
"Berapa usiamu Nala?" Tanya Rose kepada Nala yang sedang duduk di kursi makan bersamanya.
"Sama seperti Rey tante." jawab Nala.
"Wah benarkah? Kenapa kamu menikah di usia muda?" Tanya Rose.
"Sayang, jangan menanyakan hal pribadi." ucap Ryan.
"M-maaf Nala, tante terbiasa bertanya sesuka hati." ucap Rose yang berada bersalah.
"Tidak apa-apa tante, Aku yang harus meminta maaf karena sudah menyusahkan kalian, padahal aku tidak mau ikut dengan Rey." ucap Nala.
"Tidak apa-apa Nala, kami senang menyambut kedatanganmu, tinggalah di sini untuk sementara waktu, kami khawatir kalau mantan suamimu akan kembali mengganggumu." ucap Rose.
"Hm istriku benar, sebaiknya kamu tinggal di sini saja, kami akan menganggapmu sebagai anak pertama kami! Sepertinya tidak masalah jika Elsa memiliki kakak perempuan." ucap Ryan.
Rose menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Ryan, sedangkan Nala merasa sangat bersalah karena dia pernah membuat Elsa terluka sedangkan kedua orang tuanya sangat baik kepadanya.
"Em,, om, tante.."
"Ada apa Nala?" Tanya Rose.
"Aku ingin memberitahu sesuatu yang tidak di ucapkan oleh Rey." ucap Nala.
"Apa yang tidak di ucapkan oleh Rey?" Tanya Ryan.
"Sebenarnya, aku adalah mantan Rey saat SMA, dan aku juga sempat meminta Rey untuk kembali padanya saat kami pertama kali bertemu kembali." jelas Nala yang membuat Ryan dan Rose terkejut.
"Saat itu aku benar-benar tidak tau diri karena meminta Rey untuk kembali padaku, lalu Rey mengatakan kalau dia memang tidak membenciku tapi dia tidak bisa kembali karena dia sudah memiliki calon istri."
"Rey sebenarnya sangat menyukai Elsa om, tante, tapi dia belum menyadarinya."
Mendengar ucapan Nala membuat Ryan dan Rose terdiam karena tidak bisa mengatakan apa-apa.
"Kalian terkejut ya? Ada satu hal yang ingin aku ucapkan. Maafkan aku om, tante, karena aku pernah membuat mata Elsa bengkak."
"Apa!? Kenapa kamu melakukan hal itu?" Tanya Ryan yang terkejut mendengar ucapan Nala.
"Karena saat itu, Rey mulai memperhatikan Elsa dan aku tidak menyukainya om, maaf aku benar-benar minta maaf." ucap Nala.
"Maaf, aku akan segera pergi karena aku benar-benar tidak tau malu kalau tetap berada di sini." ucap Nala yang langsung berdiri dari kursi makan.
"Tunggu! Apa kamu fikir kamu bisa pergi begitu saja!?" Tanya Rose dengan nada meninggi hingga membuat Nala terkejut mendengarnya.
"Duduk! Jika merasa bersalah maka kamu harus bertanggung jawab, kamu harus meminta maaf secara langsung kepada Elsa dan mengakui semua kesalahanmu padanya." ucap Rose.
"M-maksudnya?" Tanya Nala yang tidak mengerti apa-apa.
__ADS_1
"Kamu tetap tinggal di sini, tante percaya kalau kamu tidak akan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya, dan tante juga memberikan kamu kesempatan untuk menebus semua kesalahan yang kamu lakukan selama tinggal di sini!"
Ryan tersenyum mendengar ucapan Rose, dia akan tau kalau istrinya memang memiliki hati yang baik.
Sedangkan Nala masih bingung dengan maksud dari ucapan Rose.
"Jangan bingung Nala, itu artinya kamu akan tetap menjadi anak kami dan tinggal di sini, bicaralah dengan Elsa saat dia datang nanti." ucap Ryan.
"Kalau begitu, aku berangkat dulu ya, sayang jangan terlalu membuatnya kebingungan." ucap Ryan yang langsung mencium kening istrinya itu.
Rose mengangguk dan tersenyum kepada Ryan, dia juga mengantar Ryan sampai mobil milik suaminya sudah tidak terlihat lagi.
Rose kembali masuk ke dalam rumah dan melihat Nala yang masih berdiri di tempatnya.
"Kemarilah, tante ingin memelukmu." ucap Rose yang langsung mendekat dan memeluk tubuh Nala dan Niko bersamaan.
"Nala, itu hanyalah masa lalu kamu, Rey dan Elsa. Tante yakin kamu tidak akan menyakiti Elsa lagi bukan? Kamu tidak akan menjadi perusak hubungan orang lain bukan?" Tanya Rose.
"Tidak tante, aku hanya ingin hidup dengan anakku, apa lagi yang aku inginkan? Aku sudah tidak percaya dengan cinta setelah mengalami kegagalan." ucap Nala.
"Tidak, jangan meragukan cintanya Nala, ragukanlah orangnya, cinta tidak pernah salah, kamu berhak mencintai siapapun hanya saja kamu memilih orang yang salah." jelas Rose.
"Terimakasih banyak tante, terimakasih karena sudah mau mengijinkanku menebus kesalahanku." ucap Nala.
"Ayo, aku akan mengantarmu ke kamar yang akan kalian tempati." ajak Rose.
"Baiklah tante.."
"Yang ini kamar Elsa, dan yang ini adalah kamarmu." ucap Rose.
"Kenapa tidak memberiku kamar tamu saja tante."
"No! Kamu akan menjadi kakaknya Elsa jadi kamu harus berada di kamar ini." ucap Rose.
Rose membiarkan Nala dan Niko beristirahat di dalam kamar, sedangkan Rose kembali turun ke bawah dan duduk di sofa ruang tamu.
"Aku tau dia pasti berubah." gumam Rose sambil menatap lurus kedepan.
***
Di sisi lain, Elsa dan Rey yang sudah selesai makan bersama kembali ribut karena hal sepele.
"Elsa, aku ini laki-laki!" ucap Rey.
"Emang kapan aku bilang kalau kamu perempuan kak Rey?"
"Lalu kenapa kamu membayar tagihan makanan kita?"
__ADS_1
"Emang kenapa kak? Kamu sudah sering membayar makananku, jadi sekarang aku yang membayar makananmu." ucap Elsa.
"Els, kamu justru membuatku hilang harga diri jika kamu melakukan hal ini! Aku juga bekerja Elsa."
"Aku juga bekerja kak, aku hanya ingin mentraktirmu apa tidak boleh?"
"Aku tidak sudah di traktir wanita!"
"Sudahlah, apa sih susah ya bilang makasih? Toh aku ga sering-sering melakukan hal ini." ucap Elsa.
"Lebih baik kita pulang! Aku capek seharian ini hanya berdebat denganmu!" ketus Rey.
Elsa hanya menatap tajam ke arah Rey dan menggelengkan kepala melihat sikapnya.
"Emang aku salah beliin dia makan? Kenapa dia semarah itu sih?" gumam Elsa yang berjalan mengikuti Rey.
"Aish, mau di kemanakan harga diriku saat dia membayar tagihan makanan di depan orang banyak! Aku serasa laki-laki pengangguran yang hidup karena uang dari kekasihnya!" gumam Rey yang kesal sambil masuk ke dalam mobil tanpa menunggu Elsa.
Setelah Elsa dan Rey berada di dalam mobil, Rey segera menancap gas dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di rumah, Rey ikut masuk ke dalam rumah karena ingin memulangkan Nala dan Niko.
"Hai kalian berdua, duduklah." ucap Rose.
"Ma, kemana kak Nala? Kak Rey mau mengantarnya pulang." ucap Elsa.
"Dia tidak akan kemana-mana karena mulai hari ini dia akan menjadi kakakmu Elsa."
Elsa dan Rey yang mendengar hal itu langsung terkejut tidak percaya, mereka berdua tidak mengerti kenapa tiba-tiba Nala menjadi kakaknya Elsa
"Apa maksudnya ma? Kakak? Bagaimana bisa Elsa memiliki kakak tiba-tiba?"
"Makanya kalian berdua duduklah."
Akhirnya Elsa dan Rey segera duduk untuk mendengar penjelasan dari Rose.
"Mama sudah tau semuanya, mama tau kalau Nala adalah mantan Rey dan Nala pernah membuat matamu bengkak, dia sudah menceritakan semuanya kepada mama." ucap Rose.
"T-tante tau semuanya?" Tanya Rey.
"Hm, kamu juga tau kalau dia yang membuat mata Elsa bengkak?"
"Kalau masalah itu Rey tidak tau tante."
"Mama tau itu adalah masa lalu dan kalian semua memiliki kehidupan yang lebih baik lagi kedepannya." ucap Rose.
"Tapi tante, masa lalu itu akan membuat Elsa dan Nala merasa canggung dan tidak nyaman." ucap Rey.
__ADS_1
"Elsa, bagaimana menurutmu?" Tanya Rose.
"Kalau menurut mama dia akan berubah, maka Elsa juga tidak masalah untuk menjadi adiknya." ucap Elsa sambil tersenyum melihat ekspresi Rey yang panik.