ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 61


__ADS_3

Sudah dua hari Elsa dan Rey berada di Hawaii, dan selama dua hari itu juga tidak ada kemajuan di antara hubungan mereka. Jangankan mendekatkan diri, berbicara tentang hubungan mereka pun tidak pernah karena Elsa selalu memikirkan tentang jalan-jalan.


"Kak, ayo kita jalan-jalan lagi!" ajak Elsa.


"Yaampun Els, kamu ga capek? Aku capek banget tau!"


"Bukannya kak Rey janji mau temenin aku jalan-jalan!"


"Iya tapi kalo gini caranya aku capek juga, kamu sebenernya makan apa sih perasaan batrenya 100% terus!"


"Emang aku robot pake batre!"


Elsa yang kesal langsung berlalu meninggalkan Rey yang masih bersandar di sofa karena kelelahan.


"Haah.. anak itu emang ga tau capek sama sekali! Apa karena aku udah tua ya makanya kalah stamina sama dia." gumam Rey.


"Ah kalo stamina di kasur aku ga kalah sih hihihi!" gumam Rey kembali sambil tertawa kecil.


Drrtt,, drrtt.. Rey yang sedang membayangkan sesuatu yang kotor tiba-tiba saja tersadar karena suara hpnya.


"Aish mengganggu saja!" gumam Rey yang langsung mengangkat telfon dari asisten pribadinya itu.


"Halo Jef, ada apa?" Tanya Rey.


"Tuan, ada seseorang yang menyerang perusahaan cabang kita, dia membuat beberapa investor kita beralih." jelas Jef.

__ADS_1


"Apa!? Bagaimana bisa? Perusahaan mana yang berani mencari masalah denganku!"


"Anda tenang saja tuan, saya hanya ingin memberi laporan dan juga meminta ijin untuk melakukan sesuatu."


"Apa kamu bisa menanganinya Jef?"


"Bisa tuan, perusahaan itu hanya perusahaan baru, mungkin dia tidak tau kalau perusahaan yang dia serang adalah perusahaan anda."


"Baiklah kalau begitu aku serahkan semuanya kepadamu!"


"Siap tuan, selamat berbulan madu tuan! Pipp.."


Telfon terputus begitu saja setelah Jef mengatakan hal itu kepada Rey.


Setelah menaruh hpnya kembali, Rey menoleh ke arah balkon dan melihat Elsa sedang berdiri di sana sambil melihat ke arah luar. Rey menghela nafas panjang lalu dia berjalan menghampiri istrinya itu.


"Els, kamu marah ya?" Tanya Rey.


Elsa tidak mengatakan apapun, dia hanya diam seolah tidak mendengar panggilan Rey.


"Els, ayo kita keluar jangan marah ya.." bujuk Rey.


Namun nihil, Elsa tetap saja tidak menggubris ucapan Rey sama sekali.


Rey yang tidak tahan dengan perlakuan Elsa segera memeluk Elsa dari belakang. Elsa bukannya marah, dia justru mematung seketika ketika ada tangan yang melingkar di perutnya.

__ADS_1


Dag Dig Dug, rasanya jantung keduanya sedang berlomba untuk berdetak kencang. Rey yang memulai namun jantungnya juga yang berdetak kencang hingga membuatnya salah tingkah.


Namun yang lebih menegangkan adalah salah satu bagian tubuh Rey menegang hingga Elsa bisa merasakan sesuatu mengeras di bagian belakangnya.


"Aaaaa!!" teriak Elsa yang membuat Rey menjauhkan tubuhnya.


"Kak Rey! Apa tadi yang keras!?" Tanya Elsa dengan polosnya.


"Eh! I-itu,, tidak ada!" ucap Rey yang langsung melarikan diri ke kamar mandi.


Sedangkan Elsa masih mematung, wajahnya memerah dan memikirkan segala macam hal.


"Yaampun kenapa wajahku panas begini!" gumam Elsa sambil memegang kedua pipinya.


Sedangkan Rey di dalam kamar mandi sedang frustasi karena adik kecilnya kembali berdiri saat berhadapan dengan Elsa.


"Bodoh sekali aku arrgghh!!" ucap Rey frustasi.


Rey dan Elsa saling mencoba untuk mengatur jantung mereka masing-masing.


Elsa mencoba untuk mengalihkan perhatiannya ke luar balkon, sedangkan Rey sedang berjuang di dalam kamar mandi.


***


Huhu maaf ya untuk hari ini author update segini dulu biar kakak-kakak tidak menunggu... Terimakasih sudah membaca 🥰

__ADS_1


__ADS_2