pemeriksaan berkali-kali, berharap jika yang ada di rahimnya bukanlah kanker. Namun nihil! Walaupun sudah berkali-kali hasilnya tetap saja sama dan itu membuat Elsa semakin sedih.
Rey hanya bisa mendampingi Elsa, dia selalu menuruti semua keinginan Elsa untuk melakukan pemeriksaan berkali-kali.
"Sayang, ayo kita periksa lagi.." pinta Elsa.
"Sayang, sudah ya... Kita sudah berkali-kali melakukan pemeriksaan kesana kemari tapi tetap saja hasilnya sama. Itu akan membahayakan kamu dan kandunganmu." ucap Rey.
"Tapi aku tidak bisa terima hal ini.."
"Bisa sayang, aku kan di sini jadi kamu pasti bisa melewatinya." ucap Rey.
"Sekarang kamu makan ya.." lanjut Rey.
"Suapin.." rengek Elsa.
"Iya ayo aku suapin sayang.." ucap Rey yang mulai menyendokkan nasi ke mulut Elsa.
Rey memutuskan untuk Elsa melakukan perawatan di tempat tinggal mereka dan setiap kontrol sang dokter akan pergi ke rumahnya. Hal itu di lakukan karena Rey tidak ingin Elsa stress jika berada di rumah sakit.
"Kemana Jef? Kenapa dia belum datang juga?" Tanya Elsa.
__ADS_1
"Dia aku suruh pulang ke Indonesia dan membawa Sarah kemari untuk menemanimu." Jelas Rey.
Mendengar ucapan Rey membuat Elsa terlihat bahagia sekali.
"Beneran!? Asikk!!!" teriak Elsa dengan bahagia.
"Aku tau kamu pasti bakal senang, kamu pasti bosan melihatku terus kan?" ucap Rey.
"Ih kamu kok tau aja sih,, Hehehe bercanda sayang.. Aku ga pernah bosen kok sama kamu, aku seneng banget suamiku selalu menemani aku di saat-saat terberatku." ucap Elsa yang langsung memeluk tubuh Rey.
"Kamu ini manja sekali sih sekarang.." ejek Rey.
"Biarin aja! Oh iya, aku mau jalan-jalan ke taman." ucap Elsa.
"Ih, aku bosen di sini sayang..." rengek Elsa.
"Baiklah baik, aku memang tidak bisa menolak permintaan istriku tercinta." ucap Rey yang akhirnya membantu Elsa turun dari tempat tidur dan membawanya ke taman yang ada di belakang rumah.
Rey sengaja langsung membeli rumah di sana setelah memutuskan untuk melakukan pengobatan Elsa. Dan berencana jika bayi mereka lahir, rumah itu akan menjadi milik anak mereka dan menjadi kenangan terindah saat hari itu tiba.
"Kita duduk di sana ya sayang.." ajak Rey yang di balas anggukan oleh Elsa.
"Akh!!" teriak Elsa yang membuat Rey panik.
__ADS_1
"Ada apa sayang!? Perutmu sakit lagi?!" Tanya Rey yang langsung menggendong tubuh Elsa dan mendudukannya di tempat duduk taman.
"Sayang, kamu tidak apa-apa? Aku telfon dokter sebentar ya." ucap Rey namun Elsa menahannya.
" Tidak, jangan sayang aku tidak apa-apa." ucap Elsa dengan senyum yang di paksakan.
"Tolong Elsa tolong! Jangan paksakan senyummu itu! Kalau sakit bilang sakit!" tegas Rey dengan wajah penuh kekhawatiran.
Elsa hanya tersenyum sambil memegang pipi Rey dan sesekali membelainya.
"Jika nanti aku tidak bisa selamat, aku mohon cari wanita yang menyayangi anak kita sama seperti aku menyayanginya." ucap Elsa yang membuat Rey geram.
"Cukup Elsa cukup!! Aku tidak akan pernah mencari wanita lain karena kamu pasti baik-baik saja! Kamu pasti bisa bertahan karena kamu kuat!" tegas Rey.
"Kan aku bilang jika, aku juga tidak ingin meninggal tanpa melihat dan menjaga anakku."
"Cukup! Jika kamu berani mengatakan hal itu lagi, aku akan memaksamu untuk menggugurkan anak kita!" ketus Rey.
"Tidak! Maafkan aku, aku tidak akan bicara seperti itu lagi sayang..." ucap Elsa memelas.
Rey mengelus perut Elsa yang masih rata dan menciumnya dengan air mata yang menetes tanpa ia sadari.
💙💙💙
__ADS_1
Huhu, maafkan author ya... Hari ini segini dulu yaaa besok author lanjut lagi~~💙